Khotbah Iduladha 2024 Ketua KPU di Depan Jokowi Singgung Sifat Kebinatangan

Senin, 17 Juni 2024 - 09:46 WIB
loading...
Khotbah Iduladha 2024...
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asyari bertindak sebagai khatib. Foto/YouTube Setpres
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melaksanakan salat Iduladha 1445 H di Simpang Lima Semarang, Jawa Tengah, Senin (17/6/2024). Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari bertindak sebagai khatib.

Dalam khotbahnya di hadapan Jokowi, Hasyim menyinggung soal sifat kebinatangan manusia yang harus dikorbankan dan disembelih. “Agama kita, agama Islam menetapkan untuk menyembelih kurban binatang berupa hewan ternak yaitu di antaranya domba, kambing, kerbau, sapi atau unta, yang dikurbankan adalah binatang,” katanya.

“Ini mengandung setidaknya dua makna yang pertama sifat-sifat kebinatangan yang terdapat dalam jiwa manusia harus dikorbankan dan disembelih. Dan yang kedua, jiwa dan perbuatan seseorang harus dilandasi dengan tauhid, iman, dan takwa,” ujar Hasyim.

Khotbah Iduladha 2024 Ketua KPU di Depan Jokowi Singgung Sifat Kebinatangan


Baca juga: 5 Fakta Momen Jokowi Salat Iduladha 2024 di Semarang

Pada kesempatan itu, Hasyim juga mengatakan bahwa sangat banyak sifat kebinatangan yang terdapat dalam diri manusia, sifat seperti mementingkan diri sendiri, sifat sombong, sifat yang menganggap bahwa hanya dirinya dan golongannyalah yang selalu benar, serta sifat yang memperlakukan sesamanya atau selain golongannya sebagai mangsa atau musuh.

“Sifat kebinatangan yang selalu curiga, menyebarkan informasi yang tidak benar, fitnah, rakus tamak, dan ambisi yang tidak terkendalikan, tidak mau melihat kenyataan hidup, tidak mempan diberi nasehat, tidak mampu mendengar teguran dan lain-lain merupakan sifat-sifat yang tercela dalam pandangan Islam,” ujar Hasyim.

Hasyim mengatakan sifat-sifat yang demikian jika tetap dipelihara dan bercokol di dalam diri seseorang akan membawa kepada ketidakstabilan dalam hidup, ketidakharmonisan dengan lingkungan baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.

“Sifat-sifat yang dimiliki ini akan memudahkan jalan bagi terciptanya perpecahan dan ketentraman hidup dalam masyarakat,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Rekor Terburuk Sejak...
Rekor Terburuk Sejak 1986! Yen Jepang Hancur Lebur ke Titik Terendah
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
Penuhi Target 100 GW...
Penuhi Target 100 GW PLTS, Kesiapan SDM Lokal Jadi Syarat Mutlak
Berita Terkini
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Nilai Hakim Abaikan...
Nilai Hakim Abaikan Fakta Persidangan, Nadiem Makarim Bakal Lapor ke KY
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Berjasa Besar bagi Bahasa...
Berjasa Besar bagi Bahasa dan Budaya, Sutan Takdir Alisjahbana Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Hakim: Kerugian Negara...
Hakim: Kerugian Negara Akibat Kasus Chromebook Nadiem Rp1,5 Triliun
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved