BKSAP Ungkap Namibia Ingin Belajar dari Indonesia Teknologi Air dan Pangan
Rabu, 12 Juni 2024 - 15:30 WIB
loading...
Ketua Delegasi Kunjungan Diplomasi BKSAP DPR Putu Supadma Rudana saat melaksanakan kunjungan kerja bersama anggota BKSAP ke Namibia, Afrika pada 2-8 Juni 2024. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Ketua Delegasi Kunjungan Diplomasi Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR Putu Supadma Rudana mengungkapkan Namibia ingin belajar dari Indonesia mengenai teknologi air dan pangan. Putu mengatakan, parlemen Indonesia siap menjembatani potensi kerja sama berbagai bidang antara Indonesia dengan Namibia.
Hal tersebut disampaikannya saat melaksanakan kunjungan kerja bersama anggota BKSAP ke Namibia, Afrika pada 2 - 8 Juni 2024. Setelah diterima secara resmi oleh Ketua National Assembly Namibia, delegasi BKSAP kemudian diterima oleh Chairperson of National Council, Hon. Lukas Sinimbo Muha di National Council Building, Windhoek, Khomas Region, Namibia.
Ikut mendampingi, Duta Besar RI untuk Namibia Wisnu Edi Pratignyo. Dalam kesempatan itu, Putu menyampaikan ada beberapa hal yang dibahas di antaranya ketahanan pangan (food security), ketahanan air (water security), pertanian, perikanan, pendidikan, dan kebudayaan.
Baca juga: WWF ke-10 di Bali, Putu Rudana: Isu Air Bukan Isu yang Ecek-ecek
Legislator asal Bali ini berpendapat bahwa Namibia dengan iklim yang sangat berat menyebabkan terjadinya kekeringan yang parah dan terbatasnya sumber air. Maka itu, Putu mengatakan, Namibia ingin sekali belajar kepada Indonesia tentang menjaga ketahanan pangan, ketahanan air secara berkelanjutan untuk memberikan layanan akses air bersih bagi masyarakat Namibia.
Sebab, lanjut dia, Indonesia merupakan negara yang terdiri dari kepulauan serta cukup mampu mengelola air dengan kearifan lokal yang dimiliki. Indonesia juga baru saja menjadi tuan rumah Forum Air Dunia (World Water Forum) ke-10 di Bali Tahun 2024.
Forum itu menghasilkan komitmen parlemen dunia akan membentuk jaringan kaukus air dan mengarustamakan berbagai kerja sama untuk menjaga ketahanan air. “Namibia tidak memiliki banyak sumber air. Oleh karena itu Namibia ingin belajar kepada Indonesia tentang menjaga ketahanan air, agar bisa mengakses air bersih bagi masyarakat secara mandiri. Dan bersama mencari solusi untuk mewujudkan teknologi air,” ujar Putu.
Hal tersebut disampaikannya saat melaksanakan kunjungan kerja bersama anggota BKSAP ke Namibia, Afrika pada 2 - 8 Juni 2024. Setelah diterima secara resmi oleh Ketua National Assembly Namibia, delegasi BKSAP kemudian diterima oleh Chairperson of National Council, Hon. Lukas Sinimbo Muha di National Council Building, Windhoek, Khomas Region, Namibia.
Ikut mendampingi, Duta Besar RI untuk Namibia Wisnu Edi Pratignyo. Dalam kesempatan itu, Putu menyampaikan ada beberapa hal yang dibahas di antaranya ketahanan pangan (food security), ketahanan air (water security), pertanian, perikanan, pendidikan, dan kebudayaan.
Baca juga: WWF ke-10 di Bali, Putu Rudana: Isu Air Bukan Isu yang Ecek-ecek
Legislator asal Bali ini berpendapat bahwa Namibia dengan iklim yang sangat berat menyebabkan terjadinya kekeringan yang parah dan terbatasnya sumber air. Maka itu, Putu mengatakan, Namibia ingin sekali belajar kepada Indonesia tentang menjaga ketahanan pangan, ketahanan air secara berkelanjutan untuk memberikan layanan akses air bersih bagi masyarakat Namibia.
Sebab, lanjut dia, Indonesia merupakan negara yang terdiri dari kepulauan serta cukup mampu mengelola air dengan kearifan lokal yang dimiliki. Indonesia juga baru saja menjadi tuan rumah Forum Air Dunia (World Water Forum) ke-10 di Bali Tahun 2024.
Forum itu menghasilkan komitmen parlemen dunia akan membentuk jaringan kaukus air dan mengarustamakan berbagai kerja sama untuk menjaga ketahanan air. “Namibia tidak memiliki banyak sumber air. Oleh karena itu Namibia ingin belajar kepada Indonesia tentang menjaga ketahanan air, agar bisa mengakses air bersih bagi masyarakat secara mandiri. Dan bersama mencari solusi untuk mewujudkan teknologi air,” ujar Putu.
Lihat Juga :