Anies Baswedan Daftar UKK Cagub Jakarta ke PKB
Selasa, 04 Juni 2024 - 18:33 WIB
loading...
Anies Baswedan menyambangi Kantor DPP PKB di Jakarta Pusat, Senin malam, 22 April 2024. FOTO/MPI/ACHMAD AL FIQRI
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB ) Jazilul Fawaid menyebut Anies Rasyid Baswedan sudah mendaftar ikut proses Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) bakal calon gubernur Jakarta. Meski pernah diusung PKB di Pilpres 2024, Anies harus tetap mengikuti tahapan untuk mendapatkan dukungan dari PKB di Pilgub Jakarta 2024.
"Ya kan Pak Anies elektabilitas masih tinggi kan, nanti ikuti apa yang menjadi arah desk Pilkada. Ya Pak Anies sudah daftar di DKI nanti dipanggil," ujar Gus Jazil, sapaan akrabnya, kepada awak media usai UKK Bacagub Sumatera Utara (Sumut) di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Selasa (4/6/2024).
Gus Jazil mengatakan, pihaknya akan mencari sosok yang berpeluang besar untuk menang di Pilgub Jakarta. "Sepanjang ini baru tingkat wacana. Pandangan orang per orang belum smpai pada keputusan. Karena keputusan itu banyak hal. Selain elektoral, visi, komitmen termasuk jaminan untuk menang. Jadi Pak Anies masuk di situlah. Kalau nyalon harus mengikuti mekanisme yang diatur oleh partai. Beliau sudah daftar di PKB," katanya.
Terkait koalisi partai politik di Pilkada 2024 akan memiliki dinamika yang berbeda dengan koalisi Pilpres 2024. "Kalau pilkada konteksnya bukan lagi koalisi koalisi di pilpres, konteksnya adalah bagaimana melihat daerah masing-masing provinsi dengan seluruh kompleksitasnya sekaligus keunggulan calon gitu," kata Jazilul Fawaid.
"Ya kan Pak Anies elektabilitas masih tinggi kan, nanti ikuti apa yang menjadi arah desk Pilkada. Ya Pak Anies sudah daftar di DKI nanti dipanggil," ujar Gus Jazil, sapaan akrabnya, kepada awak media usai UKK Bacagub Sumatera Utara (Sumut) di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Selasa (4/6/2024).
Gus Jazil mengatakan, pihaknya akan mencari sosok yang berpeluang besar untuk menang di Pilgub Jakarta. "Sepanjang ini baru tingkat wacana. Pandangan orang per orang belum smpai pada keputusan. Karena keputusan itu banyak hal. Selain elektoral, visi, komitmen termasuk jaminan untuk menang. Jadi Pak Anies masuk di situlah. Kalau nyalon harus mengikuti mekanisme yang diatur oleh partai. Beliau sudah daftar di PKB," katanya.
Terkait koalisi partai politik di Pilkada 2024 akan memiliki dinamika yang berbeda dengan koalisi Pilpres 2024. "Kalau pilkada konteksnya bukan lagi koalisi koalisi di pilpres, konteksnya adalah bagaimana melihat daerah masing-masing provinsi dengan seluruh kompleksitasnya sekaligus keunggulan calon gitu," kata Jazilul Fawaid.
Lihat Juga :