Ketua YLBHI: Cara Kerja Buzzer Merusak Demokrasi

Kamis, 20 Agustus 2020 - 13:45 WIB
loading...
Ketua YLBHI: Cara Kerja...
Ketua YLBHI Asfinawati menyatakan influencer dapat mengurangi kualitas demokrasi. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kemajuan teknologi informasi (TI) memberikan sisi positif dan negatif bagi iklim demokrasi Indonesia. Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati mengatakan dunia digital itu bisa menjadi peluang dan gangguan bagi demokrasi.

TI mendorong pemerintah menjadi lebih responsif dalam melayani dan menanggapi keluhan masyarakat. Bahkan, masyarakat bisa bercakap-cakap dengan akun media sosial (medsos) presiden, kementerian, dan gubernur. Walaupun itu mungkin dikendalikan oleh operator. (Baca juga: ICW Sebut Dana Aktivitas Digital Pemerintah Meningkat Sejak 2017 )

Asfinawati menerangkan, TI membuat data pemerintah menjadi transparan. Asumsinya, dengan semua kebijakan, program, dan kegiatan diunggah ke situs dan media sosial, orang akan mudah mengaksesnya. Dahulu, untuk mencari data rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) atau tata ruang, masyarakat harus datang ke instansi dan mengajukan izin. (Baca juga: Ditemui Purnawirawan TNI, Rizal Ramli Ngomong soal Buzzer )

Namun, ada sisi gelap dunia digital dengan maraknya penggunaan jasa influencer atau buzzer . Asfinawati menyatakan influencer dapat mengurangi kualitas demokrasi. "Buzzer secara prinsip tidak mempunyai basis moral untuk ada di suasana demokrasi," ujarnya dalam diskusi daring dengan tema "Rezim Humas: Berapa Miliar Anggaran Influencer?", Kamis (20/8/2020).

Masalah lain dari influencer ini membuat masyarakat menjadi tidak bisa membedakan mana pendapat pribadi dan iklan. Ini berbeda dengan iklan di media massa yang selalu menunjukan mana berita dan iklan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ferdinand: Pernyataan...
Ferdinand: Pernyataan Tiyo Soal Teror Alat Penyadap Masuk Kategori Penyebaran Hoaks
2 Jam Diperiksa Polda...
2 Jam Diperiksa Polda Metro Jaya, Ketum YLBHI Ditanya soal Pembentukan Tim Investigasi Kasus Andrie Yunus
YLBHI Desak Polda Metro...
YLBHI Desak Polda Metro Jaya Naikkan Status Perkara Andrie Yunus
Fenomena Hijrah Digital...
Fenomena Hijrah Digital dan Influencer Agama Harus Diiringi Kedalaman Ilmu
Opini Influencer yang...
Opini Influencer yang Tidak Kompeten Dinilai Berbahaya bagi Penegakan Hukum
Influencer Ferry Irwandi...
Influencer Ferry Irwandi Kritik Kejagung, Pakar Hukum: Ada Potensi Membuat Sesat Pikir
Kasus Hanania Travel:...
Kasus Hanania Travel: 16 Influencer Diperiksa, Rp110 Juta Uang Saku Disita Polisi
Awkarin Penuhi Panggilan...
Awkarin Penuhi Panggilan Polisi, Diperiksa Terkait Kasus Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel
7 Tips Konten Review...
7 Tips Konten Review Produk agar Viral dan Dilirik Brand ala Dannisa Utami
Rekomendasi
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
Setan Merah Comeback,...
Setan Merah Comeback, Laga Belgia vs Senegal Berlanjut ke Extra Time
Berita Terkini
Hari Ini Sidang Perdana...
Hari Ini Sidang Perdana Dokter Tifa, Area PN Jaktim Disekat Ketat
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas...
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas di Tengah Tarik-Menarik Kepentingan Laut China Selatan
Lelang Jabatan Sekda,...
Lelang Jabatan Sekda, Bupati Kuansing Minta Mobil Land Cruiser
Fuad Hasan Mangkir dari...
Fuad Hasan Mangkir dari Panggilan Penyidik, KPK: Sedang di Luar Negeri
Wali Kota Agustina Dorong...
Wali Kota Agustina Dorong Gerakan Nasional Penyelamatan Heritage Kota Maritim
HUT ke-118, Ikatan Notaris...
HUT ke-118, Ikatan Notaris Indonesia Dorong Penegakan Etik dan Adaptasi Digital
Infografis
Profil Anggito Abimanyu,...
Profil Anggito Abimanyu, Ketua LPS yang Didukung Menkeu Purbaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved