alexametrics

Perindo Sangat Berpeluang Lolos Parliamentary Threshold

loading...
Perindo Sangat Berpeluang Lolos Parliamentary Threshold
Perindo Sangat Berpeluang Lolos Parliamentary Threshold
A+ A-
JAKARTA - Sejumlah hasil survei nasional menyebutkan Partai Perindo sebagai satu-satunya partai politik (parpol) baru yang paling berpotensi lolos Parliamentary Threshold (PT). Peluang itu diperkuat dengan hasil survei internal yang sudah di angka 4,7%.
CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali mengakui bahwa melihat sejumlah hasil survei, baik di survei internal yang sudah di angka 4,7% atau survei nasional lainnya, dari semua parpol baru, peluang Perindo untuk lolos PT 4% memang lebih besar.

Dengan adanya momentum kampanye terbuka mulai 24 Maret nanti, di mana Perindo bakal mengombinasikan kekuatan udara dengan kekuatan serangan darat yang dilakukan kader, caleg, pengurus, dan relawan partai, elektabilitas Perindo mempunyai peluang untuk naik.

“Ketika kampanye sudah boleh terbuka, pasti ada efeknya. Tapi soal berapa besar, itu kita lihat nanti. Secara teoritis, kampanye udara lebih berfungsi memperkuat polularitas. Popularitas Perindo bisa lebih tinggi,” ungkap Hasan di Jakarta, kemarin.



Namun, Hasan menegaskan bahwa kekuatan udara dinilai tidak cukup. Sehingga, Perindo harus menyinergikan dengan serangat darat melalui agresitivitas para caleg yang bertarung di setiap daerah pemilihan (dapil) masing-masing. “Kampanye udara sangat membantu caleg. Kalau kampanye udaranya tinggi tapi calegnya loyo, maka tak akan membantu banyak. Tapi kalau kampanye udara masif dan caleg bergerak agresif, ini sangat membantu,” paparnya.

Di sisi lain, isu yang diusung Perindo yaitu mengenai peningkatan kesejahteraan rakyat dinilai Hasan sesuai dengan isu yang menjadi perhatian publik selama ini. Menurut dia, dari berbagai survei yang dilakukan, isu ekonomi, tenaga kerja, dan stabilitas harga bahan pokok selalu menjadi perhatian utama para pemilih.

“Kalau Perindo aktif menyuarakan itu, maka sesuai ekspektasi para pemilih. Ini yang perlu dieksplorasi lebih jauh dengan bahasa yang bisa diterima para pemilih,” ujarnya. Senada diungkapkan pengamat politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Nyarwi Ahmad. Menurut dia, jika ada angka survei yang menyebutkan elektabilitas Perindo sudah 4,7%, maka secara logika memang berpotensi lolos ke parlemen karena mengacu pada aturan batas minimal parlemen, parliamentary threshold (PT) hanya 4%.

“Kalau mengacu pada survei itu, maka peluang lolos jelas besar,” katanya. Namun, diakuinya tantangan yang terjadi di lapangan memang tidak mudah. Persaingan terjadi baik di internal caleg maupun antarpartai. Para caleg Perindo juga harus siap bersaing dengan caleg-caleg yang memiliki elektabilitas tinggi di berbagai daerah.

“Kondisi tokoh lokal yang punya pengaruh itu juga menentukan di masing-masing dapil. Tapi secara umum Perindo ini cukup peluangnya ada. Artinya berhasil dari marketing politic melalui media massa,” paparnya. Bagi para caleg Perindo, angka elektabilitas 4,7% merupakan modal untuk lebih percaya diri dalam berkompetisi menghadapi pemilu.

Meski diakuinya, dengan kompetisi yang begitu ketat, bukan hal mudah bagi parpol baru untuk lolos PT. “Itu tantangan juga bagi Perindo,” ungkap Presidential Studies-DECODE UGM ini. Sebelumnya, Ketua Umum DPP Partai Perindo Hary Tanoeseodibjo (HT) mengatakan, partainya menargetkan perolehan suara di atas 10% atau double digit dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2019.

Di sisi lain, Perindo juga meminta seluruh kader dan caleg untuk bekerja memenangkan pasangan Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. HT mengatakan, untuk perolehan kursi di DPR ditargetkan sebanyak 60-70%. Saat ini, berdasarkan hasil survei, Perindo sudah memiliki modal elektabilitas sebesar 4,7% secara nasional.

Angka tersebut diyakini akan terus bergerak menyusul masifnya pergerakan mesin partai dalam melakukan upaya pemenangan. Kendati berdasarkan hasil survei Perindo bakal lolos PT, namun HT meminta seluruh kader, relawan, pengurus maupun para caleg untuk tidak lengah.

“Jadi, memasuki kampanye terbuka nanti 24 Maret, tentunya kampanye udara itu akan dilakukan secara maksimal. Baik sisi radio, online, cetak, media sosial, tentunya juga kampanye darat, penggalangan massa. Kami akan selenggarakan pasar murah seluruh Nusantara. Kemudian (kampenye) door to door pengurus dengan membawa visi misi Perindo supaya mereka mengenal,” ujar HT kepada wartawan di sela acara Rakornas Partai Perindo di JIEXPO Convention Center & Theatre, Jakarta, Selasa (20/3).

Sekjen DPP Perindo Ahmad Rofiq mengatakan, hasil survei Perindo yang berada di angka 4,7% merupakan bagian dari modal elektabilitas. Angka yang didapatkan tersebut akan digandakan dengan aktivitas-aktivitas politik yang sangat gencar dilakukan Partai Perindo.

Sebelumnya, dalam hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang dilakukan pada 18-25 Januari 2019 di 34 provinsi di Indonesia, Perindo unggul hampir di seluruh segmen pemilih dalam deretan partai pendatang baru. Enam kantong suara yang disurvei di antaranya kantong pemilih muslim, minoritas, milenial, wong cilik, emak-emak, dan kalangan terpelajar.

“Perindo sebagai partai baru mulai menggeliat, tidak hanya mengungguli partai baru, tapi juga sebagian partai lama,” ujar Peneliti LSI Denny JA Rully Anwar saat merilis hasil survei, beberapa waktu lalu.

Secara umum, elektabilitas Perindo di survei LSI Denny JA sudah mencapai 3,6% mengungguli PPP sebesar 3,5% dan PAN dengan 1,5%. Selanjutnya untuk Hanura, PSI, Garuda, Berkarya, PBB, dan PKPI angka dukungannya masih di bawah 1%. Sementara yang masih belum memutuskan sebanyak 18,4%.

Untuk partai baru, perolehan suara Perindo di segmen partai pilihan populasi sebesar 3,6%. Kemudian disusul Partai Garuda 0,3%; Partai Berkarya 0,1%; dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 0,4%. Pada kantong pemilih minoritas dengan base 15% dari total pemilih, Perindo kembali unggul dengan perolehan suara 1,2%.

Kemudian disusul Partai Garuda 0,6%; Partai Berkarya 0,6%; dan PSI 0,6%. Pada kantong pemilih muslim dengan base 85% populasi, Perindo masih paling unggul dengan perolehan suara 3,4%. Diikuti Partai Garuda 0,3%; Partai Berkarya 0,0%; dan PSI 0,4%. “Di kalangan partai baru, Perindo memimpin pada kantong pemilih muslim,” kata Rully.

Sedangkan pada kantong pemilih milenial dengan base 45% populasi, Perindo justru unggul jauh dibanding partai baru lainnya. Perindo memperoleh suara 5,2%; NasDem 4,8%; PKS 4,6%; PPP 3,5%; PAN 1,7%; Partai Garuda 0,7%; Hanura 0,7%; PSI 0,7%; Berkarya 0,2%; PBB 0,0%; PKPI 0,0%. “Perindo unggul mencolok di partai baru di kalangan pemilih milenial,” papar Rully.

Selain itu di kantong pemilih wong cilik dengan base 50% populasi, Perindo berada di urutan kedelapan, di bawah PPP dan di atas PKS, PAN, dan Hanura. Secara umum pada kantong pemilih ini, Perindo kembali merajai kluster partai baru. Dengan suara 2,6% lalu disusul PKS 1,8%; PAN 1,5%; Hanura 0,7%; Garuda 0,3%; Berkarya 0,0%; PBB 0,0%; PKPI 0,0%; dan PSI 0,0%.

“Perindo memimpin partai baru di pemilih wong cilik,” kata Rully. Sementara itu pada kantong pemilih emak-emak dengan base 50% populasi, Perindo sebagai partai baru mendapat besaran suara 2,6% di atas PAN yang hanya meraih 0,3%; Berkarya 0,2%; Garuda 0,2%; PSI 0,2%; PBB 0,0%; dan PKPI 0,0%.

Pada kantong pemilih terpelajar dengan base 11,5% populasi, Perindo sebagai partai baru mendapat besaran suara 2,8% di atas PPP yang hanya meraih 2,2%; PSI 2,2%; PAN 1,4%; Garuda 1,4%; Berkarya 0,7%; Hanura 0,7%; PBB 0,0%; dan PKPI 0,0%. “Perindo masih memimpin partai baru di pemilih terpelajar, ditempel ketat oleh PSI,” ucap Rully.

Dia menjelaskan, Perindo bisa mengunguli berbagai kantong suara di antara partai baru karena figur ketua umumnya Hary Tanoesoedibjo serta kekuatan korporasi media yang dimilikinya. Modal itu yang kemudian dikapitalisasi menjadi kekuatan elektoral. “Jejaring yang dibentuk Perindo cukup kuat dibanding partai baru yang lain. Perindo partai baru yang punya jejaring hampir sama dengan partai lainnya,” ungkap Rully.
(don)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak