Menag dan BPIP: Kerukunan Beragama Perlu Dijaga

Kamis, 20 Agustus 2020 - 09:17 WIB
loading...
Menag dan BPIP: Kerukunan...
Acara webinar Nalar Kerukunan, Merawat Keberagaman Bangsa, Mengawal NKRI yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Rabu (19/8/2020) di Jakarta.
A A A
JAKARTA - Menteri Agama Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi mengimbau masyarakat untuk terus mengembangkan trilogi kerukunan, utamanya dalam kerangka memperingati Kemerdekaan RI ke-75 dan menyambut Tahun Baru Hijriyah 1442 Hijriyah.

Trilogi kerukunan tersebut meliputi kerukunan internal umat beragama, kerukunan antar umat beragaman, dan kerukunan antara umat beragama dengan Pemerintah. Hal itu diungkapkan Menteri Agama Fachrul Razi dalam acara webinar Nalar Kerukunan, Merawat Keberagaman Bangsa, Mengawal NKRI yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Rabu (19/8/2020) di Jakarta.

Fachrul Razi menjelaskan, Bangsa Indonesia seharusnya bersyukur memiliki negara yang mampu mempersatukan kemajemukan negaranya oleh Pancasila. Menteri Agama menyebut, landasan negara menjadi tuntutan bagi bangsa dan negara serta semua elemen bangsa dalam menjalankan fungsinya masing masing dengan segala umat beragama.

"Lima sila dalam Pancasila adalah titik temu yang mempersatukan keberagaman bangsa menjadi dasar dan norma-norma memberikan arah dalam membangun bangsa yang besar ini. Untuk itulah saya sangat mengapresiasi webinar merawat keberagaman bangsa yang dibuat oleh BPIP,” ucapnya saat memberikan sambutan.

Fachrul juga mengatakan, keragaman yang dimiliki Indonesia saat ini sebagai bangsa harus dikelola secara arif dan adil merupakan tanggung jawab bersama. Menteri Agama selalu mendukung program keagamaan yang sudah dijalankan oleh semua umat beragama serta gagasan sosialisasi yang sudah dibentuk secara bersama.

"Program moderasi merupakan program jangka panjang nasional yang ingin mewujudkan revolusi mental. Moderasi beragama bukan berarti tidak sungguh-sungguh menjalankan agama. Moderasi atau wasatiyyah justru merupakan esensi beragama," ucapnya.

Senada dengan Menteri Agama, Kepala BPIP, Prof Yudian Wahyudi menjelaskan, bahwa momentum peringatan HUT RI dan Tahun Baru Hijriyah selayaknya dipakai sebagai refleksi tentang hubungan mutualistik antara agama dan kebangsaan. Hijrah Nabi ke Madinah menunjukkan kesamaan dengan kemerdekaan dalam hal pembebasan dari keterbelakangan. Ikrar kemerdekaan yang menggarisbawahi persatuan di antara keberagaman juga sejalan dengan Piagam Madinah dalam risalah Nabi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved