Masyarakat Dinilai Masih Tak Tahu Visi-Misi Parpol Peserta Pemilu

Kamis, 14 Maret 2019 - 17:53 WIB
Masyarakat Dinilai Masih...
Masyarakat Dinilai Masih Tak Tahu Visi-Misi Parpol Peserta Pemilu
A A A
JAKARTA - Pemilihan umum serentak hanya menyisakan puluhan hari lagi bagi para pemilih. Publik pun selalu disibukan dengan persiapan para perserta pemilu, seperti calon presiden dan calon wakil presiden.

Peneliti Formappi Lucius Karus mengatakan, publik pun dibuat lupa pada pemilu serentak tersebut, rakyat juga akan memilih para legislator yang didapuk dari partai politik (parpol).

Menurut Lucius, ini harus dihadirkan sesuatu yang bebeda, karena rakyat seakan susah untuk memilih karena menganggap semua partai politik sama saja.

"Misal menghadirkan debat antar parpol, karena bagi saya sangat sulit membedakan, mereka dibedakan karena mendukung capres, misal Golkar dan Berkarya karena sama-sama kuning," ujar Lucius dalam diskusi di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (14/3/2019).

(Baca juga: KPU Ajak Jokowi-Prabowo Nobar Film Pemilu, TKN Sebut Langkah Positif)

Karius menjelaskan, bahwa pemilih dalam hal ini rakyat, merasa tidak tahu apa saja yang membedakan dari parpol satu dengan hal lainnya termasuk dari segi visi misi. Karena pemilih hanya tahu visi misi dari capres-cawapres saja.

"Karena menilai satu dan lainnya sulit visi misi parpol tidak muncul, yang ramai hanya visi misi capres apa pentingnya begitu banyak partai kalo kemudian hanya punya dua perbedaan visi misi dari Capres cawapres yang didukung para parpol," jelasnya.

Selain itu, Karius mengingatkan bagi para parpol untuk memberitahukan visi misi dan membuka data diri seluas mungkin para legislatornya kepada publik. Hal tersebut dilakukan agar publik tau siapa yang mereka pilih pada 17 April 2019 mendatang.

"Penting memperhatikan kualitas pileg, dengan membuka data diri penting juga bagi partai untuk menunjukan dimana letak perbedana partai sehingga ada keinginan kuat untuk memilih parpol tersebut," ungkapnya.

"Kalau tidak ada yang bisa menjelasakan parpolnya berbeda dari parpol lain jadi tidak penting banyak parpol," tutupnya.
(maf)
Berita Terkait
Mengenal Profil Partai...
Mengenal Profil Partai Gelora, dari Sejarah, Struktur, Asas hingga Jatidiri
5 Provinsi Lumbung Suara...
5 Provinsi Lumbung Suara Partai Demokrat di Pemilu 2019
3 Partai Politik Penguasa...
3 Partai Politik Penguasa Pulau Jawa pada Pemilu 2019
5 Lumbung Suara Partai...
5 Lumbung Suara Partai Nasdem Pada Pemilu 2019, dari Sumatera hingga Papua
5 Partai Politik dengan...
5 Partai Politik dengan Kursi Terbanyak di DPRD Jawa Timur, PDIP Memimpin
7 Provinsi Penyumbang...
7 Provinsi Penyumbang Terbesar Suara Partai Gerindra di Pemilu 2019
Berita Terkini
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Infografis
Gelar Sarjana Tak Cukup,...
Gelar Sarjana Tak Cukup, Masih Berliku untuk Menjadi Dokter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved