Kapolri Tito Karnavian Sebut Terduga Teroris di Sibolga Jaringan ISIS

Rabu, 13 Maret 2019 - 11:41 WIB
Kapolri Tito Karnavian...
Kapolri Tito Karnavian Sebut Terduga Teroris di Sibolga Jaringan ISIS
A A A
MEDAN - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian menyebutkan terduga teroris di Sibolga, Sumatera Utara (Sumut) itu diduga merupakan jaringan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Hal itu disampaikan saat melakukan kunjungan silaturahmi di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Kautsar Al Akbar, Jalan Pelajar Timur, Medan, Selasa (12/3/2019) malam. "Kena paham ISIS ini. Kelompok ini sudah dijajaki Densus. Berafiliasi kepada pendukung ISIS. Penangkapan ini hasil pengembangan yang dilakukan di Lampung," terang Jenderal Tito, Selasa (12/3/2019) malam.

Dikatakannya, saat di Lampung, Densus 88 Mabes Polri telah menangkap RIN alias PS (23) dari Kelurahan Panengahan, Kedaton, Bandar Lampung, Sabtu (9/3/2019). Densus juga menemukan sejumlah benda mencurigakan diduga alat membuat bom rakitan. Densus 88 juga telah menangkap tiga orang terduga teroris dalam penggrebekan di Lampung dan Sibolga, Selasa (12/3/2019).

Berdasarkan keterangan tersangka RIN, sambung Kapolri, tim bergerak ke Sibolga. Di Sibolga ada tiga orang yang masih dalam satu jaringannya. Densus bergerak ke Jalan Cendrawasih, Kota Sibolga. Saat masuk ke dalam rumah, pelaku sudah bersiap hingga Sebuah bom meledak dan dua personil Polri terluka.

Selanjutnya, tim melakukan pengembangan, sehingga dua rekannya berhasil ditangkap. "Dua lagi temannya di daerah Sibolga juga sudah ditangkap," ujar Tito tanpa menyebutkan identitas dan lokasi penangkapan para terduga teroris.

Namun hingga malam, lanjut Tito, Polisi masih melakukan negosiasi. Pasalnya istri salah seorang terduga pelaku di Jalan Cendrawasih belum juga mau menyerah. Wanita itu tetap bertahan bersama tiga anaknya. Negosiasi berlangsung alot. Tito berharap istri pelaku bisa keluar dari dalam rumah untuk berdialog.

Namun, kata Tito, ketika anggota akan masuk ke rumahnya, diberitahu suaminya, bahwa di rumah itu ada bom. "Dan kita bisa selamatkan, anaknya dalam keadaan baik. Apapun tentunya, kita sudah siap dengan berbagai risikonya," tegasnya.
(pur)
Berita Terkait
Mabes Polri Diserang...
Mabes Polri Diserang Teroris, Densus 88 Anti Teror Ringkus Habib Warga Kabupaten Bandung
Pengamat Sebut Penyerangan...
Pengamat Sebut Penyerangan Mabes Polri Aksi Teror ke-553 Sejak Tahun 2000
Aksi Terorisme Mabes...
Aksi Terorisme Mabes Polri, Presiden : Tingkatkan Kewaspadaan
Polri Sebut Sudah 10...
Polri Sebut Sudah 10 Terduga Teroris Ditangkap di Jakarta
KAI Buka Suara Terkait...
KAI Buka Suara Terkait Penangkapan Satu Pegawai Terduga Teroris
16 Tersangka Teroris...
16 Tersangka Teroris Ditangkap di Sumbar, BNPT: NII Harus Diwaspadai
Berita Terkini
JPU Sebut Kasus Chromebook...
JPU Sebut Kasus Chromebook Nadiem termasuk White Collar Crime, Kuasa Hukum Terkejut
PDIP Dorong Program...
PDIP Dorong Program MBG Beralih ke Dapur Berbasis Sekolah
Ogah Tanggapi Laporan...
Ogah Tanggapi Laporan Roy Suryo, Rismon: Saya Fokus Bikin Buku Gibran
Indonesia Kompeten 2045,...
Indonesia Kompeten 2045, Wamenaker Dorong Kampus Perkuat Sertifikasi Kompetensi
Kecewa JPU Tolak Pledoi,...
Kecewa JPU Tolak Pledoi, Nadiem Makarim: Fakta Persidangan Diabaikan
Wamenkum Ungkap Alasan...
Wamenkum Ungkap Alasan Usia Pensiun Kapolri Bisa Diperpanjang
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved