Di Ijtima Ulama, Wapres: Teror Bukan Jihad, Harus Diperangi

Rabu, 29 Mei 2024 - 18:23 WIB
loading...
Di Ijtima Ulama, Wapres:...
Wapres KH Ma’ruf Amin menegaskan teror bukan jihad yang harus diperangi. Foto/SINDOnews/binti mufarida
A A A
BANGKA BELITUNG - Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin menegaskan teror bukan jihad dan jihad bukan teror. Oleh karena itu, teror harus diperangi. Penegaskan ini juga sudah diputuskan dalam Ijtima Ulama Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Pernah dibahas juga bahwa teror bukan jihad, jihad bukan teror, teror syai'un wal jihadu syai'un akhor, karena itu teror harus diperangi, jihad merupakan kewajiban. Sehingga ini diberikan (fatwa),” tegas Wapres saat memberikan sambutan pada Ijtima Ulama di Pesantren Bahrul Ulum Islamic Center, Sungailiat, Bangka, Provinsi Bangka Belitung, Rabu (29/5/2024).

Tak hanya itu, Wapres juga mengatakan separatisme yang ada di Indonesia harus diperangi. “Di sini (Ijtima Ulama) juga pernah diputuskan tentang separatisme, separatisme itu adalah bughat, pemberontakan yang harus diperangi, itu fatwa majelis ulama,” ujarnya.

Baca juga: Buka Ijtima Ulama Komisi Fatwa, Wapres: Tanggung Jawab Ulama Menjaga Negara

Pada kesempatan itu, Wapres juga mengungkapkan bahwa retribusi lahan juga pernah dibahas pada Ijtima Ulama. Mengingat, banyak lahan-lahan yang dikuasai oleh kelompok-kelompok besar hanya untuk mengambil kekayaan.

“Di sini juga pernah ada pembicaraan tentang redistribusi lahan, di dalam Ijtima Ulama ini, karena apa? Karena lahan-lahan ini banyak dikuasai oleh kelompok besar supaya tidak, kekayaan itu duulatan bainal aghniya maka itu kemudian ada terjadi redistribusi lahan untuk perhutanan sosial,” papar Wapres.

“Saya kira itu selama tujuh kali pertemuan (Ijtima Ulama), banyak sekali kontribusi yang diberikan di dalam membangun negara, keumatan dan juga tentang perundang-undangan,” pungkasnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemenag Dukung MUI Desak...
Kemenag Dukung MUI Desak Aturan Tegas Jerat Pelaku LGBT
MUI Desak Hukuman Tegas...
MUI Desak Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT
Dikuntit OTK, Islah...
Dikuntit OTK, Islah Bahrawi Sebut Polanya Mirip Kasus Andrie Yunus
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
MUI Minta Presiden Prabowo...
MUI Minta Presiden Prabowo Selamatkan 5 WNI yang Ditangkap Israel
MUI Minta Komdigi Blokir...
MUI Minta Komdigi Blokir dan Perketat Pengawasan Akses Platform Judi Online
MUI Ajak Umat Islam...
MUI Ajak Umat Islam Jadikan Iduladha Momentum Perkuat Persatuan dan Tingkatkan Kepedulian
Beda Fatwa dengan MUI...
Beda Fatwa dengan MUI Soal Dam Haji, Kemenhaj: Bukan Paksakan, Tapi Sediakan Keleluasaan Fiqh Haji
MUI Tegaskan Penyembelihan...
MUI Tegaskan Penyembelihan Hewan DAM Harus di Tanah Suci
Rekomendasi
Lulus PMKNU, Gus Salam...
Lulus PMKNU, Gus Salam Penuhi Syarat Administratif Calon Ketua Umum PBNU
Ruben Onsu Curhat, Konflik...
Ruben Onsu Curhat, Konflik dengan Sarwendah Bikin Lelah Fisik dan Mental
Kisah Yasin Ayari dan...
Kisah Yasin Ayari dan Gol Perdana Swedia di Piala Dunia Setelah 2.893 Hari
Berita Terkini
Jaksa Agung Serahkan...
Jaksa Agung Serahkan Hasil Pemulihan Aset Rp1,22 Triliun ke Purbaya
Pangdivif 2 Kostrad...
Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Pimpin Sertijab Jabatan Strategis, Ini Namanya
Tarian Tradisional Sambut...
Tarian Tradisional Sambut Kedatangan Presiden Jerman Steinmeier di Halim
Kasus Kuota Haji, KPK...
Kasus Kuota Haji, KPK Panggil Bos Maktour Hari Ini
Presiden Jerman Steinmeier...
Presiden Jerman Steinmeier Tiba di Indonesia, Berikut Agenda Lengkapnya
Nama Dirjen Bea Cukai...
Nama Dirjen Bea Cukai Disebut di Persidangan, Siapa Layak Jadi Penggantinya?
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved