Pendokumentasian Kisah Keluarga Tionghoa di Pedesaan/Kota Kecil
Selasa, 28 Mei 2024 - 12:48 WIB
loading...
A
A
A
Karena Giok Sin sangat cekatan dan tekun dalam bekerja, ia disukai oleh mertua perempuannya. Man Lie, menyukai Giok Sin karena Man Lie melihat bahwa Giok Sin adalah seorang perempuan yang bisa menjadi soko guru keluarga. Man Lie sendiri adalah seorang perempuan yang tidak cantik yang dinikahkan dengan pemuda yang tak suka bekerja. Man Lie lah yang menjadi penopang ekonomi keluarganya. Sementara suaminya yang menganggur lebih suka bermain judi.
baca juga: Tionghoa dalam Pendidikan Sejarah di Indonesia
Giok Sin berhasil mengelola toko keluarga mertuanya dan bahkan membesarkannya. Giok Sin juga diwarisi usaha terasi oleh mertuanya. Bahkan Man Lie mewanti-wanti agar usaha terasi tersebut tidak ditutup karena usaha terasi tersebut memberi hidup banyak keluarga. Usaha terasi ini berhasil direvitalisasi sehingga menjadi sebuah toko ikonik bagi para pelancong yang berwisata di Kota Juwana. Giok Sin berhasil mengemban amanah dari sang mertua.
Novel ini menggambarkan konflik antara keluarga Giok Sin dengan keluarga Gwat Mey. Sepertinya konflik yang dituliskan oleh Tisnawati di novel ini adalah sebuah kisah nyata. Sebuah konflik yang benar-benar terjadi. Anak-anak Gion Sin yang dididik dengan disiplin, menjadi anak-anak yang tumbuh penuh tanggungjawab. Sementara anak-anak Gwat Mey tumbuh menjadi anak-anak manja.
Kemerosotan ekonomi Gwat Mey membuat mereka kembali tinggal bersama dengan Giok Sin di Juwana. Karena merasa menjadi pewaris usaha keluarga, Gwat Mey merongrong Giok Sin untuk membiayai gaya hidupnya yang boros. Sampai suatu hari, Gwat Mey menuntut supaya kekayaan keluarga tersebut dibagi dua. Giok Sin yang tangguh berhasil membayar separuh hak yang dituntut oleh Gwat Mey, sehingga usaha keluarga tersebut sepenuhnya menjadi milik keluarga Giok Sin.
Pendokumentasian kisah keluarga Tionghoa di pedesaan atau kota kecil seperti kisah Giok Sin ini mempunyai nilai yang tinggi, kentai kisah mereka kurang menarik untuk ditulis sebagai karya sejarah murni. Di satu sisi, kisah-kisah seperti ini sangat sayang kalau hilang ditelan kala. Pilihan untuk menuangkan dalam bentuk karya fiksi adalah strategi yang jitu. Melalui karya fiksi, dokumentasi tentang kehidupan keluarga Tionghoa di pedesaan dan di kota-kota kecil bisa diabadikan dan tetap menarik untuk dibaca. Terima kasih Tisnawati Simowibowo.
baca juga: Tionghoa dalam Pendidikan Sejarah di Indonesia
Giok Sin berhasil mengelola toko keluarga mertuanya dan bahkan membesarkannya. Giok Sin juga diwarisi usaha terasi oleh mertuanya. Bahkan Man Lie mewanti-wanti agar usaha terasi tersebut tidak ditutup karena usaha terasi tersebut memberi hidup banyak keluarga. Usaha terasi ini berhasil direvitalisasi sehingga menjadi sebuah toko ikonik bagi para pelancong yang berwisata di Kota Juwana. Giok Sin berhasil mengemban amanah dari sang mertua.
Novel ini menggambarkan konflik antara keluarga Giok Sin dengan keluarga Gwat Mey. Sepertinya konflik yang dituliskan oleh Tisnawati di novel ini adalah sebuah kisah nyata. Sebuah konflik yang benar-benar terjadi. Anak-anak Gion Sin yang dididik dengan disiplin, menjadi anak-anak yang tumbuh penuh tanggungjawab. Sementara anak-anak Gwat Mey tumbuh menjadi anak-anak manja.
Kemerosotan ekonomi Gwat Mey membuat mereka kembali tinggal bersama dengan Giok Sin di Juwana. Karena merasa menjadi pewaris usaha keluarga, Gwat Mey merongrong Giok Sin untuk membiayai gaya hidupnya yang boros. Sampai suatu hari, Gwat Mey menuntut supaya kekayaan keluarga tersebut dibagi dua. Giok Sin yang tangguh berhasil membayar separuh hak yang dituntut oleh Gwat Mey, sehingga usaha keluarga tersebut sepenuhnya menjadi milik keluarga Giok Sin.
Pendokumentasian kisah keluarga Tionghoa di pedesaan atau kota kecil seperti kisah Giok Sin ini mempunyai nilai yang tinggi, kentai kisah mereka kurang menarik untuk ditulis sebagai karya sejarah murni. Di satu sisi, kisah-kisah seperti ini sangat sayang kalau hilang ditelan kala. Pilihan untuk menuangkan dalam bentuk karya fiksi adalah strategi yang jitu. Melalui karya fiksi, dokumentasi tentang kehidupan keluarga Tionghoa di pedesaan dan di kota-kota kecil bisa diabadikan dan tetap menarik untuk dibaca. Terima kasih Tisnawati Simowibowo.
Lihat Juga :