Perangi Hoaks, iNews Resmi Bergabung Koalisi Cek Fakta
Sabtu, 25 Mei 2024 - 09:34 WIB
loading...
A
A
A
Nantinya program Viral tapi Hoaks dalam bentuk audio video akan juga muncul dalam bentuk teks di Portal iNews.id.
Kendati Pemilu 2024 telah usai, bukan berarti hoaks berhenti bertebaran di media sosial. Informasi yang menyesatkan itu tetap saja berseliweran. Atas dasar itu, Cek Fakta terus memperluas keanggotaannya hingga mencapai 100 media per April 2024.
Koordinator Koalisi Cek Fakta Adi Marsela mengapresiasi antusiasme media yang ingin ikut berperang melawan hoaks. Terlebih dengan kemajuan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), hoaks kini tak hanya sekadar disinformasi sederhana.
“Minat media dalam menyampaikan konten bertanggung jawab sangat tinggi, maka tahun ini kami menyempurnakan konsep keanggotaan agar semakin banyak pihak bisa berkontribusi memproduksi dan mendistribusikan konten CekFakta.com,” kata Adi.
Dalam Indonesia Fact Checking Summit (IFCS) yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bersama Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) dan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) dengan dukungan Google News Initiative (GNI), beberapa waktu lalu ditekankan bahwa pencari fakta harus lebih fokus dari sekadar mendeteksi konten ucapan kebencian ke tingkat yang lebih serius dan mengidentifikasi kembali apa itu disinformasi.
Kendati Pemilu 2024 telah usai, bukan berarti hoaks berhenti bertebaran di media sosial. Informasi yang menyesatkan itu tetap saja berseliweran. Atas dasar itu, Cek Fakta terus memperluas keanggotaannya hingga mencapai 100 media per April 2024.
Koordinator Koalisi Cek Fakta Adi Marsela mengapresiasi antusiasme media yang ingin ikut berperang melawan hoaks. Terlebih dengan kemajuan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), hoaks kini tak hanya sekadar disinformasi sederhana.
“Minat media dalam menyampaikan konten bertanggung jawab sangat tinggi, maka tahun ini kami menyempurnakan konsep keanggotaan agar semakin banyak pihak bisa berkontribusi memproduksi dan mendistribusikan konten CekFakta.com,” kata Adi.
Dalam Indonesia Fact Checking Summit (IFCS) yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bersama Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) dan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) dengan dukungan Google News Initiative (GNI), beberapa waktu lalu ditekankan bahwa pencari fakta harus lebih fokus dari sekadar mendeteksi konten ucapan kebencian ke tingkat yang lebih serius dan mengidentifikasi kembali apa itu disinformasi.
Lihat Juga :