Debat Ketiga Cawapres Cawapres, KPU Pangkas Kursi Pendukung

Kamis, 28 Februari 2019 - 09:04 WIB
Debat Ketiga Cawapres...
Debat Ketiga Cawapres Cawapres, KPU Pangkas Kursi Pendukung
A A A
JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan memangkas jumlah kursi pendukung dalam debat ketiga cawapres yang akan digelar pada 17 Maret mendatang dengan tema pendidikan kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya.

Komisioner KPU, Wahyu Setiawan menyatakan masing masing pendukung pasangan capres dan cawapres akan diberikan jatah kursi sebanyak 75 undangan.

"Masing-masing pendukung paslon 75 orang. Kemudian undangan KPU sisanya. Kapasitas kursi tempat duduk ada 450. Sehingga silakan dihitung sendiri. Kami asumsikan ya nanti daya tampung 500. Ya 75 kali dua, lalu undangan KPU sisanya ada 300," ujarnya di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Rabu (27/2/2019).

(Baca juga: Sandi Dukung KH Ma'ruf Gunakan Ayat-ayat Saat Debat)


Menurutnya, jumlah atau kouta sebanyak itu belum termasuk untuk masyarakat yang ingin menyaksikan secara langsung pada saat debat pilpres nanti berlangsung dengan peserta cawapres. "Yang soal dari masyarakat belum diputuskan. Selasa pekan depan diputuskan," jelasnya.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua KPU Arief Budiman yang menyatakan undangan hanya akan diberikan pada 450 tamu. Kesepakatan itu telah disetujui Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang turut hadir dalam pembahasan debat ketiga.

"Kesimpulan sementara kita akan kita kurangi separuh dari yang kemarin itu sekitar 75 orang tiap paslon. KPU tetap akan mengundang 300. Total kursi kapasitas yang tersedia itu hanya sekitar 450. Diharapkan itu lebih tenang nanti suasananya," ucapnya.

Menurutnya, jumlah penonton yang lebih sedikit akan membuat jalannya debat berlangsung lebih kondusif. Debat kedua 17 Februari lalu, tercatat sekitar 600 undangan memenuhi ruangan debat di Hotel Sultan, Jakarta.

"Kemarin terlihat terlalu sesak maka kita kurangi kapasitas. Awalnya KPU mengatur dikurangi dari 140 yang kemarin jadi 50, tapi mereka keberatan agak susah mengatur karena tim intinya saja jumlahnya sudah lebih dari 50," jelasnya.

(Baca juga: Jelang Debat Ketiga, Sandiaga Himpun Masukan Sejumlah Tokoh)


Sementara itu, Wakil Direktur Saksi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi- Ma'ruf Amin, Lukman Edy mengatakan, pihaknya keberatan terkait pengurangan jumlah penonton. Dia malah meminta tim penyelenggara bertindak tegas untuk mengantisipasi kegaduhan.

"Debat pertama tertib karena moderator bisa langsung melihat penonton. Mana yang ribut, penonton bisa ditegur. Debat kedua, moderator membelakangi, jadi itu kami minta KPU koreksi. Kalau misal set tetap moderator membelakangi penonton, harus ada petugas lain yang memantau dinamika penonton," ungkapnya.

Dia mengungkapkan, seharusnya penyelenggara dan pengawas debat tegas dalam mengatasi keributan penonton seperti pada debat pertama. "Mereka tegas. Nggak boleh yel-yel, nanti kalau off air baru. Itu kan tertib," ujarnya.
(kri)
Berita Terkait
Heboh Soal Debat Capres,...
Heboh Soal Debat Capres, Begini Aturannya Menurut KPU
KPU Pastikan Debat Capres...
KPU Pastikan Debat Capres 2024 Dihadiri Penonton
KPU Enggak Gelar Nobar...
KPU Enggak Gelar Nobar Debat Capres dan Cawapres 2024
Calon Anggota KPU Ini...
Calon Anggota KPU Ini Dicecar DPR soal Ratusan Petugas KPPS Meninggal
KPU RI: Debat Capres...
KPU RI: Debat Capres Digelar 3 Kali, Cawapres 2 Kali
KPU Diminta Bikin Debat...
KPU Diminta Bikin Debat Pilpres 2024 Lebih Panas
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
6 Fakta Garda Revolusi...
6 Fakta Garda Revolusi Iran, Pasukan Elite Pendukung Ali Khamenei
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved