Cerita Panglima TNI Mengintai selama 7 Hari di Hutan saat Lumpuhkan Tokoh Fretilin
Kamis, 23 Mei 2024 - 07:05 WIB
loading...
A
A
A
Di Markas Batalyon 328 Cilodong, Agus Subiyanto menjalani pelatihan Syiwa Yudha yang cukup keras dan menguras tenaga selama sembilan bulan lamanya. Dari Markas Batalyon 328, Agus Subiyanto kemudian dibawa ke Bukit Hambalang, Bogor untuk mengikuti latihan ilmu medan selama 10 hari.
Baca juga: HUT ke-72 Kopassus, Panglima TNI Berikan Pesan Menyentuh untuk Korps Baret Merah
Di sana, Agus Subiyanto ditempa menjadi pasukan pemburu. Sebab untuk menghadapi kelompok bersenjata Fretilin yang banyak tinggal di hutan belantara taktik terbaik adalah gerilya. Pelatihan dan pembekalan itu yang mendasari Letkol Inf. Prabowo Subianto membentuk pasukan dengan sandi Rajawali.
“Sebagai tentara gerilya, aku diajarkan untuk bisa bersembunyi di mana pun, bisa dengan cepat berpindah-pindah, menyerang sekonyong-konyong lalu menghilang, bergerak senyap,” tuturnya, Kamis (23/5/2024).
Dalam pelatihan survival, Agus Subiyanto mengaku pernah dilepas di hutan selama 2-3 hari tanpa perbekalan. Untuk bertahan hidup, dia memakan lumut hati yang biasa menempel di bebatuan dan alang-alang.
“Selama di hutan, aku juga diajarkan untuk melatih penciuman agar sensitif, karena lawan ku adalah orang-orang yang lama tinggal di hutan yang sangat mengerti setiap sisi hutan,” sambungnya.
Baca juga: HUT ke-72 Kopassus, Panglima TNI Berikan Pesan Menyentuh untuk Korps Baret Merah
Di sana, Agus Subiyanto ditempa menjadi pasukan pemburu. Sebab untuk menghadapi kelompok bersenjata Fretilin yang banyak tinggal di hutan belantara taktik terbaik adalah gerilya. Pelatihan dan pembekalan itu yang mendasari Letkol Inf. Prabowo Subianto membentuk pasukan dengan sandi Rajawali.
“Sebagai tentara gerilya, aku diajarkan untuk bisa bersembunyi di mana pun, bisa dengan cepat berpindah-pindah, menyerang sekonyong-konyong lalu menghilang, bergerak senyap,” tuturnya, Kamis (23/5/2024).
Dalam pelatihan survival, Agus Subiyanto mengaku pernah dilepas di hutan selama 2-3 hari tanpa perbekalan. Untuk bertahan hidup, dia memakan lumut hati yang biasa menempel di bebatuan dan alang-alang.
“Selama di hutan, aku juga diajarkan untuk melatih penciuman agar sensitif, karena lawan ku adalah orang-orang yang lama tinggal di hutan yang sangat mengerti setiap sisi hutan,” sambungnya.
Lihat Juga :