Pemerintah Diminta Fokus Jaga Stabilitas Ekonomi dan Cegah PHK Massal

Rabu, 19 Agustus 2020 - 13:15 WIB
loading...
Pemerintah Diminta Fokus...
Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik mengungkapkan ada pemulangan PMI dari berbagai negara karena dirumahkan atau diberhentikan dari pekerjaannya. Foto/SINDOphoto
A A A
JAKARTA - Pandemi COVID-19 berdampak sangat besar pada pekerja Indonesia, baik di dalam maupun luar negeri. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terus memantau perkembangan nasib pekerja migran Indonesia (PMI).

Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik mengungkapkan ada pemulangan PMI dari berbagai negara karena dirumahkan atau diberhentikan dari pekerjaannya. Berdasarkan informasi yang diperoleh Komnas HAM, ada belasan ribu PMI yang akan pulang dari Sabah, Malaysia. (Baca juga: Komnas Bentuk Tim untuk Tangani Masalah Bisnis dan HAM)

“Tadinya, Sabah itu cukup aman. Bahkan dibandingkan dengan Semanjung (Malaysia) jauh lebih baik. Akan tetapi, setelah COVID-19 dipulangkan,” ujarnya dalam diskusi daring dengan tema “Pemenuhan Hak Atas Pekerjaan Pada Masa Pandemi COVID-19”, Rabu (19/8/2020).

Menurutnya, ada ribuan PMI yang sempat ditahan dan sekarang sudah diurus oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia. Dengan pendekatan yang baik, mereka perlahan bisa kembali ke Tanah Air melalui Kalimantan Utara dan Timur.

Sedangkan, PMI yang diberhentikan di wilayah Semenanjung Malaysia kebanyakan pulang lewat Sumatera Utara. Gelombang pemulangan PMI ini tentu akan membuat penumpukan pengangguran mengingat di dalam negeri pun terjadi hal serupa. “Sementara lapangan pekerjaan di Indonesia semakin menurun,” ucap Ahmad Taufan.

Di masa pandemi COVID-19, Komnas HAM banyak mendapatkan masukan dari serikat pekerja dan lembaga swadaya tentang masalah perlindungan kesehatan terhadap pekerja. Perlindungan baik yang bekerja di kantor maupun pabrik belum maksimal.

Ahmad Taufan menjelaskan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta untuk menyediakan transportasi publik yang baik. Selain itu, perusahaan pun diminta untuk menyediakan angkutan bagi pekerjanya agar terhindar dari paparan COVID-19.

Dalam situasi seperti ini tidak mudah juga bagi pengusaha untuk menyediakan karena sedang mengalami kesulitan. Komnas HAM mendorong perlindungan terhadap pekerja yang meliputi, ekonomi, sosial, dan teknis.

Ahmad Taufan meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan jajarannya fokus menjaga stabilitas perekonomian. Pemerintah harus mengupayakan semaksimal mungkin tidak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK). (Baca juga: Akun Twitter Din Syamsuddin Dibajak, Fadli Zon: Rusak Demokrasi)

“Kalau masif (PHK-nya), nanti ada gejolak sosial dan politik. Kemudian, kami meminta korporasi supaya menghormati hak-hak pekerjanya,” pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
SOKSI dan P2MI Teken...
SOKSI dan P2MI Teken MoU Dorong Pekerja Migran Terampil
ART asal Indonesia Dianiaya...
ART asal Indonesia Dianiaya di Malaysia, DPR Minta Kemlu Lobi agar Pelaku Dihukum Berat
Dukung Tambahan Anggaran...
Dukung Tambahan Anggaran Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Marinus Gea: Penting untuk Pemenuhan Hak Asasi Manusia
Pigai Semprot Komnas...
Pigai Semprot Komnas HAM usai Singgung Dugaan Pelanggaran HAM di Program MBG
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Rekomendasi
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Berita Terkini
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Refly Harun Sudah Siapkan...
Refly Harun Sudah Siapkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Deretan Pasal Menjerat...
Deretan Pasal Menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved