5 Fakta Mantan Danjen Kopassus Yogie S Memet, Jenderal Religius dengan Banyak Jabatan Strategis

Kamis, 16 Mei 2024 - 17:11 WIB
loading...
5 Fakta Mantan Danjen...
Mantan Danjen Kopassus Letjen TNI (Purn) Yogie S Memet. Foto: Ist
A A A
JAKARTA - Mantan Danjen Kopassus Letjen TNI (Purn) Yogie S Memet merupakan salah satu tokoh militer Indonesia yang cukup terkenal. Sepanjang aktif di militer, pria kelahiran Cirebon, 16 Mei 1929 ini sudah banyakmenduduki posisi penting.

Pengalaman dan catatan kariernya yang mentereng membuat Yogie S Memet disegani banyak orang. Untuk mengenalnya lebih jauh, berikut ini rangkuman fakta menarik Letjen (Purn) Yogie S Memet.

Baca juga: Profil Yogie Suardi Memet, Mantan Danjen Kopassus yang Melejit Jadi Gubernur hingga Menteri

Fakta Menarik Letjen (Purn) Yogie S Memet

1. Pernah Rangkap 3 Jabatan

Pada catatan kariernya, Yogie S Memet pernah menjadi Danjen Kopassus. Pada periode 1975-1983 dia memimpin Korps Baret Merah yang dulu masih bernama Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha).

Saat menjadi Danjen Kopassandha, Yogie S Memet memiliki kisah menarik. Dia ditunjuk menjabat Pangdam Siliwangi oleh Menteri Pertahanan dan Keamanan/Panglima ABRI Jenderal TNI M Jusuf.

Pangkatnya naik menjadi jenderal bintang dua. Belum selesai, beberapa waktu berikutnya Yogie diangkat sebagai Pangkowilhan II. Naik pangkat lagi menjadi Letjen, dia pun tetap ditugaskan pula sebagai Danjen Kopassandha sekaligus Pangdam Siliwangi.

Artinya, Yogie waktu itu mengemban tiga jabatan sekaligus. Sosoknya pun tertulis dalam sejarah sebagai perwira tinggi (Pati) TNI yang memegang tiga jabatan strategis secara bersamaan.

2. Sosok Santun dan Religius

Kesehariannya Yogie S Memet dikenal pribadi yang santun dan religius. Hal ini pernah diceritakan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dalam buku biografinya yang berjudul “Kepemimpinan Militer: Catatan dari Pengalaman Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto”.

Prabowo mengenal Yogie S Memet pertama kali saat baru lulus dari latihan komando di Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdikpassus), Batujajar, Bandung. Waktu itu, dia yang masih berpangkat Letda melakukan Korps Lapor kepada Komandan Kopassandha Brigjen TNI Yogie S Memet.

Pada pertemuan pertamanya, Prabowo kagum dengan ajakan Yogie untuk selalu menghormati kedua orang tua. Belum lagi, dia juga menjadi satu sosok yang mulai menghentikan kehidupan ‘nakal’ di kalangan pasukan Korps Baret Merah.

”Beliau memang religius, rajin ke masjid. Beliau jugalah yang mulai menghentikan kehidupan nakal di kalangan pasukan tempur Korps Baret Merah,” tulis Prabowo dalam bukunya yang dikutip, Rabu (5/15/2024).

3. Tidak Izinkan Istrinya Pakai Mobil Dinas

Terlepas dari statusnya yang waktu itu memegang jabatan strategis, Yogie S Memet tetap dikenal sosok sederhana. Hal ini bisa dilihat dari kesehariannya yang tidak pernah menggunakan fasilitas kedinasan untuk urusan keluarga.

Misalnya, penggunaan mobil dinas. Yogie tidak pernah mengizinkan mobil dinas digunakan untuk kepentingan istrinya. Sikap dan tindakan inilah yang kemudian menjadi teladan bagi anak buahnya.

”Yang menarik itu kalau naik mobil dinas, beliau tidak memperkenankan istrinya duduk di depan. Pada waktu itu mobil dinas Komandan Kopassandha Toyota Land Cruiser kanvas. Istrinya tetap tidak diperbolehkan duduk di depan meskipun kursi depan kosong karena Pak Yogie tidak ikut. Menurut beliau, mobil dinas Komandan Kopassus bukan untuk mobil istri komandan,” tulis Prabowo dalam bukunya “Kepemimpinan Militer: Catatan dari Pengalaman Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto”.

4. Tirakat Khusus Tangkap Kahar Muzakkar

Mengenai sepak terjangnya, Yogie S Memet pernah menjadi Danyon 330/Kujang Kodam Siliwangi. Di era kepemimpinannya, Yon 330 dipercaya menumpas gerombolan DI/TII Kahar Muzakkar di Sulawesi Selatan.

Pada 17 Agustus 1964, Presiden Soekarno memberikan ultimatum kepada Kodam Hasanuddin untuk segera menangkap Kahar Muzakkar hidup atau mati. Waktu itu, RPKAD (Kopassus) juga mendapat penugasan di bawah Yonif 330/Para Kujang pimpinan Yogie S Memet untuk membantu Kodam Hasanuddin.

Setelah mendengar perintah, Yogie bertekad segera menangkap Kahar. Dia melakukan tirakat khusus agar operasi berjalan sukses.

Kisahnya ini dituliskan dalam buku Jenderal M Jusuf: Panglima Para Prajurit karya Atmadji Sumarkidjo. Jadi, waktu itu Yogie S Memet berpuasa jauh-jauh hari sebelum bulan puasa (Ramadan) karena prihatin tekad mereka belum terpenuhi.

Setelah itu, operasi penangkapan sukses besar. Pasukan Yon 330/Para Kujang berhasil menemukan tempat persembunyian Kahar Muzakkar.

Sebuah penggerebekan kilat dilakukan saat subuh dengan pasukan yang dikomandoi Kolonel Solichin GP (kepala staf operasi). Setelah terjadi baku tembak, Kahar Muzakkar dinyatakan tewas.

5. Jadi Birokrat Setelah Pensiun

Perjalanan panjang Yogie S Memet di militer telah mencatatkan banyak kisah heroik dan menarik. Dia pensiun dengan pangkat akhir Letnan Jenderal.

Setelah pensiun militer, Yogie berkarier sebagai birokrat. Dia pernah menjadi Gubernur Jawa Barat periode 1985-1993 hingga Menteri Dalam Negeri (Mendagri) era Presiden Soeharto (1993-1998).

Pada akhir hayatnya, Yogie S Memet meninggal dunia di RS Advenia Bandung pada 7 Juni 2007.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Pangdam Lulusan Akmil...
5 Pangdam Lulusan Akmil 1997 Teman Satu Angkatan Danpaspampres Mayjen Edwin Adrian Sumantha
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
5 Jenderal dengan Karier...
5 Jenderal dengan Karier Paling Moncer hingga Menjadi Panglima TNI
Jabat Wakil Kepala BGN,...
Jabat Wakil Kepala BGN, Mayjen Trenggono Ajukan Pensiun Dini dari TNI
Profil Mayjen TNI Trenggono,...
Profil Mayjen TNI Trenggono, Jenderal Jebolan Akmil 1993 yang Kini Jabat Wakil Kepala BGN
Gandeng TNI, Kemendikdasmen...
Gandeng TNI, Kemendikdasmen Percepat Rekonstruksi Sekolah Terdampak Bencana di Aceh
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Haru Warga Sragen,...
Kisah Haru Warga Sragen, Dulu BAB Numpang di Rumah Tetangga Kini Punya Jamban TMMD
Rekomendasi
Seratus Tahun Sekali:...
Seratus Tahun Sekali: Krisis Chip Memory Bikin MacBook hingga iPad Naik Harga, iPhone Berikutnya?
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
MSIN Putuskan Tak Bagi...
MSIN Putuskan Tak Bagi Dividen, Fokus Perkuat Platform Digital
Berita Terkini
Jumhur Hidayat Sampaikan...
Jumhur Hidayat Sampaikan Salam Hangat Presiden Prabowo ke Raja Charles
Prabowo Ajak Seluruh...
Prabowo Ajak Seluruh Elemen Bangsa Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman demi Kemajuan Bangsa
Bertambah, Jumlah Peserta...
Bertambah, Jumlah Peserta SPPI Kopdes Merah Putih yang Meninggal Jadi 4 Orang
Panja SPMB Cari Formula...
Panja SPMB Cari Formula Penerimaan Mahasiswa yang Adil dan Setara
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Permintaan Uang oleh Kanim Ngurah Rai dan Denpasar saat Periksa 2 Biro Jasa
Cak Imin: PKB Punya...
Cak Imin: PKB Punya Tanggung Jawab Moral Memikirkan Masa Depan NU
Infografis
3 Pangdam Lulusan Akmil...
3 Pangdam Lulusan Akmil 1996, Semuanya Jenderal Kopassus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved