Jokowi Akan Kunjungi Lokasi Banjir Lahar Dingin dan Longsor di Sumbar
Selasa, 14 Mei 2024 - 11:32 WIB
loading...
Mensos Tri Rismaharini mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengunjungi lokasi banjir lahar dingin dan longsor yang terjadi di Sumatera Barat. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengunjungi lokasi banjir lahar dingin dan longsor yang terjadi di Sumatera Barat . Bencana itu diketahui telah merenggut 50 korban jiwa.
"Bapak Presiden Insya Allah akan mengunjungi (bencana di Sumbar)," ujar Risma di Kantor Basarnas, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2024).
Baca juga: Banjir Lahar dan Longsor Sumbar, Kepala BNPB: 50 Korban Meninggal, 27 Hilang, 3.396 Masih Mengungsi
Hanya saja, Risma belum mengetahui kapan Jokowi akan berkunjung. Namun demikian, ia menyebut bahwa persiapan pengungsi telah dilakukan.
"Cuman waktunya kapan belum tahu, tapi yang jelas kami sudah siapkan untuk pengungsi-pengungsi," jelasnya.
Risma menjelaskan hingga saat ini Basarnas masih melakukan pencarian dan pertolongan terhadap korban-korban. Hingga pagi ini, Risma menyebut terdapat sebanyak 57 korban meninggal dunia atas bencana itu.
"Jadi terus bergerak. Basarnas terus mencari korban yang hilang cuman mungkin karena laharnya cukup deras sehingga perlu identifikasi," kata dia.
"Bapak Presiden Insya Allah akan mengunjungi (bencana di Sumbar)," ujar Risma di Kantor Basarnas, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2024).
Baca juga: Banjir Lahar dan Longsor Sumbar, Kepala BNPB: 50 Korban Meninggal, 27 Hilang, 3.396 Masih Mengungsi
Hanya saja, Risma belum mengetahui kapan Jokowi akan berkunjung. Namun demikian, ia menyebut bahwa persiapan pengungsi telah dilakukan.
"Cuman waktunya kapan belum tahu, tapi yang jelas kami sudah siapkan untuk pengungsi-pengungsi," jelasnya.
Risma menjelaskan hingga saat ini Basarnas masih melakukan pencarian dan pertolongan terhadap korban-korban. Hingga pagi ini, Risma menyebut terdapat sebanyak 57 korban meninggal dunia atas bencana itu.
"Jadi terus bergerak. Basarnas terus mencari korban yang hilang cuman mungkin karena laharnya cukup deras sehingga perlu identifikasi," kata dia.
Lihat Juga :