7 Fakta Soerjadi Soerjadarma, Bapak AURI Penyandang Gelar Bangsawan Kanoman Cirebon

Minggu, 12 Mei 2024 - 10:58 WIB
loading...
A A A
Pria yang lahir di Banyuwangi ini masih memiliki garis keturunan dari Keraton Kanoman, Cirebon. Buyutnya adalah Pangeran Jakaria alias Aryabrata dari Keraton Kanoman, Cirebon yang merupakan keturunan langsung dari Sunan Gunung Jati.

2. Punya Riwayat Pendidikan Mumpuni

Berstatus sebagai anak bangsawan membuat kehidupan dan pendidikan Soerjadi lebih terjamin ketimbang anak-anak lain. Pada usia enam tahun, tepatnya tahun 1918, dia masuk sekolah ELS (Europese Lagere School) yaitu Sekolah Dasar khusus untuk anak Eropa atau Cina dan anak-anak Indonesia yang memiliki keturunan bangsawan.

Pada 1926, Soerjadarma menyelesaikan pendidikanya di ELS, yang kemudian melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya yaitu HBS (Hogere Burgere School) di Bandung.

Sebelum berhasil menamatkan sekolahnya di Bandung, ia harus berpindah ke Jakarta dan melanjutkan di KWS-III (Koning Willem School) Jakarta, sekolah ini sederajat dengan HBS, dan berhasil diselesaikan tahun 1931.

3. Mengikuti pendidikan militer demi bisa menjadi penerbang

Kemauan keras Soerjadarma untuk menjadi penerbang mengantarnya ke pendidikan perwira di KMA (Koninklijke militaire Academie), yang saat itu hanya ada di Breda, Belanda. Setelah berhasil masuk militer, dia akhirnya dapat diterima menjadi siswa penerbang yang diselenggarakan di Kalijati.

Demi mengasah kemampuannya sebagai penerbang, Soerjadarma kembali melanjutkan pendidikannya di Sekolah Pengintai (Waarnemer School). Kemudian pada Juli 1939 ia ditugaskan sebagai navigator pada Kesatuan Pembom (Vliegtuiggroep) Glenn Martin di Andir Bandung.

4. Ditunjuk Menjadi KSAU

Setelah terbentuknya Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada 5 Oktober 1945, Kepala Staf Umum Mayor Jenderal Urip Sumohardjo mengusulkan untuk membentuk suatu kekuatan udara di Indonesia. Dari situ Mayor Urip memanggil Soerjadi Soerjadarma. Dalam pernyataan kesanggupan untuk melaksanakan perintah tersebut, Soerjadarma mengajukan saran bahwa angkatan udara yang akan dibentuk seyogyanya merupakan suatu angkatan udara yang mendiri, seperti halnya Royal Air Force (RAF) di Inggris.

Penetapan Pemerintah No 6/SD tanggal 9 April 1946 merupakan moment terpenting bagi TNI AU karena menjadi dasar pembentukan dan lahirnya TNI AU. Ketetapan tersebut menunjuk Komodor Udara R Soerjadi Soerjadarma sebagai Kepala Staf Tentara Republik Indonesia Angkatan Udara (TRI AU) yang pertama dan saat itu berkedudukan di Yogyakarta.

5. Punya Peran Besar di AURI

Pada eriode 1945-1949, Soerjadi sebagai KSAU mengembangkan minat dirgantara melalui pendirian Aeroclub, mewujudkan pendidikan dan latihan-latihan dasar penerbangan militer di Maguwo, Maospati, dan Malang (teknik radio, radio operator, penerbang, paratroops, pembekalan udara, morse code).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tongkat Komando di Kopasgat...
Tongkat Komando di Kopasgat Berganti, Ada Kasiintel hingga Wadansatbravo 90 Pasgat
Di Seskoau, Sjafrie:...
Di Seskoau, Sjafrie: Kepemimpinan Adaptif Penting Hadapi Tantangan Pertahanan Masa Depan
Resmi Masuk Daftar Belanja...
Resmi Masuk Daftar Belanja TNI AU, Ini Spesifikasi Chengdu J-10C Buatan China yang Akan Perkuat Langit Indonesia
6 Pati TNI AU Duduki...
6 Pati TNI AU Duduki Jabatan Strategis usai Sertijab, Ini Nama-namanya
TB Hasanuddin Minta...
TB Hasanuddin Minta Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP Dikaji
11 Pati TNI AU Terima...
11 Pati TNI AU Terima Tanda Kehormatan Bintang Yudha Dharma Pratama, Ini Namanya
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Jadi Senjata Canggih...
Jadi Senjata Canggih Baru Indonesia, Ini Kehebatan Rudal Meteor
Tongkat Komando Lanud...
Tongkat Komando Lanud Manuhua Biak Beralih ke Kolonel Rohmat Kusmayadi
Rekomendasi
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
Berita Terkini
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved