Festival Islam Kepulauan di Belanda, Kemenag Ulas Pentingnya Peran Penghulu
Jum'at, 10 Mei 2024 - 21:09 WIB
loading...
Kasubdit Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik, Kementerian Agama (Kemenag), Dedi Slamet Riyadi. Foto/Isimewa
A
A
A
JAKARTA - Kasubdit Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik, Kementerian Agama (Kemenag) , Dedi Slamet Riyadi, mengulas peran serta tantangan yang dihadapi penghulu di era modern. Hal ini dikatakan Dedi pada sesi Book Talk di Festival Islam Kepulauan yang digelar oleh Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PC INU) Belanda.
"Penghulu memiliki tanggung jawab yang besar di era modern ini. Mereka terus proaktif dalam mengatasi isu-isu sosial seperti perkawinan usia dini dan penurunan angka stunting, sebagai upaya meningkatkan kualitas keluarga di Indonesia," ujar Dedi di sela acara IIAS Conference Room Leiden University, Leiden, Belanda, Jumat (10/5/2024).
Dedi yang merupakan penerjemah buku Caught Between Three Fires: Javanese Penghulu under The Dutch Colonial Administration 1882-1942 ke dalam bahasa Indonesia ini menjelaskan, penghulu saat ini juga menghadapi tantangan yang lebih besar dan pelik dibandingkan masa kolonial.
Baca juga: Banyak yang Pensiun, Kemenag Usulkan Penambahan Penghulu
Untuk itu Dedi berharap, para penghulu dapat terus meningkatkan kapasitas dan kompetensinya. "Jika dahulu penghulu dibatasi kewenangannya oleh pemerintah kolonial dan tidak diberikan gaji serta keahlian yang memadai," jelasnya.
"Penghulu memiliki tanggung jawab yang besar di era modern ini. Mereka terus proaktif dalam mengatasi isu-isu sosial seperti perkawinan usia dini dan penurunan angka stunting, sebagai upaya meningkatkan kualitas keluarga di Indonesia," ujar Dedi di sela acara IIAS Conference Room Leiden University, Leiden, Belanda, Jumat (10/5/2024).
Dedi yang merupakan penerjemah buku Caught Between Three Fires: Javanese Penghulu under The Dutch Colonial Administration 1882-1942 ke dalam bahasa Indonesia ini menjelaskan, penghulu saat ini juga menghadapi tantangan yang lebih besar dan pelik dibandingkan masa kolonial.
Baca juga: Banyak yang Pensiun, Kemenag Usulkan Penambahan Penghulu
Untuk itu Dedi berharap, para penghulu dapat terus meningkatkan kapasitas dan kompetensinya. "Jika dahulu penghulu dibatasi kewenangannya oleh pemerintah kolonial dan tidak diberikan gaji serta keahlian yang memadai," jelasnya.
Lihat Juga :