alexametrics

Kasus Meikarta

Dicecar Soal Dana Rp1 M, Sekda Jabar Lantang Bilang Tak Terima

loading...
Dicecar Soal Dana Rp1 M, Sekda Jabar Lantang Bilang Tak Terima
Sekda Provinsi Jabar Iwa Karniwa (batik hijau) hadir sebagai saksi dalam sidang kasus suap perizinan proyek Meikarta di Pengadilan Tipikor pada PN Bandung, Jalan RE Martadinata, Senin (28/1/2019). Foto/SINDOnews/Agus Warsudi
A+ A-
BANDUNG - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jabar Iwa Karniwa yang hadir sebagai saksi dalam sidang kasus suap perizinan proyek Meikarta dicecar sejumlah pertanyaan terkait pertemuan di Km 70 Tol Cipularang, ruang Sekda Jabar, dan uang Rp1 miliar.

Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor pada PN Bandung, Jalan RE Martadinata, Senin (28/1/2019), tim jaksa penuntut umum (JPU) I Wayan Riana dan Yadyn mengajukan pertanyaan yang didasarkan pada berita acara pemeriksaan (BAP) Iwa, terkait pertemuan di rest area KM 72 Tol Cipularang pada Desember 2018.

"Apakah benar saudara saksi bertemu dengan Neneng Rahmi (Kabid Tata Ruang PUPR Kabupaten Bekasi), Waras Wasisto (Anggota DPRD Jabar), Sulaeman (anggota DPRD Kabupaten Bekasi), dan Henry Lincoln di rest area 70 Tol Cipularang," tanya JPU I Wayan Riana.



"Iya saya bertemu dengan mereka. Saya baru kenal dengan Neneng Rahmi waktu itu dikenalkan oleh Waras dan Sulaeman. Kalau tidak salah empat orang. Tiga orang saya kenal, Neneng, Waras, dan Soleman. Sama satu lagi saya tidak kenal," jawab Iwa.

Apakah pertemuan itu membahas soal Raperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bekasi yang sedang dibahas di DPRD Kabupaten Bekasi?" tanya I Wayan. (Baca juga: Diskar Kabupaten Bekasi Diguyur Rp1 M Lebih oleh Pengembang Meikarta)
"Iya. Tapi pertemuan hanya sebentar. Saya bilang, itu urusan dinas, di kantor aja. Kemudian saya pulang ke Bandung," ujar Iwa.

I Wayan kembali mencecar Iwa dengan pertanyaan, "Apakah saksi tahu tentang permintaan uang Rp1 miliar, seperti disebutkan oleh Neneng Rahmi dan Henry Lincoln?" kata JPU.

"Tidak! Saya tidak tahu dan tidak meminta!" kata Iwa lantang.

Jaksa menyebutkan bahwa, setelah pertemuan di KM 70 Tol Cipularang, Iwa kembali bertemu dengan Neneng Rahmi, Waras, Sulaeman, dan Henry Lincoln di ruanga kerja Iwa di Gedung Sate. "Apakah yang dibahas dalam pertemuan itu?" tanya JPU.

"Waktu itu, Neneng menanyakan soal prosedur penyusunan RDTR," jawab Iwa.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak