Jelang Pilkada 2024, Biaya Mahal Jadi Sorotan karena Lingkaran Setan Korupsi
Selasa, 07 Mei 2024 - 16:29 WIB
loading...
A
A
A
Seira mengatakan, lingkaran korupsi ini menjadi potensi calon kepala daerah (Cakada) melakukan 'perkawinan' dengan pengusaha untuk memberikan sponsor maupun donatur.
"Ini lingkaran korupsi politik terus terjadi dan politik berbiaya mahal ini punya potensi menjadikan calon kepala daerah melakukan 'perkawinan' dengan pengusaha untuk menjadi sponsor, donaturnya untuk memberikan sumbangan," ujarnya.
Lebih lanjut, Seira menekankan sumbangan dana kampanye memang diperbolehkan asal sesuai dengan ketentuan. Ia pun mengungkap bahwa ICW bersama Perludem menyoroti laporan dana kampanye kontestasi pilpres dan Pileg 2024.
"Sumbangan dana kampanye boleh saja dari pihak mana pun asal sesuai ketentuan sudah diatur siapa yang boleh menyumbang dan nominalnya. Kalau berkaca pada pilpres dan pileg kemarin pantauan ICW bersama Perludem laporan dana kampanye belum sepenuhnya menyajikan realitasnya," pungkasnya.
"Ini lingkaran korupsi politik terus terjadi dan politik berbiaya mahal ini punya potensi menjadikan calon kepala daerah melakukan 'perkawinan' dengan pengusaha untuk menjadi sponsor, donaturnya untuk memberikan sumbangan," ujarnya.
Lebih lanjut, Seira menekankan sumbangan dana kampanye memang diperbolehkan asal sesuai dengan ketentuan. Ia pun mengungkap bahwa ICW bersama Perludem menyoroti laporan dana kampanye kontestasi pilpres dan Pileg 2024.
"Sumbangan dana kampanye boleh saja dari pihak mana pun asal sesuai ketentuan sudah diatur siapa yang boleh menyumbang dan nominalnya. Kalau berkaca pada pilpres dan pileg kemarin pantauan ICW bersama Perludem laporan dana kampanye belum sepenuhnya menyajikan realitasnya," pungkasnya.
(maf)
Lihat Juga :