Wacana Prabowo Bentuk Presidential Club, Apa Dampak Politiknya?

Jum'at, 03 Mei 2024 - 22:06 WIB
loading...
Wacana Prabowo Bentuk...
Presiden terpilih Prabowo Subianto bersama Wapres terpilih Gibran Rakabuming Raka. Foto/Dok MPI
A A A
JAKARTA - Wacana 'pembentukan' Presidential Club digulirkan oleh Juru Bicara Presiden Terpilih Prabowo Subianto , Dahnil Azhar Simanjuntak. Apa dampak politiknya?

Menurut Dahnil, Prabowo bakal menemui Presiden Joko Widodo ( Jokowi ), Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ). Pertemuan tersebut akan membahas mengenai pembentukan presidential club, yang nantinya menjadi wadah bagi para mantan presiden Republik Indonesia untuk berdiskusi.

"Insyaallah pada waktunya, Pak Prabowo pasti bertemu dengan Pak Jokowi, Pak SBY, dan Bu Megawati secara bersama-sama," ujar Dahnil kepada wartawan, Jumat (3/5/2024).

Presidential Club , kata Dahnil, memang akan diisi Megawati sebagai presiden ke-5 RI, SBY selaku presiden ke-6, dan Jokowi selaku presiden ke-7. "Presidential Club itu istilah saya saja, bukan institusi. Esensinya Pak Prabowo ingin para mantan presiden bisa tetap rutin bertemu dan berdiskusi tentang masalah-masalah strategis kebangsaan," katanya.

Baca Juga: Bahas Presidential Club, Prabowo Agendakan Temui Jokowi, Megawati hingga SBY

Menurut pengamat politik Ahmad Khoirul Umam, sebagai sebuah ide, rencana pembentukan Presidential Club oleh Prabowo tentu patut diapresiasi.

"Merujuk pada model lembaga Presidential Club di Amerika Serikat, lembaga semacam ini bisa menghadirkan beberapa fungsi strategis. Mulai dari fungsi penasihat informal presiden dari para mantan presiden untuk bertukar pendapat, memberikan nasihat, dan membahas isu-isu strategis terkait masalah politik-pemerintahan dan kebijakan public," kata Umam dalam keterangan yang diterima SINDOnews, Jumat (3/5/2024).

Lembaga seperti ini, kata Umam, juga bisa mempromosikan kepentingan nasional dan internasional, baik melalui advokasi, kegiatan amal, atau inisiatif lainnya. Selain itu, lembaga ini juga bisa mendorong kerja sama lintas partai, yang menjadi entitas kekuatan politik para mantan presiden, untuk memberikan nasihat-nasihat teknokratis kepada presiden yang memerintah.

"Berkumpulnya para mantan presiden dalam Presidential Club bisa menjadi penjaga tradisi dan integritas institusi kepresidenan. Klub presidensial dapat menjadi wadah mereka dapat bekerja sama untuk mempromosikan nilai-nilai dan standar tinggi yang terkait dengan jabatan presiden. Dengan demikian, secara general, lembaga ini bisa membantu menjaga kontinuitas, stabilitas, dan integritas lembaga kepresidenan dalam sistem politik di Tanah Air," jelasnya.

Baca Juga: Jokowi Sambut Baik Rencana Pembentukan Presidential Club

Dosen Ilmu Politik dan International Studies Universitas Paramadina ini menambahkan, jika Prabowo selaku presiden terpilih berkehendak, maka lembaga Presidential Club bisa terwujud. Sejauh ini, Prabowo tidak memiliki garis konfik dengan siapa pun.

"Prabowo memiliki hubungan baik dengan Megawati, Susilo Bambang Yudhoyono, hingga Joko Widodo. Adapun Presiden ke-5 RI Megawati yang memiliki garis konflik lebih banyak, mulai dari komunikasi yang belum terbuka dengan SBY, dan juga Presiden Jokowi sebagai imbas dinamika politik sebelumnya."

Soal apakah lembaga tersebut bisa bekerja efektif atau tidak, Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs (Indostrategic) ini mengatakan, bergantung pada kedewasaan masing-masing mantan presiden dalam mengelola ego dalam pola relasi konflik politik personal yang sebenarnya tidak produktif.

"Demi kepentingan bangsa, seharusnya para mantan presiden bisa menyingkirkan ego dan kepentingan politik pribadi masing-masing," ujarnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
Prabowo: Kita Butuh...
Prabowo: Kita Butuh Kritik untuk Perbaiki Diri
Gerindra: Komunikasi...
Gerindra: Komunikasi Prabowo dengan Jokowi Baik-Baik Aja
Prabowo Ingatkan Gaji...
Prabowo Ingatkan Gaji Polisi Berasal dari Uang Rakyat: Jangan Justru Menyusahkan
Prabowo: Hukum Tidak...
Prabowo: Hukum Tidak Boleh Menjadi Alat Balas Dendam Politik
3 Purnawirawan Polri...
3 Purnawirawan Polri Dianugerahi Pangkat Kehormatan: Sidarto Danusubroto, Taufiequrachman Ruki, dan Taufiq Effendi
Prabowo Pangkas 1.000...
Prabowo Pangkas 1.000 BUMN Menjadi 250, Bagaimana Nasib Karyawan?
Prabowo Beri Penghargaan...
Prabowo Beri Penghargaan Nugraha Sakanti ke Polda Riau, Kapolda: Milik Seluruh Personel
Kunjungi Lampung Tengah,...
Kunjungi Lampung Tengah, Jokowi Jajan Es Kopi dan Keripik Pisang di Sentra UMKM
Rekomendasi
Traveloka Gandeng Marriott...
Traveloka Gandeng Marriott International Perluas Akses Hotel di Asia Tenggara
Breaking News! Pesawat...
Breaking News! Pesawat Dibakar OTK di Bandara Ipdeheik Yahukimo Papua
AI for Life: Ketika...
AI for Life: Ketika Kampus Mulai Bicara Etika, Bukan Sekadar Teknologi
Berita Terkini
Dokter Tifa Tolak Berdamai...
Dokter Tifa Tolak Berdamai dengan Jokowi, Pilih Lanjutkan Persidangan
Prabowo dan Lukashenko...
Prabowo dan Lukashenko Luncurkan Roadmap Bilateral Indonesia-Belarus 2026-2030
Semarang Raih Predikat...
Semarang Raih Predikat Kota Transformer Nasional Berkat Kepemimpinan Wali Kota Agustina
Indonesia Perkuat Diplomasi...
Indonesia Perkuat Diplomasi Gambut Tropis melalui ITPC di Forum GPI Peru
Sidang Ijazah Jokowi,...
Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Didakwa Pasal Berlapis Pencemaran Nama Baik dan UU ITE
Kapolri Anugerahi Medali...
Kapolri Anugerahi Medali Kehormatan ke Prabowo, Bukti Kuatnya Sinergi Pemerintah-Polri
Infografis
Daftar 7 Wakapolda Baru...
Daftar 7 Wakapolda Baru Pilihan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo  
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved