Kemenhub Diminta Tinjau Ulang Penurunan Status Bandara Sultan Iskandar Muda
Rabu, 01 Mei 2024 - 16:09 WIB
loading...
A
A
A
“Jika bandara dan pelabuhan di Aceh dikembangkan dalam skala internasional maka tidak akan tertutup kemungkinan Aceh akan mengambil kue dari layanan jasa transportasi itu, baik transit maupun transhipment. Kenapa Aceh bisa? Karena Aceh itu sejajar dengan Terusan Kra itu,” jelasnya.
BHS mengingatkan Aceh mempunyai sejarah panjang tentang pelabuhan skala internasional sejak zaman dahulu. “Dulu, sebelum zaman Belanda, Aceh sudah dikenal dengan nama Samudera Pasai, di mana pedagang dari seluruh penjuru dunia, mulai rempah hingga bahan mineral di masa setelahnya,” papar alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya ini.
Ditambah lagi, Aceh juga berpotensi menjadi titik keberangkatan haji dalam skala besar. Mengingat, wilayah Aceh dan Sumatera memiliki jumlah muslim mayoritas.
Untuk itu, BHS meminta kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk mempertimbangkan dan mengkaji ulang penetapan bandara internasional.Baca juga: Banyak Bandara Internasional Turun Kasta, AP: Jumlah Penerbangan Hanya 3 Kali Seminggu
“Seharusnya, pihak Litbang Kemenhub dapat mengkaji ulang terkait dampak keberadaan Bandara Sultan Iskandar Muda, pada daerah sekitarnya dan pendapatan pemerintah pusat. Jangan hanya mempertimbangkan untung rugi untuk bandaranya tapi harus mempertimbangkan dalam spek yang lebih luas," ucap Politikus Gerindra asal Jawa Timur ini.
BHS mengingatkan Aceh mempunyai sejarah panjang tentang pelabuhan skala internasional sejak zaman dahulu. “Dulu, sebelum zaman Belanda, Aceh sudah dikenal dengan nama Samudera Pasai, di mana pedagang dari seluruh penjuru dunia, mulai rempah hingga bahan mineral di masa setelahnya,” papar alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya ini.
Ditambah lagi, Aceh juga berpotensi menjadi titik keberangkatan haji dalam skala besar. Mengingat, wilayah Aceh dan Sumatera memiliki jumlah muslim mayoritas.
Untuk itu, BHS meminta kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk mempertimbangkan dan mengkaji ulang penetapan bandara internasional.Baca juga: Banyak Bandara Internasional Turun Kasta, AP: Jumlah Penerbangan Hanya 3 Kali Seminggu
“Seharusnya, pihak Litbang Kemenhub dapat mengkaji ulang terkait dampak keberadaan Bandara Sultan Iskandar Muda, pada daerah sekitarnya dan pendapatan pemerintah pusat. Jangan hanya mempertimbangkan untung rugi untuk bandaranya tapi harus mempertimbangkan dalam spek yang lebih luas," ucap Politikus Gerindra asal Jawa Timur ini.
(kri)
Lihat Juga :