alexametrics

Bijak Gunakan Medsos Bisa Hindari Hoaks dan Ujaran Kebencian

loading...
Bijak Gunakan Medsos Bisa Hindari Hoaks dan Ujaran Kebencian
Nasyarakat diminta untuk menahan diri agar tidak mudah terprovokasi terhadap hasutan kebencian baik di dunia maya ataupun di dunia nyata. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Indonesia dengan keragaman yang dimilikinya dinilai rawan provokasi fitnah, dan ujaran kebencian di media sosial (medsos).

Ujaran kebencian dan berita bohong (hoaks) menjadi alat yang mampu merusak kerukunan menjadi konflik dan persatuan menjadi perpecahan.

Gesekan antarmasyarakat di dunia nyata menjadi rawan akibat provokasi kebencian di dunia maya.



Penegakan hukum yang terus dilakukan penegak hukum seolah tidak membuat jera. Kasus penyebaran hoaks dan ujaran kebencian tetap marak di medsos. Untuk itu, di tahun 2019 perlu adanya gerakan Hari Bebas Kebencian (#HateFreeDay) untuk Perdamaian bangsa demi mewujudkan persatuan di masyarakat

“Tahun 2019 ini kalau bicara merefleksikan diri, kita harus berhati-hati dalam menghadapi berita yang terdengar mengerikan atau bombastis,” tutur artis dan presenter Olga Lydia di Jakarta, Senin (7/1/2019).


Dia mengajak masyarakat lebih bijaksana untuk memikirkan ulang semua berita yang masuk ke dalam telinga, mata dan bahkan pikiran.

"Bahwa tidak semua yang disiarkan itu adalah kebenaran. Ini penting agar medsos bersih dari ujaran kebencian dan hoaks," tandasnya.

Menurut dia, jika ujaran kebencian dibiarkan berkembang tanpa penindakan maka bisa dibayangkan hanya segelintir kelompok orang diuntungkan karena pemerintahan yang goyah.

Akibatnya, sambung dia, ratusan juta orang akan menderita karena ekonomi mandek, bisnis mandek, keamanan tidak terjamin.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak