Rachmat Gobel: Indonesia Sangat Butuh Air Bersih Ramah Lingkungan
Minggu, 28 April 2024 - 09:18 WIB
loading...
A
A
A
Dari segi biaya, kata Gobel, juga lebih efisien dibandingkan dengan mengambil air dari mata air di pegunungan. Dia menilai tak perlu jaringan pipa yang lokasinya jauh di pedalaman dan pegunungan.
“Karena permukiman umumnya ada di pesisir dan dataran rendah. Teknologi ini juga cocok untuk diterapkan di kota-kota di Jawa yang makin kesulitan mendapatkan air bersih akibat kepadatan penduduk maupun akibat intrusi air laut,” katanya.
Gobel juga menerangkan teknologi ini cocok untuk diterapkan di Ibu Kota Nusantara di Kalimantan. “IKN dikonsep sebagai green city yang ramah lingkungan. Jadi sangat cocok,” tuturnya.
Gobel juga berkepentingan membawa teknologi ini untuk diterapkan di Goronralo. Karena itu ia terus menggeber untuk segera menghadirkan teknologi pengolah air laut menjadi air untuk kebutuhan rumah tangga di Gorontalo.
“Ini kebutuhan mendesak karena banyak titik di Gorontalo yang kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Padahal ini sangat penting untuk kebutuhan sehari-hari. Ini bagian dari tanggung jawab saya sebagai wakil rakyat dan juga sebagai orang Gorontalo,” ujar Gobel.
Gobel juga menjelaskan bahwa alam Gorontalo dianugerahi topografi yang berbukit-bukit dan morfologi tanah yang berbatu-batu. Struktur permukaan tanah yang seperti itu, katanya, membuat sejumlah lokasi di Gorontalo sulit mendapatkan sumber-sumber air untuk kebutuhan rumah tangga maupun kesulitan untuk mendapatkan sumur bor karena tanahnya berlapis batu dan butuh sumur yang dalam.
Saat berkampanye maupun berkeliling Gorontalo, ia sering mendapat pengaduan dari warga tentang kebutuhan air ini. “Ada anak yang tak mau bersekolah lagi karena di-bully kawan-kawannya karena badannya bau akibat jarang mandi. Juga pernah mendapati warga yang kesulitan memandikan jenazah karena tidak ada air,” ujarnya.
“Saya memang sudah menyediakan mobil tanki air. Tapi ini bersifat adhoc. Kini sedang dicarikan solusi yang lebih permanen dengan mengolah air laut untuk menjadi air bersih,” pungkasnya.
“Karena permukiman umumnya ada di pesisir dan dataran rendah. Teknologi ini juga cocok untuk diterapkan di kota-kota di Jawa yang makin kesulitan mendapatkan air bersih akibat kepadatan penduduk maupun akibat intrusi air laut,” katanya.
Gobel juga menerangkan teknologi ini cocok untuk diterapkan di Ibu Kota Nusantara di Kalimantan. “IKN dikonsep sebagai green city yang ramah lingkungan. Jadi sangat cocok,” tuturnya.
Gobel juga berkepentingan membawa teknologi ini untuk diterapkan di Goronralo. Karena itu ia terus menggeber untuk segera menghadirkan teknologi pengolah air laut menjadi air untuk kebutuhan rumah tangga di Gorontalo.
“Ini kebutuhan mendesak karena banyak titik di Gorontalo yang kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Padahal ini sangat penting untuk kebutuhan sehari-hari. Ini bagian dari tanggung jawab saya sebagai wakil rakyat dan juga sebagai orang Gorontalo,” ujar Gobel.
Gobel juga menjelaskan bahwa alam Gorontalo dianugerahi topografi yang berbukit-bukit dan morfologi tanah yang berbatu-batu. Struktur permukaan tanah yang seperti itu, katanya, membuat sejumlah lokasi di Gorontalo sulit mendapatkan sumber-sumber air untuk kebutuhan rumah tangga maupun kesulitan untuk mendapatkan sumur bor karena tanahnya berlapis batu dan butuh sumur yang dalam.
Saat berkampanye maupun berkeliling Gorontalo, ia sering mendapat pengaduan dari warga tentang kebutuhan air ini. “Ada anak yang tak mau bersekolah lagi karena di-bully kawan-kawannya karena badannya bau akibat jarang mandi. Juga pernah mendapati warga yang kesulitan memandikan jenazah karena tidak ada air,” ujarnya.
“Saya memang sudah menyediakan mobil tanki air. Tapi ini bersifat adhoc. Kini sedang dicarikan solusi yang lebih permanen dengan mengolah air laut untuk menjadi air bersih,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :