Prabowo-Gibran Butuh PKB meski saat Pilpres Jadi Sasaran Jurus Slepet Cak Imin
Kamis, 25 April 2024 - 17:20 WIB
loading...
A
A
A
"Kedua, meskipun memiliki hubungan tidak harmonis dengan PBNU, PKB merupakan satu-satunya partai politik yang diyakini menjadi representasi dari kekuatan politik kaum Nahdliyin, yang merupakan kekuatan Islam moderat terbesar di Indonesia," ujar Umam.
Saat ini, di koalisi Prabowo-Gibran baru ada Partai Amanat Nasional (PAN) selaku partai berbasis ormas Islam, Muhammadiyah. Maka, kata Umam, masuknya PKB akan mengokohkan dukungan politik Islam moderat terhadap pemerintahan baru Prabowo-Gibran.
"Ketiga, jika Prabowo-Gibran membuka pintu bagi masuknya PKB dan menahan PKS untuk berada di luar, langkah itu akan mencitrakan komitmen ideologis pro-Islam moderat dari pemerintahan baru Prabowo-Gibran," katanya.
Keempat, kedekatan Prabowo-Gibran dengan PKB akan mendekatkan pemerintahan baru dengan basis massa Nahdliyin. Basis pemilih loyal PKB, kata Umam, terbukti mengalami split ticket voting di Pemilu 2024.
"Basis pemilih loyal PKB memang tetap memberikan dukungannya di pileg pada PKB, namun untuk pilpres lebih banyak mereka mendukung Prabowo-Gibran. Karena itu, memasukkan PKB ke pemerintahan baru Prabowo-Gibran setidaknya akan menyolidkan kedekatan pemerintahan baru dengan basis Nahdliyin yang praktis masih menjadi komunitas muslim terbesar di masyarakat politik Indonesia saat ini," pungkas Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs (Indostrategic) ini.
Saat ini, di koalisi Prabowo-Gibran baru ada Partai Amanat Nasional (PAN) selaku partai berbasis ormas Islam, Muhammadiyah. Maka, kata Umam, masuknya PKB akan mengokohkan dukungan politik Islam moderat terhadap pemerintahan baru Prabowo-Gibran.
"Ketiga, jika Prabowo-Gibran membuka pintu bagi masuknya PKB dan menahan PKS untuk berada di luar, langkah itu akan mencitrakan komitmen ideologis pro-Islam moderat dari pemerintahan baru Prabowo-Gibran," katanya.
Keempat, kedekatan Prabowo-Gibran dengan PKB akan mendekatkan pemerintahan baru dengan basis massa Nahdliyin. Basis pemilih loyal PKB, kata Umam, terbukti mengalami split ticket voting di Pemilu 2024.
"Basis pemilih loyal PKB memang tetap memberikan dukungannya di pileg pada PKB, namun untuk pilpres lebih banyak mereka mendukung Prabowo-Gibran. Karena itu, memasukkan PKB ke pemerintahan baru Prabowo-Gibran setidaknya akan menyolidkan kedekatan pemerintahan baru dengan basis Nahdliyin yang praktis masih menjadi komunitas muslim terbesar di masyarakat politik Indonesia saat ini," pungkas Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs (Indostrategic) ini.
Lihat Juga :