Cegah Dampak Geopolitik, Legislator Nilai Program Makan Siang Gratis Perlu Dipercepat
Jum'at, 19 April 2024 - 15:39 WIB
loading...
Legislator Muhammad Farhan berpendapat bahwa realisasi program makan siang gratis perlu dipercepat. Foto/YouTube SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Legislator Muhammad Farhan berpendapat bahwa realisasi program makan siang gratis perlu dipercepat. Program tersebut diharapkannya bisa mengurangi beban ekonomi masyarakat yang berpotensi terdampak konflik geopolitik di Timur Tengah.
Anggota Komisi I DPR ini menuturkan, ada dua sektor ekonomi yang bakal terdampak langsung akibat ketegangan di Timur Tengah, yakni impor minyak dari Timur Tengah dan Afrika, serta ekspor komoditas Indonesia ke Timur Tengah dan Afrika.
“Jadi sektor yang pasti terpengaruh harga minyak akan naik dan ekspor ke area Timur Tengah dan Afrika akan terganggu. Akibatnya, rupiah akan tertekan dan subsidi BBM akan tinggi. Sulitnya impor bahan baku turunan petrokimia dari Timur Tengah juga akan membuat naiknya biaya produksi industri di Indonesia,” ujar Farhan, Jumat (19/4/2024).
Baca juga: Upaya Pemerintah Cegah Dampak Konflik Timur Tengah Diapresiasi
Untuk mengatasi masalah di dalam negeri, menurut Farhan, pemerintah perlu menggenjot produksi batu bara, lifting minyak, dan gas bumi untuk memenuhi kebutuhan energi listrik dan BBM. “Agar mengurangi disparitas impor BBM,” ujar Farhan.
Anggota Komisi I DPR ini menuturkan, ada dua sektor ekonomi yang bakal terdampak langsung akibat ketegangan di Timur Tengah, yakni impor minyak dari Timur Tengah dan Afrika, serta ekspor komoditas Indonesia ke Timur Tengah dan Afrika.
“Jadi sektor yang pasti terpengaruh harga minyak akan naik dan ekspor ke area Timur Tengah dan Afrika akan terganggu. Akibatnya, rupiah akan tertekan dan subsidi BBM akan tinggi. Sulitnya impor bahan baku turunan petrokimia dari Timur Tengah juga akan membuat naiknya biaya produksi industri di Indonesia,” ujar Farhan, Jumat (19/4/2024).
Baca juga: Upaya Pemerintah Cegah Dampak Konflik Timur Tengah Diapresiasi
Untuk mengatasi masalah di dalam negeri, menurut Farhan, pemerintah perlu menggenjot produksi batu bara, lifting minyak, dan gas bumi untuk memenuhi kebutuhan energi listrik dan BBM. “Agar mengurangi disparitas impor BBM,” ujar Farhan.
Lihat Juga :