KPK Didorong Lebih Suarakan Pencegahan Korupsi Dibanding OTT
Minggu, 09 Desember 2018 - 15:05 WIB
KPK Didorong Lebih Suarakan Pencegahan Korupsi Dibanding OTT
A
A
A
JAKARTA - Sekjen Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Andi Rukman Karumpa mengharapkan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar lebih menyuarakan proses pencegahan korupsi.
Menurutnya Andi Rukman, pemberitaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) jauh lebih seksi (menarik) ketimbang proses pencegahan dari KPK.
"Nah teman teman dari kontraktor menitip pesan kepada saya, Bang Andi boleh enggak sih muncul pencegahannya? Jadi benar-benar KPK itu hadir dari hulu sampai ke hilir melakukan pemberantasan dan pencegahan," kata Andi di Menteng, Jakarta Pusat, Ahad (9/12/2018).
Andi menginginkan KPK hadir dengan memberikan pemberitahuan awal, agar tidak melakukan korupsi, misal mengirimkan pesan singkat yang berisi imbauan agar tidak melakukan korupsi.
"Tetapi yang kita lakukan sekarang kan endingnya, bagaimn tiba-tiba orang itu terjadi atau mungkin di KPK menyiapkan 5-6 ustadz untuk datang, atau pendeta dan pemuka agama lainnya untuk datang ke tempat-tempat instansi untuk memberikan edukasi kepada masyraakat kepada pelaku, jujur itu hebat loh," jelasnya.
Kalau tidak, sudah berapa sukamiskin sudah mau penuh itu. Jangan kejar OTT mulu, dimana kira-kira sosialisasi yang menurut rasa masyarakat itu enak nih sejuk, saya akan merubah karakter saya mindset saya karena ada kebadiran KPK seperti itu kasihan keluarga dan segala macam," tutupnya.
Menurutnya Andi Rukman, pemberitaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) jauh lebih seksi (menarik) ketimbang proses pencegahan dari KPK.
"Nah teman teman dari kontraktor menitip pesan kepada saya, Bang Andi boleh enggak sih muncul pencegahannya? Jadi benar-benar KPK itu hadir dari hulu sampai ke hilir melakukan pemberantasan dan pencegahan," kata Andi di Menteng, Jakarta Pusat, Ahad (9/12/2018).
Andi menginginkan KPK hadir dengan memberikan pemberitahuan awal, agar tidak melakukan korupsi, misal mengirimkan pesan singkat yang berisi imbauan agar tidak melakukan korupsi.
"Tetapi yang kita lakukan sekarang kan endingnya, bagaimn tiba-tiba orang itu terjadi atau mungkin di KPK menyiapkan 5-6 ustadz untuk datang, atau pendeta dan pemuka agama lainnya untuk datang ke tempat-tempat instansi untuk memberikan edukasi kepada masyraakat kepada pelaku, jujur itu hebat loh," jelasnya.
Kalau tidak, sudah berapa sukamiskin sudah mau penuh itu. Jangan kejar OTT mulu, dimana kira-kira sosialisasi yang menurut rasa masyarakat itu enak nih sejuk, saya akan merubah karakter saya mindset saya karena ada kebadiran KPK seperti itu kasihan keluarga dan segala macam," tutupnya.
(maf)