Dukung Program Kartu Prakerja, Hetifah Beri Sejumlah Catatan Ini
Jum'at, 01 Mei 2020 - 10:48 WIB
loading...
Dukung Program Kartu Prakerja, Hetifah Beri Sejumlah Catatan Ini
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Hetifah Sjaifudian mendukung program Kartu Prakerja dan meyakini manfaatnya. Hanya saja, dia memberikan sejumlah catatan yakni soal akurasi data penerima yang berhak dan perlu adanya evaluasi di setiap gelombang.
"Tujuan program ini sangat baik, yaitu untuk mengatasi jumlah pengangguran di Indonesia dengan memberikan pelatihan-pelatihan bagi mereka yang belum bekerja. Namun, dengan adanya Covid-19, ada beberapa aspek yang disesuaikan sehingga menjadi semi-bansos," kata Hetifah dalam keterangan persnya, Jumat (1/5/2020).
Mengutip data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Hetifah melanjutkan, terdapat 2,08 juta pekerja dari sektor formal dan informal yang terdampak Covid-19. Pekerja formal yang dirumahkan mencapai 1,3 juta, sedangkan yang di-PHK sebanyak 241.431 pekerja. Adapun dari sektor informal tercatat ada 538.385 pekerja yang kehilangan pekerjaan. Untuk itu ia berharap, mereka dapat diprioritaskan untuk mendapatkan Kartu Prakerja.
"Kita patut mendukung program ini. Namun dengan catatan, akurasi pendataan harus ditingkatkan. Sistem harus dapat mendeteksi siapa yang patut diprioritaskan dengan kriteria yang jelas, tidak secara random atau acak," pintanya. (Baca juga: Belva dan Andi Taufan Mundur dari Stafsus, Jokowi: Mereka Akan Sukses ).
Legislator Dapil Kalimantan Timur ini juga meminta agar pelaksanaan program ini dapat terus dimodifikasi sesuai dengan aspirasi masyarakat. Caranya, dengan terus dilakukan evaluasi di setiap gelombang penerimaan peserta sehingga, ada peningkatan kualitas dari program ini.
"Tujuan program ini sangat baik, yaitu untuk mengatasi jumlah pengangguran di Indonesia dengan memberikan pelatihan-pelatihan bagi mereka yang belum bekerja. Namun, dengan adanya Covid-19, ada beberapa aspek yang disesuaikan sehingga menjadi semi-bansos," kata Hetifah dalam keterangan persnya, Jumat (1/5/2020).
Mengutip data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Hetifah melanjutkan, terdapat 2,08 juta pekerja dari sektor formal dan informal yang terdampak Covid-19. Pekerja formal yang dirumahkan mencapai 1,3 juta, sedangkan yang di-PHK sebanyak 241.431 pekerja. Adapun dari sektor informal tercatat ada 538.385 pekerja yang kehilangan pekerjaan. Untuk itu ia berharap, mereka dapat diprioritaskan untuk mendapatkan Kartu Prakerja.
"Kita patut mendukung program ini. Namun dengan catatan, akurasi pendataan harus ditingkatkan. Sistem harus dapat mendeteksi siapa yang patut diprioritaskan dengan kriteria yang jelas, tidak secara random atau acak," pintanya. (Baca juga: Belva dan Andi Taufan Mundur dari Stafsus, Jokowi: Mereka Akan Sukses ).
Legislator Dapil Kalimantan Timur ini juga meminta agar pelaksanaan program ini dapat terus dimodifikasi sesuai dengan aspirasi masyarakat. Caranya, dengan terus dilakukan evaluasi di setiap gelombang penerimaan peserta sehingga, ada peningkatan kualitas dari program ini.
Lihat Juga :