10 Indikator Agresi Israel di Gaza Gagal Total

Selasa, 16 April 2024 - 14:32 WIB
loading...
10 Indikator Agresi...
Muhammad Lili Nur Aulia. Foto/Istimewa
A A A
Muhammad Lili Nur Aulia
Sekretaris Lembaga Kajian dan Pemikiran Islam Indonesia (LKPII)

TULISAN ini tidak membahas kondisi Israel setelah Iran melakukan serangan. Tulisan ini melihat dari spektrum lebih luas pascalebih dari enam bulan Israel melakukan agresi.

Bak terjebak dalam rawa, kini Israel sulit memiliki jalan keluar untuk menyelamatkan diri. Agresi Israel atas Gaza ternyata gagal total dan telah kehilangan alasan perang dari sisi apa pun, bahkan berubah menjadi beban yang begitu berat bagi mereka sendiri.

Minimal ada sepuluh indikator gagal total Israel di Jalur Gaza . Pertama, agresi Israel gagal total mencapai tujuan terpentingnya, yaitu menghancurkan Hamas. Hamas masih menjadi kelompok terkuat dan paling luas keberadaannya di Jalur Gaza. Brigade Al-Qassam masih aktif tidak hanya di tengah dan selatan Jalur Gaza, tetapi juga di utara Jalur Gaza.

Sekitar 150 hari setelah invasi Israel, menurut perkiraan masih ada lebih dari tujuh ribu orang pejuang Hamas. Mereka masih terus melakukan pertempuran dan operasi serangan setiap hari yang menimbulkan kerugian besar pada penjajah Israel.

Kedua, agresi Israel gagal total menduduki Jalur Gaza, dan gagal menerapkan rezim militer di sana. Sistem komando dan kendali Hamas masih efektif di sebagian besar Jalur Gaza, baik dalam struktur militernya maupun dalam struktur administratif dan organisasinya, terlepas dari banyaknya syuhada yang gugur baik dari kalangan sipil maupun militer Hamas.

Ketiga, agresi Isrel gagal total dalam membebaskan para tahanan dan tawanan yang ditahan oleh kelompok perlawanan. Tak satu pun tahanan dan tawanan yang berhasil dibebaskan, kecuali berdasarkan kesepakatan pertukaran tawanan dengan pihak pejuang Palestina.

Keempat, agresi Israel gagal total menghancurkan dukungan terhadap perjuangan Palestina dan tak mampu merusak kepercayaan masyarakat Gaza kepada para pejuang. Semua metode perang yang keji, termasuk pembantaian dan pembunuhan terhadap perempuan dan anak-anak, penghancuran rumah, rumah sakit, sekolah, infrastruktur, dan melaparkan masyarakat, tidak berpengaruh untuk mematahkan keinginan rakyat Gaza yang tetap mendukung perlawanan.

Kelima, agresi Israel gagal total menemukan pemerintahan alternatif untuk menggusur Hamas di Jalur Gaza, yang akan melaksanakan agenda Israel yang ingin membungkam perlawanan di Jalur Gaza, dan memberikan keamanan bagi entitas Israel. Meskipun Otoritas Ramallah sedang berusaha menyesuaikan diri dan menawarkan layanannya, tapi bagi rakyat Gaza, otoritas Ramallah sangat lemah dibandingkan Hamas.

Keenam, agresi Israel gagal total sebab ternyata perang berlangsung lebih lama dari perkiraan Amerika dan Israel sendiri. Kini perang itu berubah dari sebuah nilai strategis menjadi beban militer, keuangan, politik, media, dan moral dan menjadi beban internal Israel.

Baca Juga: Hidayat Nur Wahid: Israel Tidak Bisa Mengalahkan Pejuang Palestina di Jalur Gaza

Ketujuh, agresi Israel gagal total karena terus-menerus muncul rasa takut di kalangan penjajah sipil zionis. Sementara, kekuatan politik Netanyahu berusaha memperpanjang perang karena alasan pribadi terkait dengan kekuasaannya, dan untuk melepaskan diri dari akhir karier politiknya yang buruk, atau masuk penjara.

Kedelapan, agresi Israel gagal total karena mengalami penurunan ekonomi dahsyat yang terus berlanjut, berkurangnya imigrasi yang merugikan, hilangnya keamanan, pelarian investasi, dan hambatan normalisasi. Mereka tidak bisa hidup dengan kondisi perlawanan yang terus dilakukan pejuang Palestina dan menimbulan efek kerugian setiap hari.

Kesembilan, agresi Israel gagal total sebab secara internasional citra mereka merosot akibat sikap brutal dan arogan, merendahkan hukum internasional dan hak asasi manusia. Sehingga muncul sejumlah negara negara yang bergabung dengan Afrika Selatan mengajukan tuntutan ke Mahkamah Internasional yang menjatuhkan vonis bersalah kepada Israel.



Kesepuluh, agresi Israel gagal total karena justru memperluas propaganda bahwa Jalur Gaza bukan urusan internal Palestina. Agresi Israel kali ini bahkan semakin menguak kepalsuan propaganda zionis Israel dalam perang di Gaza dan di Palestina secara umum. Pejuang Palestina yang diwakili Hamas kini bisa lebih terlihat sebagai gerakan pembebasan nasional, sebagai gerakan Islam moderat dengan nilai-nilai maju dan perilaku peradaban modern.

Berakhir sudah klaim Israel yang memasarkan dirinya sebagai “korban” atas tragedy Holocaust 76 tahun lalu. Yang ada, dunia justru kini melihat Israel melakukan holocaust dan genosida terhadap warga Gaza.

Perang bagi Israel benar-benar telah kehilangan legitimasi, logika perang dan alasan apa pun. Bagi israel pilihan yang mungkin bisa dilakukan, hanya menghentikan perang, menarik pasukan dari Gaza, membuka blokade Gaza dan mencapai kesepakatan pertukaran tahanan yang serius.

Sedangkan bagi pejuang kemerdekaan atau perlawanan Palestina, mereka tidak punya pilihan selain melanjutkan perlawanan secara lebih kuat dan efektif, untuk bisa memaksa pendudukan untuk mundur, dan memenuhi syarat-syarat yang mereka ajukan untuk menghentikan perang.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Kemlu Soal Deportasi...
Kemlu Soal Deportasi Abdul Karim Raeq Miqdad: Murni Isu Pidana, Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Yusril Tegaskan Abdul...
Yusril Tegaskan Abdul Karim Bukan Ulama dan Aktivis Kemanusiaan Gaza
Yusril Berkunjung ke...
Yusril Berkunjung ke MUI Malam Ini, Jelaskan Penangkapan WNA Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad
MUI Soroti Penangkapan...
MUI Soroti Penangkapan Ulama Palestina Sheikh Abdul Karim Raed Miqdad, Pertanyakan Verifikasi Tuduhan Terorisme
Adara Ajak Masyarakat...
Adara Ajak Masyarakat Berkarya untuk Al-Aqsa dan Palestina melalui Art & Craft for Palestine
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Rekomendasi
Jangan Sepelekan! Ini...
Jangan Sepelekan! Ini Keutamaan Berjalan Kaki ke Masjid Saat Salat Jumat
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Sekda Tangsel Bambang...
Sekda Tangsel Bambang Ingatkan ASN Berikan Pelayanan Publik Sesuai Standar
Berita Terkini
KPK Dalami Pertemuan...
KPK Dalami Pertemuan Bupati Kuansing Suhardiman Amby dengan Menhut Raja Juli
KPK Sita Catatan Keuangan...
KPK Sita Catatan Keuangan usai Geledah Rumah Dinas hingga Kantor Bupati Lombok Barat
7 Kasus Pencucian Uang...
7 Kasus Pencucian Uang Terbesar di Indonesia, Nilainya Tembus Belasan Triliun hingga Penjara Seumur Hidup
Gugatan terhadap Waketum...
Gugatan terhadap Waketum dan Sekjen PPP Dicabut, Kader Pilih Fokus Konsolidasi Partai
Hari Bhayangkara ke-80,...
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Hadiahi Istri Arist Merdeka Sirait Ziarah Holyland
Hotman Paris Ungkap...
Hotman Paris Ungkap Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Ditahan
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved