Cerita Pilu WNI di Gaza Rayakan Lebaran di Tengah Gempuran Serangan Israel
Kamis, 11 April 2024 - 07:03 WIB
loading...
A
A
A
Meski begitu, kata Fikri, masyarakat muslim yang ada di Jalur Gaza tetap melaksanakan Salat Idulfitri pada pukul 06.30 waktu setempat. Namun yang berbeda pada tahun ini dengan tahun yang lalu, di mana masyarakat sebelumnya bisa berkumpul dengan keluarga mereka secara utuh, namun tidak dengan pada Idulfitri tahun ini di mana memang banyak anggota keluarga mereka yang sudah meninggal.
Bahkan, kata Fikri, dia mendapatkan kabar dari sosial media bahwa masyarakat yang ada di Gaza Utara yakni di Kota Jabariyah terpaksa melaksanakan Salat Idulfitri di bawah guyuran hujan karena hampir semua masjid yang ada di Gaza Utara sudah mengalami kehancuran.
“Bahwa kita tahu bahwa jalur utara dan juga Gaza City memang di sana tempat medan pertempuran sehingga banyak bangunan-bangunan yang sudah hancur dan juga tidak bisa ditinggali oleh masyarakat sipil,” tuturnya.
Baca juga: Gerindra Ungkap Sinyal Megawati dan Prabowo Bertemu dalam Silaturahmi Idulfitri
“Dan juga sampai saat ini korban jiwa masih terus bertahan bahkan pada malam takbiran pun Israel menyerang ke Kota Nusairat menyebabkan 13 orang meninggal dan sebagian besar adalah anak, sehingga total korban sejak Oktober tahun lalu menyentuh angka 33.482 orang,” pungkasnya.
Bahkan, kata Fikri, dia mendapatkan kabar dari sosial media bahwa masyarakat yang ada di Gaza Utara yakni di Kota Jabariyah terpaksa melaksanakan Salat Idulfitri di bawah guyuran hujan karena hampir semua masjid yang ada di Gaza Utara sudah mengalami kehancuran.
“Bahwa kita tahu bahwa jalur utara dan juga Gaza City memang di sana tempat medan pertempuran sehingga banyak bangunan-bangunan yang sudah hancur dan juga tidak bisa ditinggali oleh masyarakat sipil,” tuturnya.
Baca juga: Gerindra Ungkap Sinyal Megawati dan Prabowo Bertemu dalam Silaturahmi Idulfitri
“Dan juga sampai saat ini korban jiwa masih terus bertahan bahkan pada malam takbiran pun Israel menyerang ke Kota Nusairat menyebabkan 13 orang meninggal dan sebagian besar adalah anak, sehingga total korban sejak Oktober tahun lalu menyentuh angka 33.482 orang,” pungkasnya.
(kri)
Lihat Juga :