PBNU: Jangan Larut dalam Kebencian

Senin, 08 April 2024 - 16:41 WIB
loading...
PBNU: Jangan Larut dalam...
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan Ahmad Fahrur Rozi berpesan agar jangan larut dalam kebencian. Foto/YouTube
A A A
JAKARTA - Idulfitri 1445 Hijriah menjadi momentum untuk merajut kembali silaturahmi yang mungkin sempat terputus lantaran perbedaan pandangan politik di Pemilu 2024. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan Ahmad Fahrur Rozi berpesan agar jangan larut dalam kebencian.

“Mari segera merajut kembali tali silaturahmi anak bangsa, jangan larut dalam kebencian, pemilu sudah selesai,” kata pria yang akrab disapa Gus Fahrur ini, Senin (8/4/2024).

Dia juga mengajak masyarakat kembali fokus membangun masa depan. Persatuan semua kalangan dan melupakan segala perbedaan politik pada Pemilu 2024 adalah salah satu kunci keberhasilan membangun bangsa ini.

Baca juga: Putusan MK Harus Diterima Semua Pihak Secara Legawa

“Harus move on, bersatu membangun. Masih ada kesempatan pemilu ke depan lagi,” pungkasnya.

Diketahui, masyarakat Indonesia baru saja menyelesaikan pemilu untuk memilih presiden dan wakil presiden, anggota DPR, DPRD, dan DPD. Prosesnya berlangsung lancar, dari pencoblosan sampai rekapitusasi suara tingkat nasional.

Masyarakat saat ini masih menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa hasil Pemilu 2024 yang akan diumumkan pada 22 April 2024. Untuk menjaga suasana tetap kondusif, pengamat politik Bawono Kumoro meminta semua kalangan menerima putusan MK.

"Semua pihak harus menerima secara besar hati, lapang dada, dan legawa. Karena putusan MK merupakan putusan final dan mengikat," ujar Bawono.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Ma’shum: NU juga Butuh Tata Krama
Nahdlatul Ulama: Pesantren...
Nahdlatul Ulama: Pesantren dan Kedaulatan Masyarakat Sipil
Halaqoh Kiai Muda NU...
Halaqoh Kiai Muda NU Soroti Kepemimpinan di PBNU
Paradoks NU: Ketika...
Paradoks NU: Ketika Membesar, Jangan Sampai Kehilangan Akar
PBNU: Segelintir Kasus...
PBNU: Segelintir Kasus Kekerasan Seksual Tak Mewakili Wajah Pesantren
Kiai NU: Penjaga Tradisi...
Kiai NU: Penjaga Tradisi atau Agen Kultural?
Nahdliyin Muda Batang:...
Nahdliyin Muda Batang: Siapa pun Ketum PBNU Harus Bisa Memperkuat Posisi NU
Pesan Iduladha 2026...
Pesan Iduladha 2026 dari Ketum PBNU: Teguhkan Iman, Siap Berkorban demi Masa Depan Lebih Baik
PCNU Cirebon Ajukan...
PCNU Cirebon Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU
Rekomendasi
Wasit Resmi Piala Dunia...
Wasit Resmi Piala Dunia 2026 Ditolak Masuk AS, FIFA Diminta Bayar Kompensasi Rp1,6 Miliar
Misteri Rumah Rimar...
Misteri Rumah Rimar Idol Terungkap! Sosok Bermuka Batu Bertaring Pernah Muncul di Depannya
Mitsubishi Triton Ralliart...
Mitsubishi Triton Ralliart Merapat, Nissan Tendang Navara Nismo
Berita Terkini
Sari Yuliati Minta Kasus...
Sari Yuliati Minta Kasus Pembakaran Santri di Lombok Diusut Tuntas
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Lampung, Resmikan RSUD dan Buka Munas HIPMI
Masa Penahanan Gus Yaqut...
Masa Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang selama 30 Hari
Prabowo Minta Menkes...
Prabowo Minta Menkes Perluas CKG-Perkuat Penanggulangan TBC
Konflik PPP Banten Dinilai...
Konflik PPP Banten Dinilai Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua
4 Oknum Prajurit TNI...
4 Oknum Prajurit TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Hari Ini Divonis
Infografis
7 Kombes Pecah Bintang...
7 Kombes Pecah Bintang Jadi Brigjen Dalam Mutasi Polri Januari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved