Tantangan Baru Mudik 2024: Risiko Kebakaran Baterai Mobil Listrik di Kapal Feri
Sabtu, 30 Maret 2024 - 13:58 WIB
loading...
Pengamat Maritim dari Ikatan Alumni Lemhannas Strategic Center (IKAL SC) Dr Capt Marcellus Hakeng Jayawibawa. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Tradisi mudik Lebaran selalu menjadi momen yang dinanti-nantikan oleh jutaan orang untuk berkumpul dengan keluarga dan kerabat tercinta. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, muncul fenomena baru yang menarik perhatian yakni penggunaan mobil listrik dalam perjalanan mudik.
Meski memiliki manfaat lingkungan yang jelas, pengangkutan mobil listrik melalui kapal feri membawa risiko yang patut diperhatikan, terutama terkait potensi kebakaran terkait baterai lithium-ion yang digunakan dalam mobil listrik.
Baca juga: Mudik via Tol, Ini Lokasi Stasiun Pengisian Baterai Mobil Listrik
"Kapal feri adalah bagian penting dari sistem transportasi Indonesia, namun pengangkutan mobil listrik meningkatkan risiko kebakaran yang dapat mengancam keselamatan penumpang, awak kapal, dan lingkungan sekitar," ujar Pengamat Maritim dari Ikatan Alumni Lemhannas Strategic Center (IKAL SC) Dr Capt Marcellus Hakeng Jayawibawa, Sabtu (30/3/2024).
Baterai lithium-ion yang umumnya digunakan mobil listrik memiliki potensi untuk terbakar jika terjadi masalah atau kegagalan pada sistem baterai. Risiko ini menjadi lebih meningkat ketika mobil listrik naik ke kapal feri, terutama karena kapal feri sering beroperasi di lingkungan yang rentan terhadap kebakaran dan sulit dievakuasi.
Meski memiliki manfaat lingkungan yang jelas, pengangkutan mobil listrik melalui kapal feri membawa risiko yang patut diperhatikan, terutama terkait potensi kebakaran terkait baterai lithium-ion yang digunakan dalam mobil listrik.
Baca juga: Mudik via Tol, Ini Lokasi Stasiun Pengisian Baterai Mobil Listrik
"Kapal feri adalah bagian penting dari sistem transportasi Indonesia, namun pengangkutan mobil listrik meningkatkan risiko kebakaran yang dapat mengancam keselamatan penumpang, awak kapal, dan lingkungan sekitar," ujar Pengamat Maritim dari Ikatan Alumni Lemhannas Strategic Center (IKAL SC) Dr Capt Marcellus Hakeng Jayawibawa, Sabtu (30/3/2024).
Baterai lithium-ion yang umumnya digunakan mobil listrik memiliki potensi untuk terbakar jika terjadi masalah atau kegagalan pada sistem baterai. Risiko ini menjadi lebih meningkat ketika mobil listrik naik ke kapal feri, terutama karena kapal feri sering beroperasi di lingkungan yang rentan terhadap kebakaran dan sulit dievakuasi.
Lihat Juga :