Pengamat Nilai Jenis Kelamin KAMI untuk Cari Kekuasaan Politik
Minggu, 16 Agustus 2020 - 06:04 WIB
loading...
A
A
A
Cara membaca jenis kelamin dan arah politik KAMI, menurut Erik adalah dengan melihat dari subyek mereka. Ia menyebut bahwa para deklarator KAMI adalah kelompok yang menjadi korban kontestasi politik Pilpres 2019 karena tak berhasil merebut kekuasaan.
“Subyeknya koalisi ini ada Rocky Gerung dan tokoh-tokoh lainnya. Berdasarkan penelusuran di media juga bahwa orang-orang tersebut adalah orang-orang lama yang melekat sebagai korban kontestasi Pemilu 2019,” jelasnya. (Baca juga: Respons Soal KAMI, GMNI: Saat Ini Semua Pihak Berupaya Atasi Corona )
Perlu diketahui, bahwa tokoh KAMI antara lain ; petinggi Front Pembela Islam (FPI) Ahmad Sobri Lubis dan Habib Muchsin Alatas, ekonom Ichsanuddin Noorsy, eks Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, staf Rizal Ramli yakni Adhie Massardie, eks Komisaris Utama Pelindo I Refly Harun, eks Menteri Kehutanan MS Kaban, mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo, mantan Penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua.
Selain itu, ada juga Mohanmad Said Didu, Marwan Batubara, Syahganda Nainggolan, Hatta Taliwang, Rocky Gerung, Khusnul Komariah dan masih banyak lagi lainnya. Kemudian jika dilihat dari konten narasi yang dibangun oleh kelompok tersebut, Erik mengatakan, gerakan KAMI hanya mengandalkan unsur pesimistik.
“KAMI yang kedepankan narasi pesimistik, jelas mereka barisan sakit hati. Bercandaan saya, ini barisan nasi yang udah jadi bubur dan bagaimana agar bubur ini bisa dijual dan laku,” terangnya.
“Subyeknya koalisi ini ada Rocky Gerung dan tokoh-tokoh lainnya. Berdasarkan penelusuran di media juga bahwa orang-orang tersebut adalah orang-orang lama yang melekat sebagai korban kontestasi Pemilu 2019,” jelasnya. (Baca juga: Respons Soal KAMI, GMNI: Saat Ini Semua Pihak Berupaya Atasi Corona )
Perlu diketahui, bahwa tokoh KAMI antara lain ; petinggi Front Pembela Islam (FPI) Ahmad Sobri Lubis dan Habib Muchsin Alatas, ekonom Ichsanuddin Noorsy, eks Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, staf Rizal Ramli yakni Adhie Massardie, eks Komisaris Utama Pelindo I Refly Harun, eks Menteri Kehutanan MS Kaban, mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo, mantan Penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua.
Selain itu, ada juga Mohanmad Said Didu, Marwan Batubara, Syahganda Nainggolan, Hatta Taliwang, Rocky Gerung, Khusnul Komariah dan masih banyak lagi lainnya. Kemudian jika dilihat dari konten narasi yang dibangun oleh kelompok tersebut, Erik mengatakan, gerakan KAMI hanya mengandalkan unsur pesimistik.
“KAMI yang kedepankan narasi pesimistik, jelas mereka barisan sakit hati. Bercandaan saya, ini barisan nasi yang udah jadi bubur dan bagaimana agar bubur ini bisa dijual dan laku,” terangnya.
Lihat Juga :