alexametrics

PKS Nilai Pernyataan Jokowi Soal Politik Kebohongan Otokritik

loading...
PKS Nilai Pernyataan Jokowi Soal Politik Kebohongan Otokritik
Politikus PKS, Suhud Aliyudin menganggap pernyataan Presiden Jokowi yang meminta semua pihak mengakhiri politik kebohongan sebagai otokritik. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta semua pihak mengakhiri politik kebohongan dianggap sebagai otokritik. Sebab, banyak janji kampanye Presiden Jokowi yang belum terealisasi.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Suhud Aliyudin mengatakan yang mampu melakukan politik kebohongan secara sistematis adalah penguasa. Tujuannya, kata dia, untuk menutupi kegagalan janji-janji kampanye Pemerintahan Jokowi. (Baca juga: Jokowi: Akhiri Politik Kebohongan dan Merasa Benar Sendiri)

"Saya kira pidato Pak Jokowi merupakan otokritik dan sindiran dia kepada pemerintahannya sendiri, karena banyak janji-janji kampanyenya yang belum mampu ia tepati," ujar Suhud Aliyudin dihubungi wartawan, Senin (22/10/2018).

Beberapa janji kampanye yang belum ditepati maksudnya, adalah janji pertumbuhan ekonomi meroket, janji tidak menaikkan Bahan Bakar Minyak (BBM). Kemudian, janji pembukaan lapangan kerja, janji mobil nasional, janji membangun kemandirian.

"Dan tidak impor, dan puluhan janji lainnya," pungkasnya.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak