Jenderal Pemilik Wing Penerbang TNI AD, Nomor 1 Lulusan Terbaik di Tiga Pendidikan Militer Berbeda
Minggu, 24 Maret 2024 - 05:08 WIB
loading...
Upacara penyerahan Wing Kehormatan Penerbang TNI AD kepada KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak di Pangkalan Utama TNI AD (Lanumad) Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (6/12/2023). FOTO/INSTAGRAM TNI AD
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah Jenderal TNI memiliki Wing Penerbang TNI AD yang tersemat di dada kanan seragam militernya. Salah satunya merupakan peraih penghargaan Adhi Makayasa dan Tri Sakti Wiratama Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) 1978 serta lulusan terbaik dua pendidikan militer lainnya.
Berdasarkan ketentuan PP Nomor 39 Tahun 2010, Jenderal adalah pangkat tertinggi dalam golongan pangkat Perwira Tinggi (Pati) TNI. Golongan pangkat di bawahnya adalah Letnan Jenderal (Letjen), Mayor Jenderal (Mayjen), dan Brigadir Jenderal (Brigjen). Karena itu hanya segelintir prajurit TNI yang berhasil mendapatkan jenderal bintang 4 tersebut.
Sementara Wing Penerbang TNI AD merupakan brevet yang diberikan kepada prajurit korps Penerbang TNI AD yang telah mengikuti pendidikan transisi penerbangan dari Co-pilot ke Pilot. Dalam sejarahnya, terdapat sejumlah jenderal yang memiliki Wing Penerbang TNI AD. Siapa saja mereka?
Baca juga: Mutasi TNI Terbaru! Kabais, Pangdam hingga Kepala RSPAD Gatot Soebroto Diganti
![Jenderal Pemilik Wing Penerbang TNI AD, Nomor 1 Lulusan Terbaik di Tiga Pendidikan Militer Berbeda]()
FOTO/Perpustakaan Pusat Angkatan Darat, Dinas Sejarah TNI Angkatan Darat
Jenderal Pemilik Wing Penerbang TNI AD yang pertama adalah Budiman. Dia merupakan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) periode 30 Agustus 2013 – 25 Juli 2014.
Budiman merupakan jebolan Akabri tahun 1978 dan penerima Adhi Makayasa-Tri Sakti Wiratama. Karier militer Budiman cukup cemerlang. Selain peraih Adhi Makayasa, pemilik Satyalencana Seroja ini merupakan lulusan terbaik Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Darat (Seskoad) tahun 1994 dan lulusan terbaik Wira Adi Nugraha Sesko TNI 2001.
Tentara yang memulai karier sebagai Komandan Peleton Yonzipur 3 Kodam III/Siliwangi pada 1979 ini satu-satunya perwira dari Korps Zeni yang sukses meraih hat-trick lulusan terbaik. Kecemerlangannya di dunia pendidikan sejalan dengan karier militernya yang bersinar terangnya. Puncak karier militernya ketika ditunjuk menjadi KSAD menggantikan Jenderal TNI Moeldoko yang promosi menjadi Panglima TNI.
Sejumlah jabatan strategis pernah dia emban selama karier militernya. Mulai dari Dirjakstra Ditjen Strahan Dephan (2008), Pa Sahli Tk. III Bidang Polkamnas Panglima TNI dan Sesmilpres Kemsetneg (2008), Pangdam IV/Diponegoro (2009), Dankodiklat TNI AD (2010), Wakil KSAD (2011), Sekjen Kemhan (2013), dan KSAD (2013).
Sebagai tentara kaya pengalaman, Budiman mengoleksi sejumlah brevet militer, antara lain Wing Penerbang TNI AD Kelas I, Brevet Kavaleri Berkuda, Partfinder Badge (US Army), Brevet Kualifikasi Komando Kopassus, Brevet Para Dasar. Kemudian Brevet Jihandak Zeni, Brevet Nubika Zeni, dan Brevet Kualifikasi Intai Tempur (Taipur). Selain itu, Budiman juga mendapatkan brevet kehormatan, yakni Brevet Komando Korpaskhas, Brevet Hiperbarik TNI AL, Brevet Hiu Kencana, dan Brevet Penerbang TNI AU Kelas I.
![Jenderal Pemilik Wing Penerbang TNI AD, Nomor 1 Lulusan Terbaik di Tiga Pendidikan Militer Berbeda]()
FOTO/BUKUMemenuhi Amanat Bangsa, Kontingen Garuda XXII-A/UNIFIL di Lebanon, 2008
Selanjutnya ada Djoko Santoso dalam daftar Jenderal pemilik Wing Penerbang TNI AD. Jabatan terakhir Djoko Santoso sebelum pensiun adalah Panglima TNI periode 28 Desember 2007–28 September 2010.
Djoko Santoso mengawali karier militer sebagai Danton-I/A/121/II setelah lulus dari Akabri 1975. Selanjutnya, tentara kelahiran Surakarta, 8 September 1952 itu dipindah menjadi ADC pangdam I/Bukit Barisan, ADC Pangkostrad, Danki-A Yonif Linud 502, dan Kasi-2/Ops Yonif Linud 502.
Karier Djoko Santoso terus menanjak. Dia diangkat menjadi Kasipam Dispamsanad, Wakil Komandan Yonif Linud 328/Kostrad, Komandan Yonif Linud 330/Kostrad, Assospoldam Jayakarta, dan Danrem 072/Pamungkas.
Djoko Santoso pecah bintang atau meraih pangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) ketika diangkat menjadi Waassospol Kassospol ABRI pada 1998. Selanjutnya ia dimutasi menjadi Waassospol Kaster ABRI, dan Kepala Staf Kodam IV/Diponegoro.
Jenderal Bintang 2 diraih Djoko Santoso ketika ditunjuk menjadi Panglima Divisi Infanteri 2/Kosttrad pada 2001. Selanjutnya dimutasi menjadi Pangdam XVI/Pattimura dan Pangdam Jayakarta. Pada 2003, Djoko meraih pangkat Letnan Jenderal atau Jenderal Bintang 3 karena diangkat menjadi Wakil KSAD. Dua tahun kemudian ia mecapai pangkat jenderal atau bintang 4 setelah ditunjuk menjadi KSAD. Pada 2007, Djoko dipercaya menjadi Panglima TNI oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Sebagai tentara kaya pengalaman, Djoko Santoso juga memiliki beberapa brevet bergengsi. Antara lain Brevet Kualifikasi Raider, Brevet Hiu Kencana, Wing Penerbang TNI AU, Wing Penerbang TNI AD, Brevet Kualifikasi Komando Kopassus, Brevet Jump Master, dan Brevet Kualifikasi Penanggulangan Teror (Gultor).
Djoko Santoso telah meninggal dunia pada 10 Mei 2020 di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Jenazahnya dimakamkan di Sandiego Hills, Karawang, Jawa Barat.
![Jenderal Pemilik Wing Penerbang TNI AD, Nomor 1 Lulusan Terbaik di Tiga Pendidikan Militer Berbeda]()
FOTO/DOK.TNI AD
Dudung Abdurachman juga masuk dalam Jenderal pemilik Wing Penerbang TNI AD. Sebelum pensiun dari militer, Dudung menjabat sebagai KSAD periode 17 November 2021-25 Oktober 2023.
Berdasarkan ketentuan PP Nomor 39 Tahun 2010, Jenderal adalah pangkat tertinggi dalam golongan pangkat Perwira Tinggi (Pati) TNI. Golongan pangkat di bawahnya adalah Letnan Jenderal (Letjen), Mayor Jenderal (Mayjen), dan Brigadir Jenderal (Brigjen). Karena itu hanya segelintir prajurit TNI yang berhasil mendapatkan jenderal bintang 4 tersebut.
Sementara Wing Penerbang TNI AD merupakan brevet yang diberikan kepada prajurit korps Penerbang TNI AD yang telah mengikuti pendidikan transisi penerbangan dari Co-pilot ke Pilot. Dalam sejarahnya, terdapat sejumlah jenderal yang memiliki Wing Penerbang TNI AD. Siapa saja mereka?
Baca juga: Mutasi TNI Terbaru! Kabais, Pangdam hingga Kepala RSPAD Gatot Soebroto Diganti
Jenderal Pemilik Wing Penerbang TNI AD
1. Jenderal TNI (Purn) Budiman

FOTO/Perpustakaan Pusat Angkatan Darat, Dinas Sejarah TNI Angkatan Darat
Jenderal Pemilik Wing Penerbang TNI AD yang pertama adalah Budiman. Dia merupakan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) periode 30 Agustus 2013 – 25 Juli 2014.
Budiman merupakan jebolan Akabri tahun 1978 dan penerima Adhi Makayasa-Tri Sakti Wiratama. Karier militer Budiman cukup cemerlang. Selain peraih Adhi Makayasa, pemilik Satyalencana Seroja ini merupakan lulusan terbaik Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Darat (Seskoad) tahun 1994 dan lulusan terbaik Wira Adi Nugraha Sesko TNI 2001.
Tentara yang memulai karier sebagai Komandan Peleton Yonzipur 3 Kodam III/Siliwangi pada 1979 ini satu-satunya perwira dari Korps Zeni yang sukses meraih hat-trick lulusan terbaik. Kecemerlangannya di dunia pendidikan sejalan dengan karier militernya yang bersinar terangnya. Puncak karier militernya ketika ditunjuk menjadi KSAD menggantikan Jenderal TNI Moeldoko yang promosi menjadi Panglima TNI.
Sejumlah jabatan strategis pernah dia emban selama karier militernya. Mulai dari Dirjakstra Ditjen Strahan Dephan (2008), Pa Sahli Tk. III Bidang Polkamnas Panglima TNI dan Sesmilpres Kemsetneg (2008), Pangdam IV/Diponegoro (2009), Dankodiklat TNI AD (2010), Wakil KSAD (2011), Sekjen Kemhan (2013), dan KSAD (2013).
Sebagai tentara kaya pengalaman, Budiman mengoleksi sejumlah brevet militer, antara lain Wing Penerbang TNI AD Kelas I, Brevet Kavaleri Berkuda, Partfinder Badge (US Army), Brevet Kualifikasi Komando Kopassus, Brevet Para Dasar. Kemudian Brevet Jihandak Zeni, Brevet Nubika Zeni, dan Brevet Kualifikasi Intai Tempur (Taipur). Selain itu, Budiman juga mendapatkan brevet kehormatan, yakni Brevet Komando Korpaskhas, Brevet Hiperbarik TNI AL, Brevet Hiu Kencana, dan Brevet Penerbang TNI AU Kelas I.
2. Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso

FOTO/BUKUMemenuhi Amanat Bangsa, Kontingen Garuda XXII-A/UNIFIL di Lebanon, 2008
Selanjutnya ada Djoko Santoso dalam daftar Jenderal pemilik Wing Penerbang TNI AD. Jabatan terakhir Djoko Santoso sebelum pensiun adalah Panglima TNI periode 28 Desember 2007–28 September 2010.
Djoko Santoso mengawali karier militer sebagai Danton-I/A/121/II setelah lulus dari Akabri 1975. Selanjutnya, tentara kelahiran Surakarta, 8 September 1952 itu dipindah menjadi ADC pangdam I/Bukit Barisan, ADC Pangkostrad, Danki-A Yonif Linud 502, dan Kasi-2/Ops Yonif Linud 502.
Karier Djoko Santoso terus menanjak. Dia diangkat menjadi Kasipam Dispamsanad, Wakil Komandan Yonif Linud 328/Kostrad, Komandan Yonif Linud 330/Kostrad, Assospoldam Jayakarta, dan Danrem 072/Pamungkas.
Djoko Santoso pecah bintang atau meraih pangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) ketika diangkat menjadi Waassospol Kassospol ABRI pada 1998. Selanjutnya ia dimutasi menjadi Waassospol Kaster ABRI, dan Kepala Staf Kodam IV/Diponegoro.
Jenderal Bintang 2 diraih Djoko Santoso ketika ditunjuk menjadi Panglima Divisi Infanteri 2/Kosttrad pada 2001. Selanjutnya dimutasi menjadi Pangdam XVI/Pattimura dan Pangdam Jayakarta. Pada 2003, Djoko meraih pangkat Letnan Jenderal atau Jenderal Bintang 3 karena diangkat menjadi Wakil KSAD. Dua tahun kemudian ia mecapai pangkat jenderal atau bintang 4 setelah ditunjuk menjadi KSAD. Pada 2007, Djoko dipercaya menjadi Panglima TNI oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Sebagai tentara kaya pengalaman, Djoko Santoso juga memiliki beberapa brevet bergengsi. Antara lain Brevet Kualifikasi Raider, Brevet Hiu Kencana, Wing Penerbang TNI AU, Wing Penerbang TNI AD, Brevet Kualifikasi Komando Kopassus, Brevet Jump Master, dan Brevet Kualifikasi Penanggulangan Teror (Gultor).
Djoko Santoso telah meninggal dunia pada 10 Mei 2020 di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Jenazahnya dimakamkan di Sandiego Hills, Karawang, Jawa Barat.
3. Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman

FOTO/DOK.TNI AD
Dudung Abdurachman juga masuk dalam Jenderal pemilik Wing Penerbang TNI AD. Sebelum pensiun dari militer, Dudung menjabat sebagai KSAD periode 17 November 2021-25 Oktober 2023.
Lihat Juga :