Denny JA Tekankan Perlunya Spiritualitas yang Akrab dengan Alam Agar Hidup Bahagia
Sabtu, 23 Maret 2024 - 13:29 WIB
loading...
A
A
A
"Tak hanya income ekonomi dan pemerintahan bersih yang diukur. Tapi juga sosial support, generousity, freedom to choose life style, dan persepsi happiness warga negara," jelasnya.
Apa yang menyebabkan rakyat Finlandia bahagia? Satu hal yang perlu ditekankan, kata Denny, warganya sangat akrab dengan alam. "70% daratan Finlandia dipenuhi hutan. Bahkan kota Filandia itu juga ada hutannya," ucapnya.
Mereka punya rumah kedua di dalam hutan. Siapa pun dibolehkan tinggal di sana, sejauh memberi tahu lebih dulu dan bersedia membersihkannya kembali. "Mereka seringkali mengisi hidupnya baik secara sendirian atau bersama komunitas di hutan, memancing, hiking, jogging, walking dan meditasi," paparnya.
Riset menunjukkan suasana hijau, udara segar, luasnya pemandangan sangat efektif merilekskan pikiran. Denny menuturkan lebih mudah mengheningkan cipta dalam suasana outdoor, di alam yang teduh dan hangat, dibandingkan di dalam ruangan, indoor. "Hidup dekat dengan alam, akrab dengan alam, ramah dengan lingkungan hidup, menjadi esensial untuk hidup bahagia," kata dia.
Di tahun 70-an, lanjutnya, tokoh seperti James Lovelock mengembangkan filosofi hidup bernama Gaia Hypothesis atau Gaia Principle. Gerakan ini mengajak melihat bumi secara berbeda.
Bumi jangan lagi dilihat sebagai benda mati, tumpukan tanah, dan batu raksasa. Tapi bumi adalah organisme yang hidup, yang juga perlu mengatur survivalnya. "Kita, manusia, bukanlah tuan bagi bumi, apalagi kita bukan majikannya, yang kuasa menjajah bumi, mengeksploitasinya, apalagi merusaknya," paparnya.
Sebaliknya, Gaia Principle mengajak melihat bumi sebagai ibu kandung. Manusia adalah anak dari bumi, yang menyayangi bumi, yang tidak durhaka pada bumi. "Gunung, udara, pohon, sungai, kita lihat sebagai keluarga kita sendiri, yang hidup, dan terus perlu dihidup-hidupkan," tuturnya.
Apa yang menyebabkan rakyat Finlandia bahagia? Satu hal yang perlu ditekankan, kata Denny, warganya sangat akrab dengan alam. "70% daratan Finlandia dipenuhi hutan. Bahkan kota Filandia itu juga ada hutannya," ucapnya.
Mereka punya rumah kedua di dalam hutan. Siapa pun dibolehkan tinggal di sana, sejauh memberi tahu lebih dulu dan bersedia membersihkannya kembali. "Mereka seringkali mengisi hidupnya baik secara sendirian atau bersama komunitas di hutan, memancing, hiking, jogging, walking dan meditasi," paparnya.
Riset menunjukkan suasana hijau, udara segar, luasnya pemandangan sangat efektif merilekskan pikiran. Denny menuturkan lebih mudah mengheningkan cipta dalam suasana outdoor, di alam yang teduh dan hangat, dibandingkan di dalam ruangan, indoor. "Hidup dekat dengan alam, akrab dengan alam, ramah dengan lingkungan hidup, menjadi esensial untuk hidup bahagia," kata dia.
Di tahun 70-an, lanjutnya, tokoh seperti James Lovelock mengembangkan filosofi hidup bernama Gaia Hypothesis atau Gaia Principle. Gerakan ini mengajak melihat bumi secara berbeda.
Bumi jangan lagi dilihat sebagai benda mati, tumpukan tanah, dan batu raksasa. Tapi bumi adalah organisme yang hidup, yang juga perlu mengatur survivalnya. "Kita, manusia, bukanlah tuan bagi bumi, apalagi kita bukan majikannya, yang kuasa menjajah bumi, mengeksploitasinya, apalagi merusaknya," paparnya.
Sebaliknya, Gaia Principle mengajak melihat bumi sebagai ibu kandung. Manusia adalah anak dari bumi, yang menyayangi bumi, yang tidak durhaka pada bumi. "Gunung, udara, pohon, sungai, kita lihat sebagai keluarga kita sendiri, yang hidup, dan terus perlu dihidup-hidupkan," tuturnya.
Lihat Juga :