Obat COVID-19 Pertama di Indonesia Tinggal Tunggu Izin Edar BPOM
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 17:54 WIB
loading...
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang juga Wakil Ketua I PCPEN, Jenderal TNI Andika Perkasa di Mabesad, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (15/8/2020). Foto/SINDOnews/Komaruddin Bagja
A
A
A
JAKARTA - Sebentar lagi Indonesia bakal mengukir sejarah dalam dunia kesehatan. Pasalnya, Universitas Airlangga telah selesai melakukan uji klinis fase ketiga terhadap obat melawan COVID-19 pertama di Indonesia.
Rektor Universitas Airlangga, Mohammad Nasih menyerahkan hasil uji klinis tersebut kepada Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN). Hasil uji klinis ini diterima Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang juga Wakil Ketua I PCPEN, Jenderal TNI Andika Perkasa. (Baca juga: Per Hari Ini, Pemerintah Periksa 27.296 Spesimen COVID-19)
Andika mengatakan, obat melawan COVID-19 tersebut merupakan karya anak bangsa dan pertama di Indonesia. "Ini obat melawan COVID-19 yang sudah diuji klinis fase ketiga, oleh dokter Purwati selaku Kapuslitbang Stem Cell Universitas Airlangga," ujar Andika di Mabesad, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (15/8/2020).
Ia menuturkan hasil uji klinis obat COVID-19 tersebut hanya tinggal menunggu izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). "Kami sudah punya jadwal dengan BPOM RI untuk untuk mempercepat izin edar obat ini. Rencannya Rabu mendatang kami mengadakan pertemuan. Semakin cepat, akan lebih baik untuk memproduksi obat COVID-19 ini," jelasnya.
Andika melanjutkan pembahasan menyoal anggaran memproduksi obat COVID-19 ini pun akan dibahas. Yakni bersama pihak Komisi I DPR dan pihak Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dia menuturkan, proses produksi akan dibantu perusahaan obat terbesar di Indonesia, Kimia Farma.
Rektor Universitas Airlangga, Mohammad Nasih menyerahkan hasil uji klinis tersebut kepada Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN). Hasil uji klinis ini diterima Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) yang juga Wakil Ketua I PCPEN, Jenderal TNI Andika Perkasa. (Baca juga: Per Hari Ini, Pemerintah Periksa 27.296 Spesimen COVID-19)
Andika mengatakan, obat melawan COVID-19 tersebut merupakan karya anak bangsa dan pertama di Indonesia. "Ini obat melawan COVID-19 yang sudah diuji klinis fase ketiga, oleh dokter Purwati selaku Kapuslitbang Stem Cell Universitas Airlangga," ujar Andika di Mabesad, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (15/8/2020).
Ia menuturkan hasil uji klinis obat COVID-19 tersebut hanya tinggal menunggu izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). "Kami sudah punya jadwal dengan BPOM RI untuk untuk mempercepat izin edar obat ini. Rencannya Rabu mendatang kami mengadakan pertemuan. Semakin cepat, akan lebih baik untuk memproduksi obat COVID-19 ini," jelasnya.
Andika melanjutkan pembahasan menyoal anggaran memproduksi obat COVID-19 ini pun akan dibahas. Yakni bersama pihak Komisi I DPR dan pihak Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dia menuturkan, proses produksi akan dibantu perusahaan obat terbesar di Indonesia, Kimia Farma.
Lihat Juga :