Survei LSI Denny JA: Mayoritas Publik Setuju Keputusan KPU atas Hasil Pilpres 2024
Jum'at, 22 Maret 2024 - 19:47 WIB
loading...
A
A
A
Angka 75,8% bukan hanya mayoritas tetapi mayoritas besar. Sebab, jika di-breakdown dari pilihan capres 2024, terlihat bahwa pemilih Ganjar-Mahfud yang paling tinggi persetujuannya terhadap koalisi partai semi permanen. Diikuti oleh pemilih Anies-Muhaimin, baru kemudian pemilih Prabowo-Gibran.
"Pemilih 01 yang menyatakan setuju terhadap koalisi partai semi permanen sebesar 75,9%; pemilih 02 yang setuju sebesar 74,4%; dan pemilih 03 sebesar 80,7%," katanya.
Jika dilihat dari pemilih partai, pemilih PDIP yang setuju sebesar 77,9%; Golkar 70,1%; Gerindra 77,8%; PKB 81,0%; Nasdem 79,4%; dan PAN 88,3%.
Jika dilihat dari hasil survei tersebut, kata Ardian Sopa, maka kemungkinan besar koalisi semi permanan 20 tahun bisa terwujud. Namun ia juga mengingatkan bahwa bisa saja koalisi partai semi permanen batal.
"Pertama, jika lahir presiden baru di 2029, 2034, 2039, yang lebih populer dari oposisi. Kedua, karena itu koalisi semi permanen 20 tahun ini perlu juga memastikan memiliki capres yang terpilih di pilpres 2029, 2034, dan 2039," katanya.
Untuk diketahui, LSI Denny JA melakukan survei tatap muka pada 1–15 Maret 2024 dengan menggunakan kuesioner kepada 1.200 responden di seluruh Indonesia. Margin of error survei ini sebesar 2.9%.
Selain survei dengan metode kuantitatif, LSI Denny JA juga memperkaya informasi dan analisa dengan metode kualitatif, seperti analisis media, in-depth interview, expert judgement dan focus group discussion.
"Pemilih 01 yang menyatakan setuju terhadap koalisi partai semi permanen sebesar 75,9%; pemilih 02 yang setuju sebesar 74,4%; dan pemilih 03 sebesar 80,7%," katanya.
Jika dilihat dari pemilih partai, pemilih PDIP yang setuju sebesar 77,9%; Golkar 70,1%; Gerindra 77,8%; PKB 81,0%; Nasdem 79,4%; dan PAN 88,3%.
Jika dilihat dari hasil survei tersebut, kata Ardian Sopa, maka kemungkinan besar koalisi semi permanan 20 tahun bisa terwujud. Namun ia juga mengingatkan bahwa bisa saja koalisi partai semi permanen batal.
"Pertama, jika lahir presiden baru di 2029, 2034, 2039, yang lebih populer dari oposisi. Kedua, karena itu koalisi semi permanen 20 tahun ini perlu juga memastikan memiliki capres yang terpilih di pilpres 2029, 2034, dan 2039," katanya.
Untuk diketahui, LSI Denny JA melakukan survei tatap muka pada 1–15 Maret 2024 dengan menggunakan kuesioner kepada 1.200 responden di seluruh Indonesia. Margin of error survei ini sebesar 2.9%.
Selain survei dengan metode kuantitatif, LSI Denny JA juga memperkaya informasi dan analisa dengan metode kualitatif, seperti analisis media, in-depth interview, expert judgement dan focus group discussion.
(abd)
Lihat Juga :