Positif, Kreatif, dan Aman di Internet
Rabu, 20 Maret 2024 - 15:18 WIB
loading...
A
A
A
Penjelasan mengenai literasi digital kemudian disampaikan oleh tiga orang narasumber. Paparan pertama disampaikan oleh Sekjen IAPA & Dosen Senior di Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik FISIPOL UGM, praktisi pendidikan, Dr. Bevaola Kusumasari yang menyampaikan tentang etika berinternet untuk anak. Sama hal nya seperti di kehidupan nyata, berselancar di dunia maya pun harus menggunakan etika. Melihat konten yang sesuai dengan usia, berhati-hati saat mengunggah sesuatu, serta mawas diri dengan waktu penggunaan gadget.
Penting bagi anak untuk menjadikan internet sebagai ruang mengasah kreativitas, menambah pengetahuan dan wawasan, serta membentuk budaya positif.
“Etika digital adalah pedoman menggunakan berbagai platform digital secara sadar, bertanggung jawab, berintegritas dan menjunjung nilai - nilai kebajikan untuk kepentingan seluruh manusia. Untuk adik - adik pertahankan etika pada diri kalian karena ini adalah pegangan untuk masa depan kalian,” tutur Beavola.
Sejalan dengan paparan Beavola, paparan materi kedua yang disampaikan oleh Anggraini Hermana, selaku Praktisi Pendidikan dan Trainer Digital, Anggraini menekankan pentingnya anak memahami pemanfaatan teknologi secara aman.
“Kejahatan cyber ada banyak macam, seperti phishing, peratasan, cyber stalking, cyber bullying, dan scam. Jadi adik - adik alangkah baiknya kita tetap waspada, jangan asal meng-click sesuatu yang kita tidak tahu dari mana asalnya,” kata Anggraini.
Membekali diri dengan kemampuan literasi digital yang baik adalah landasan utama agar anak dapat menggunakan internet secara aman.
Penting bagi anak untuk menjadikan internet sebagai ruang mengasah kreativitas, menambah pengetahuan dan wawasan, serta membentuk budaya positif.
“Etika digital adalah pedoman menggunakan berbagai platform digital secara sadar, bertanggung jawab, berintegritas dan menjunjung nilai - nilai kebajikan untuk kepentingan seluruh manusia. Untuk adik - adik pertahankan etika pada diri kalian karena ini adalah pegangan untuk masa depan kalian,” tutur Beavola.
Sejalan dengan paparan Beavola, paparan materi kedua yang disampaikan oleh Anggraini Hermana, selaku Praktisi Pendidikan dan Trainer Digital, Anggraini menekankan pentingnya anak memahami pemanfaatan teknologi secara aman.
“Kejahatan cyber ada banyak macam, seperti phishing, peratasan, cyber stalking, cyber bullying, dan scam. Jadi adik - adik alangkah baiknya kita tetap waspada, jangan asal meng-click sesuatu yang kita tidak tahu dari mana asalnya,” kata Anggraini.
Membekali diri dengan kemampuan literasi digital yang baik adalah landasan utama agar anak dapat menggunakan internet secara aman.
Lihat Juga :