Netralitas Jokowi Disorot di Sidang PBB, Din Syamsuddin: Runtuhnya Kedaulatan Rakyat

Rabu, 20 Maret 2024 - 08:32 WIB
loading...
Netralitas Jokowi Disorot...
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin memberikan keterangan di Kediaman Resmi Duta Besar Jepang untuk RI, Jalan Daksa V, Jakarta Selatan, Selasa (19/3/2024). Foto: iNews Media/Widya Michella
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi sorotan dalam sidang Komite HAM PBB atau International Covenantion Civil and Political Rights (ICCPR) di Jenewa, Swiss, Selasa (12/3/2024). Atas hal ini, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin angkat bicara.

Saat sidang Komite HAM PBB, anggota Komite HAM PBB Bacre Waly Ndiaye mempertanyakan netralitas Jokowi dalam pencalonan putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024.

Baca juga: Netralitas Jokowi Dipertanyakan di Sidang PBB, Pengamat: Coreng Hitam Perjalanan Demokrasi

Menurut Din Syamsuddin, sorotan terhadap Jokowi bukti runtuhnya kedaulatan rakyat. Seharusnya rakyat bebas memilih, namun kini dipengaruhi berbagai aktivitas kecurangan politik.

"Itu salah satu bukti aspek penerapan HAM sehingga berhimpit dengan pelaksanaan pemilu yang Pak Jusuf Kalla menggunakan istilah merampas hak rakyat. Rakyat seharusnya bebas memilih tapi dipengaruhi oleh iming-iming, money politic, sembako, dan intimidasi," ujarnya di Kediaman Resmi Duta Besar Jepang untuk Republik Indonesia, Jalan Daksa V, Jakarta Selatan, Selasa (19/3/2024).

"Mengarahkan organ-organ negara itu kesalahan fatal, itu yang kita sebut runtuhnya kedaulatan rakyat. Kedaulatan rakyat tidak hanya terkait Pemilu, ini kalau tidak dihentikan buruk sekali saya menyebutnya ada sustainable crime atau kejahatan yang berkesinambungan terhadap rakyat," sambungnya.

Menurut dia, kejahatan rezim terhadap rakyat itu menggeser budaya politik bangsa menjadi pragmatis, oportunistik, dan materialistik.

"Dakwah Islamiyah yang melatih kejujuran, kebenaran terhapus dalam sehari dengan sembako. Umat Islam kalah karena umatnya, jangankan umatnya tokohnya saja bisa dibeli, rusak," katanya.

Din Syamsuddin mengusulkan agar pencalonan presiden dan wakil presiden menggunakan UUD 1945 asli. Menggunakan mekanisme MPR yang mana pemilihan tersebut juga atas masukan dari sejumlah ormas Islam terbesar di Indonesia.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jokowi Respons Penangguhan...
Jokowi Respons Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Tifa: Itu Kewenangan Kejaksaan
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Segera Disidang, Pengacara Pastikan Jokowi Hadir
Sidang Kasus Tudingan...
Sidang Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Digelar di PN Jakarta Timur
Jokowi Minta PSI Dukung...
Jokowi Minta PSI Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode, AHY: Pemilu 2029 Masih Lama
Din Syamsuddin Ungkap...
Din Syamsuddin Ungkap Bung Karno Tokoh Dikagumi Dunia Internasional
Prabowo Ucapkan Selamat...
Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-65 untuk Jokowi
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
WSIS Prizes 2026 PBB:...
WSIS Prizes 2026 PBB: Dua Program Digitalisasi Kemendikdasmen Diakui Dunia
Prabowo Terbitkan Aturan...
Prabowo Terbitkan Aturan Baru untuk Perkuat Peran Indonesia di UNESCO
Rekomendasi
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
Rahasia Diet Ery Makmur...
Rahasia Diet Ery Makmur Turun 30 Kg dalam 10 Bulan, Ternyata Ini Kuncinya!
Polisi Tetapkan ART...
Polisi Tetapkan ART Angel Lelga sebagai Tersangka Kasus Dugaan Pencurian, Langsung Ditahan
Berita Terkini
Periksa Hilman Latief,...
Periksa Hilman Latief, KPK Telusuri Pihak yang Inisiasi Pembagian Kuota Haji Tambahan
Ini Daftar Hakim yang...
Ini Daftar Hakim yang Bakal Mengadili Dokter Tifa dan Roy Suryo
Selesai Diperiksa Kasus...
Selesai Diperiksa Kasus Kuota Haji, Eks Dirjen PHU Hilman Latief: Diminta Keterangan Saja
Sidang Perdana Dokter...
Sidang Perdana Dokter Tifa Digelar 2 Juli 2026, Roy Suryo Tunggu Praperadilan
Beda dengan Roy Suryo,...
Beda dengan Roy Suryo, Dokter Tifa Tidak Ajukan Gugatan Praperadilan
Mahasiswa UBK Ngaku...
Mahasiswa UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Politikus Gerindra: Saya Yakin Tidak Ada Sangkut Paut dengan Mas Gibran
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved