Terbongkar, PDIP Beberkan Bukti Intimidasi Rezim dalam Pemilu 2024
Minggu, 17 Maret 2024 - 18:43 WIB
loading...
A
A
A
"Masih mau tidur sama istrinya? Kalau masih mau tidur sama istri jangan bantu paslon 1 atau 3 harus bantu 2," kata Hasto sembari menirukan oknum kepala desa yang diintimidasi.
Lebih lanjut, Hasto menyampaikan di Sukoharjo Jawa Tengah ada kepala desa diberi uang Rp200 juta dan target memenangkan paslon nomor 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Sekadar informasi, Hasto menuturkan pada Pemilu 2019, PDIP meraih 27.053.961 suara atau 19,33 persen dari total suara, sementara itu pada Pemilu 2024, perolehan suara menjadi sekitar 17 persen.
"Sebulan sebelum Pemilu 2024, pada 14 Februari 2024, hasil survei internal PDI Perjuangan menyebut, perolehan suara akan berkisar 21 persen hingga 24 persen. Bahkan, di beberapa wilayah melampaui angka itu," kata Hasto.
Kemudian, lanjutnya, setelah dilakukan telaah di lapangan maka ditemukan bahwa penyebab merosotnya suara tersebut adalah terjadinya kerusakan demokrasi yang diawali ‘abuse of power’ oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Lebih lanjut, Hasto menyampaikan di Sukoharjo Jawa Tengah ada kepala desa diberi uang Rp200 juta dan target memenangkan paslon nomor 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Sekadar informasi, Hasto menuturkan pada Pemilu 2019, PDIP meraih 27.053.961 suara atau 19,33 persen dari total suara, sementara itu pada Pemilu 2024, perolehan suara menjadi sekitar 17 persen.
"Sebulan sebelum Pemilu 2024, pada 14 Februari 2024, hasil survei internal PDI Perjuangan menyebut, perolehan suara akan berkisar 21 persen hingga 24 persen. Bahkan, di beberapa wilayah melampaui angka itu," kata Hasto.
Kemudian, lanjutnya, setelah dilakukan telaah di lapangan maka ditemukan bahwa penyebab merosotnya suara tersebut adalah terjadinya kerusakan demokrasi yang diawali ‘abuse of power’ oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
(maf)
Lihat Juga :