Ramadan-Integritas-Ekonomi

Senin, 11 Maret 2024 - 09:52 WIB
loading...
Ramadan-Integritas-Ekonomi
Candra Fajri Ananda, Staf Khusus Menteri Keuangan RI. Foto: Dok SINDOnews
A A A
Candra Fajri Ananda
Staf Khusus Menteri Keuangan RI

SAMBUTANpenuh sukacita menyambut Bulan Ramadan telah mengalun dalam hati umat muslim di seluruh dunia. Ramadan juga disebut bulan pendidikan jiwa (tazkiatun nafs), karena Ramadan tidak hanya mendidik badan (fisik) tetapi juga sama pentingnya pendidikan jiwa kita.

Pendidikan yang terus memperbaiki sifat-sifat mulia seperti kesabaran, kemurahan hati, dan keikhlasan. Tatkala seseorang menahan diri dari keinginan duniawi yang berlebihan dan fokus pada ibadah kepada sang pencipta, maka akan memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang arti kehidupan dan tujuan hakiki manusia di dunia ini.

Oleh karenanya, makna puasa di Bulan Ramadan tak hanya tentang menahan diri dari makanan dan minuman semata, namun juga tentang menahan diri dari perilaku buruk, mengendalikan hawa nafsu, dan memperdalam hubungan dengan Sang Pencipta.

Berdasarkan hadist Rasulullah sepertiga awal Ramadan adalah rahmat, sepertiga kedua Ramadan adalah maghfirah, dan sepertiga akhir Ramadan adalah itquminannar. Artinya, awal bulan Ramadan adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, sedangkan akhirnya adalah terbebas dari neraka. Sehingga, amalan yang paling baik di bulan Ramadan adalah memperbanyak permohonan ampunan, bertaubat, memperbanyak ibadah ibadah sunah, serta memperbanyak ibadah sosial.

Hakikatnya, manusia terlahir dalam keadaan fitrah/suci, maka idealnya manusia terus berupaya untuk memeliharanya melalui sarana ibadah di bulan suci Ramadan. Sarana ibadah di Bulan Ramadan sepatutnya mampu mengantarkan manusia untuk menyucikan jiwa agar kembali kepada hakikat diri manusia yang fitri.

Ramadan dalam Membangun Integritas

Implikasi nilai-nilai Ramadan membuka peluang yang luas untuk membangun karakter manusia yang kuat dan produktif, yang pada gilirannya dapat mengarah pada peningkatan ekonomi masyarakat. Salah satu nilai utama dalam Ramadan adalah ketekunan dan kesabaran.

Berpuasa sepanjang hari mengajarkan umat muslim untuk bertahan dalam situasi yang sulit dan mengatasi tantangan dengan keberanian. Karakteristik tersebut sangat berharga dalam dunia bisnis dan ekonomi, di mana ketekunan dan kesabaran adalah kunci keberhasilan jangka panjang.

Ramadan juga mengajarkan nilai-nilai kejujuran dan integritas. Prinsip-prinsip ini penting dalam menciptakan lingkungan bisnis yang transparan dan beretika. Tatkala individu dan organisasi berpegang teguh pada kejujuran dalam setiap aspek kehidupan mereka, termasuk dalam transaksi bisnis, maka akan tercipta kepercayaan yang lebih besar dalam masyarakat dan memperkuat fondasi ekonomi yang stabil.

Pasalnya di Indonesia, tingkat perilaku korupsi masyarakat Indonesia masih terpantau belum mengalami perbaikan hingga tahun 2023. Laporan Transparency International (TI) menunjukkan bahwa skor Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia tercatat sebesar 34 poin dari skala 0-100 poin pada 2023, di mana angka tersebut stagnan dari perolehan 2022.

Ironisnya, pada peringkat dunia pun Indeks Persepsi Korupsi Indonesia mengalami penurunan. Indonesia
sempat duduk di peringkat 110 pada 2022 dan menglami penurunan ke posisi 115 pada 2023. Posisi tersebut sejajar dengan Ekuador, Malawi, Filipina, Sri Lanka, dan Turki.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Pendekatan yang Perlu...
5 Pendekatan yang Perlu Dilakukan Pemerintah untuk Perbaiki Ekonomi
Panen Perdana Edamame,...
Panen Perdana Edamame, Sandi Uno: Langkah Awal Penguatan Ekonomi Desa
Apresiasi Pidato Prabowo...
Apresiasi Pidato Prabowo di DPR, Rampai Nusantara: Memberikan Ketenangan bagi Rakyat
Prabowo: Waktu Saya...
Prabowo: Waktu Saya Enggak Berkuasa, Ibu Mega juga Bantu Saya di Bidang Ekonomi
Prabowo Janji Bangun...
Prabowo Janji Bangun 5.000 Desa Nelayan dalam 3 Tahun
Kesinambungan Melemahnya...
Kesinambungan Melemahnya Rupiah: Kolonisasi Sistem dan Mental
Desa BRILiaN Ketapanrame,...
Desa BRILiaN Ketapanrame, Bukti Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal Mampu Ciptakan Ekonomi Desa yang Maju dan Berkelanjutan
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
MBG Jadi Instrumen Ganda:...
MBG Jadi Instrumen Ganda: Atasi Stunting dan Tekan Beban Ekonomi Keluarga
Rekomendasi
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Kendaraan Kepala Komando Utara IDF di Lebanon Selatan
Mengapa Indonesia Mendadak...
Mengapa Indonesia Mendadak Jadi Kiblat Baru ChatGPT Images 2.0?
Ronaldo Jadi Brand Ambassador...
Ronaldo Jadi Brand Ambassador Global, Dreame Indonesia Luncurkan 3 Produk Smart Home Terbaru
Berita Terkini
KPK: Silmy Karim Kantongi...
KPK: Silmy Karim Kantongi Rp100 Juta per Pekan dari Pemerasan Izin Tinggal WNA
Nanik S Deyang Ungkap...
Nanik S Deyang Ungkap Mayjen Trenggono Segera Mundur dari TNI usai Jadi Wakil Kepala BGN
Tutup P3N 27, Gubernur...
Tutup P3N 27, Gubernur Lemhannas Tegaskan Pemimpin Nasional Harus Berintegritas, Adaptif, dan Visioner
Jejak Uang Rp366,7 Miliar...
Jejak Uang Rp366,7 Miliar ke Pegawai Imipas Bongkar Dugaan Pemerasan oleh Silmy Karim
Kejagung Tak Sita Motor...
Kejagung Tak Sita Motor Listrik Kasus Dugaan Korupsi di Badan Gizi Nasional, Ini Alasannya
Dadan Hindayana Cs Korupsi...
Dadan Hindayana Cs Korupsi Tata Kelola MBG, Noel: Memprihatinkan
Infografis
5 Pesepak Bola Dunia...
5 Pesepak Bola Dunia yang Tetap Puasa di Tengah Kompetisi Padat Ramadan 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved