Profil Soerjadi Soerjadarma, Sosok KSAU Pertama yang Diusulkan Menjadi Pahlawan Nasional
Sabtu, 09 Maret 2024 - 22:03 WIB
loading...
A
A
A
Ketika masih berusia 6 tahun, Soerjadi memulai pendidikan di ELS (Europeesche Lagere School) yaitu sekolah dasar khusus untuk anak-anak bangsawan. Setelah lulus pada 1926, ia melanjutkan pendidikan ke HBS (Hogere Burgere School) di Bandung, Jawa Barat. Namun, ia tidak sempat menamatkannya karena pindah ke Jakarta. Di Jakarta, Soerjadi bersekolah di KWS-III (Koning Willem School) hingga 1931.
Pendidikan Soerjadi tak berhenti sampai situ. Surjadi kemudian melanjutkan pendidikan perwira di KMA (Koninklijke Militaire Academie), yang terletak di Breda, Belanda. Dia satu dari 40 Bumi Putera yang diterima di KMA di Breda, Belanda, sebelum Perang Dunia II.
Baca juga: Laksamana Udara Soerjadi Soerjadarma, Navigator Andalan Belanda Pendiri Angkatan Udara RI
Setelah lulus, Soerjadi sempat ditempatkan di Satuan Angkatan Darat Belanda di Nijmegen. Namun sebulan kemudian, tepatnya di Oktober 1934, ia dipindahkan ke Batalyon I Infanteri di Magelang sampai November 1936.
Dalam periode 1945-1949, Soerjadi sebagai KSAU mengembangkan minat dirgantara melalui pendirian Aeroclub, mewujudkan pendidikan dan latihan-latihan dasar penerbangan militer di Maguwo, Maospati, dan Malang (teknik radio, radio operator, penerbang, paratroops, pembekalan udara, morse code). Soerjadarma adalah orang pertama yang menyadari pentingnya keberadaan pasukan payung (paratroops) mengingat kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau. Ini menjadi cikal bakal lahirnya pasukan payung pertama di Indonesia yaitu Pasukan Gerak Tjepat (PGT) yang kini menjadi Kopasgat TNI AU.
Pendidikan Soerjadi tak berhenti sampai situ. Surjadi kemudian melanjutkan pendidikan perwira di KMA (Koninklijke Militaire Academie), yang terletak di Breda, Belanda. Dia satu dari 40 Bumi Putera yang diterima di KMA di Breda, Belanda, sebelum Perang Dunia II.
Baca juga: Laksamana Udara Soerjadi Soerjadarma, Navigator Andalan Belanda Pendiri Angkatan Udara RI
Setelah lulus, Soerjadi sempat ditempatkan di Satuan Angkatan Darat Belanda di Nijmegen. Namun sebulan kemudian, tepatnya di Oktober 1934, ia dipindahkan ke Batalyon I Infanteri di Magelang sampai November 1936.
Dalam periode 1945-1949, Soerjadi sebagai KSAU mengembangkan minat dirgantara melalui pendirian Aeroclub, mewujudkan pendidikan dan latihan-latihan dasar penerbangan militer di Maguwo, Maospati, dan Malang (teknik radio, radio operator, penerbang, paratroops, pembekalan udara, morse code). Soerjadarma adalah orang pertama yang menyadari pentingnya keberadaan pasukan payung (paratroops) mengingat kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau. Ini menjadi cikal bakal lahirnya pasukan payung pertama di Indonesia yaitu Pasukan Gerak Tjepat (PGT) yang kini menjadi Kopasgat TNI AU.
Lihat Juga :