JK Soroti Utang Pemerintah: Siapa yang Bayar? Ya Kita Semua
Kamis, 07 Maret 2024 - 17:35 WIB
loading...
A
A
A
JK lantas menyoroti utang Indonesia yang hampir mencapai lebih dari Rp8.000 triliun, di mana Rp3.000-Rp4.000 triliun adalah utang BUMN.
Baca juga: Pemerintah Tarik Utang Rp107,6 Triliun Per Januari 2024
"Jadi (total bisa) Rp11.000-12.000 triliun. Bunganya saja, cicilannya kira-kira Rp6.000 triliun. Mana lagi subsidi BBM, subsidi listrik, belum lagi bansos yang Rp500 triliun, belum lagi makan siang Rp400 triliun, belum lagi untuk pendidikan 20%. Kalau ditotal ini bisa Rp4.000 triliun," katanya.
Padahal pendapatan negara hanya di kisaran Rp2.800 triliun, sehingga defisit Rp2.000 triliun dan masyarakat yang terkena imbasnya. "Pendapatan negara cuma Rp2.800 triliun. Jadi Kita defisit Rp2.000 triliun. Siapa yang bayar itu? Ya kita semuanya bersama-sama," katanya.
Karena itu, JK meminta agar pemerintah yang akan datang harus memiliki keberanian dan tegas dalam mengambil kebijakan. "Pemerintah yang akan datang harus punya keberanian. Kalau dia kacau pemerintahan yang akan datang, maka semuanya akan kena. Jadi semuanya akan sulit," katanya.
Baca juga: Pemerintah Tarik Utang Rp107,6 Triliun Per Januari 2024
"Jadi (total bisa) Rp11.000-12.000 triliun. Bunganya saja, cicilannya kira-kira Rp6.000 triliun. Mana lagi subsidi BBM, subsidi listrik, belum lagi bansos yang Rp500 triliun, belum lagi makan siang Rp400 triliun, belum lagi untuk pendidikan 20%. Kalau ditotal ini bisa Rp4.000 triliun," katanya.
Padahal pendapatan negara hanya di kisaran Rp2.800 triliun, sehingga defisit Rp2.000 triliun dan masyarakat yang terkena imbasnya. "Pendapatan negara cuma Rp2.800 triliun. Jadi Kita defisit Rp2.000 triliun. Siapa yang bayar itu? Ya kita semuanya bersama-sama," katanya.
Karena itu, JK meminta agar pemerintah yang akan datang harus memiliki keberanian dan tegas dalam mengambil kebijakan. "Pemerintah yang akan datang harus punya keberanian. Kalau dia kacau pemerintahan yang akan datang, maka semuanya akan kena. Jadi semuanya akan sulit," katanya.
(abd)
Lihat Juga :