Jenderal Kehormatan Jadi Beban Baru, Prabowo Harus Jawab Pertanyaan Keluarga Korban HAM
Kamis, 29 Februari 2024 - 13:40 WIB
loading...
Presiden Jokowi menyematkan pangkat Jenderal Kehormatan kepada Menhan Prabowo Subianto dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri yang digelar di Markas Besar (Mabes) TNI, Cilangkap, Jakarta, Rabu (28/2/2024) 2024. FOTO/DOK.MPI
A
A
A
JAKARTA - Deputi Inklusi TPN Ganjar-Mahfud Jaleswari Pramodhawardani menilai pangkat Jenderal Kehormatan menjadi beban baru bagi Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto . Prabowo perlu membuktikan kepeduliannya terhadap HAM dan mampu mengklarifikasi pertanyaan-pertanyaan para keluarga korban.
"Bukan jawaban politis sekadarnya di publik seperti selama ini, tetapi masuk ke dalam ranah pro justitia oleh lembaga resmi seperti Komnas HAM, sehingga penganugerahan kehormatan bintang empat itu valid dan layak," kata Jaleswari dalam keterangannya Kamis (29/2/2024).
"Jika tidak, saya khawatir pola yang dapat dipersepsikan transaksional seperti ini justru akan menciptakan demoralisasi terhadap kebanggaan capaian tertinggi para panglima dan komandan di TNI," katanya.
Baca juga: Jenderal Kehormatan Justru Jadi Beban Baru bagi Prabowo, Kenapa?
Menurut Jaleswari, pemberian Jenderal Kehormatan kepada Prabowo dapat menimbulkan berbagai pertanyaan. Termasuk di antaranya terkait keadilan atau kemanfaatan bagi korban dan keluarga korban kasus pelanggaran HAM berat tertentu. Bahkan, kata Jaleswari, pemberian pangkat tersebut dapat menjadi beban baru bagi Ketua Umum Partai Gerindra nantinya.
"Dari perspektif konsekuensialis, penganugerahan ini justru akan menjadi beban baru untuk Pak Prabowo," kata Jaleswari.
Jaleswari mengatakan, kenaikan pangkat secara istimewa yang diberikan Presiden Jokowi terhadap Prabowo perlu dibaca secara kontekstual.
"Bukan jawaban politis sekadarnya di publik seperti selama ini, tetapi masuk ke dalam ranah pro justitia oleh lembaga resmi seperti Komnas HAM, sehingga penganugerahan kehormatan bintang empat itu valid dan layak," kata Jaleswari dalam keterangannya Kamis (29/2/2024).
"Jika tidak, saya khawatir pola yang dapat dipersepsikan transaksional seperti ini justru akan menciptakan demoralisasi terhadap kebanggaan capaian tertinggi para panglima dan komandan di TNI," katanya.
Baca juga: Jenderal Kehormatan Justru Jadi Beban Baru bagi Prabowo, Kenapa?
Menurut Jaleswari, pemberian Jenderal Kehormatan kepada Prabowo dapat menimbulkan berbagai pertanyaan. Termasuk di antaranya terkait keadilan atau kemanfaatan bagi korban dan keluarga korban kasus pelanggaran HAM berat tertentu. Bahkan, kata Jaleswari, pemberian pangkat tersebut dapat menjadi beban baru bagi Ketua Umum Partai Gerindra nantinya.
"Dari perspektif konsekuensialis, penganugerahan ini justru akan menjadi beban baru untuk Pak Prabowo," kata Jaleswari.
Jaleswari mengatakan, kenaikan pangkat secara istimewa yang diberikan Presiden Jokowi terhadap Prabowo perlu dibaca secara kontekstual.
Lihat Juga :