Roy Suryo Duga KPU Atur Persentase Hasil Pilpres 2024 Sebelum Quick Count
Rabu, 28 Februari 2024 - 23:34 WIB
loading...
A
A
A
Mantan Menpora era SBY ini juga mengatakan, sistem Sirekap sebenarnya tidak layak untuk kemajuan bangsa. Dia pun mengklaim setiap hari merekam Sirekap, jadi semua perubahan yang terjadi di aplikasi tersebut, telah dicatat olehnya.
"Tiap hari saya merekam Sirekap, jadi ada perubahan apa saya backup, semua ada buktinya, saya siap mempertanggungjawabkannya," ujarnya.
Roy Suryo yang juga mantan Menpora ini juga menegaskan, sistem Sirekap sebenarnya tidak layak digunakan. Dia mengatakan selalu memantau Sirekap untuk mengetahui perkembangan yang terjadi dan dicatat olehnya.
"Saya tiap hari rekam sirekap, jadi ada perubahan apa saya backup, semua ada buktinya, saya siap mempertanggungjawabkannya," pungkas Roy.
Sebelumnya, Ketua KPU Hasyim Asy'ari mengakui jika pihaknya menemukan data terkait adanya perbedaan data terkait hasil suara pada aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) dengan foto dokumen C hasil ukuran plano yang diunggah.
"Kami di KPU Pusat melalui sistem yang ada itu termonitor daerah mana saja yang antara unggahan formulir C hasilnya dengan yang konversinya salah, itu termonitor," kata Hasyim dalam jumpa persnya di media Center KPU, Jakarta Pusat, Kamis (15/2/2024).
"Tiap hari saya merekam Sirekap, jadi ada perubahan apa saya backup, semua ada buktinya, saya siap mempertanggungjawabkannya," ujarnya.
Roy Suryo yang juga mantan Menpora ini juga menegaskan, sistem Sirekap sebenarnya tidak layak digunakan. Dia mengatakan selalu memantau Sirekap untuk mengetahui perkembangan yang terjadi dan dicatat olehnya.
"Saya tiap hari rekam sirekap, jadi ada perubahan apa saya backup, semua ada buktinya, saya siap mempertanggungjawabkannya," pungkas Roy.
Sebelumnya, Ketua KPU Hasyim Asy'ari mengakui jika pihaknya menemukan data terkait adanya perbedaan data terkait hasil suara pada aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) dengan foto dokumen C hasil ukuran plano yang diunggah.
"Kami di KPU Pusat melalui sistem yang ada itu termonitor daerah mana saja yang antara unggahan formulir C hasilnya dengan yang konversinya salah, itu termonitor," kata Hasyim dalam jumpa persnya di media Center KPU, Jakarta Pusat, Kamis (15/2/2024).
Lihat Juga :