Program Prabowo-Gibran Dibahas di Rapat Kabinet Semakin Tunjukkan Keberpihakan Jokowi
Selasa, 27 Februari 2024 - 19:38 WIB
loading...
Dosen politik FISIP UB Wawan Sobari (kanan). Foto/Avirista Midaada
A
A
A
JAKARTA - Pembahasan program makan siang gratis milik pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Rapat Kabinet Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin pada Senin (26/2/2024) terus menuai kritikan. Kali ini, kritikan dari pengamat politik yang juga akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya Wawan Sobari.
Dia menilai pembahasan program Prabowo-Gibran di rapat kabinet kemarin semakin menunjukkan tingginya keberpihakan Jokowi ke Prabowo-Gibran. Wawan menilai secara etika politik ada pelanggaran yang dilakukan oleh Jokowi.
Ia jadi teringat ketika proses transisi kekuasaan dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada Jokowi usai Pemilu 2014. "Pada 2014 ada tim 11 yang menyiapkan proses transisi dari SBY ke Jokowi. Tim 11 sudah ikut ke mana-mana, untuk menyiapkan transisi, sampai Pak SBY tersinggung saya ini masih menjabat,” katanya dalam 'Bincang Santai Bersama Pakar: Proyeksi Politik Pascapemilu' di Universitas Brawijaya (UB) Malang, Selasa (27/2/2024).
Baca juga: Tom Lembong Kritik Pembahasan Program Prabowo-Gibran di Rapat Kabinet Jokowi
“Sekarang mungkin transisi itu tidak lagi seperti dulu, perpindahan dari Pak SBY ke Pak Jokowi, tapi yang menang meneruskan, tapi itu secara etika enggak tepat," sambung Wawan Sobari.
Menurutnya, secara prinsip etika politik ada dua hal yang ditekannya, salah satunya tidak boleh konflik kepentingan di dalam kebijakan. Di sana ia melihat ada benturan kepentingan, apalagi Jokowi masih menjabat sebagai presiden.
"Kemudian yang kedua adalah tetap sesuai dengan aturan, tapi saya enggak bisa menjawab yang aturan, itu harus dikaji, aturan mana yang dilanggar misalnya dengan memasukkan ini kan uang negara, benturan kepentingan ini sudah tampak sekali," tuturnya.
Dia menilai pembahasan program Prabowo-Gibran di rapat kabinet kemarin semakin menunjukkan tingginya keberpihakan Jokowi ke Prabowo-Gibran. Wawan menilai secara etika politik ada pelanggaran yang dilakukan oleh Jokowi.
Ia jadi teringat ketika proses transisi kekuasaan dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada Jokowi usai Pemilu 2014. "Pada 2014 ada tim 11 yang menyiapkan proses transisi dari SBY ke Jokowi. Tim 11 sudah ikut ke mana-mana, untuk menyiapkan transisi, sampai Pak SBY tersinggung saya ini masih menjabat,” katanya dalam 'Bincang Santai Bersama Pakar: Proyeksi Politik Pascapemilu' di Universitas Brawijaya (UB) Malang, Selasa (27/2/2024).
Baca juga: Tom Lembong Kritik Pembahasan Program Prabowo-Gibran di Rapat Kabinet Jokowi
“Sekarang mungkin transisi itu tidak lagi seperti dulu, perpindahan dari Pak SBY ke Pak Jokowi, tapi yang menang meneruskan, tapi itu secara etika enggak tepat," sambung Wawan Sobari.
Menurutnya, secara prinsip etika politik ada dua hal yang ditekannya, salah satunya tidak boleh konflik kepentingan di dalam kebijakan. Di sana ia melihat ada benturan kepentingan, apalagi Jokowi masih menjabat sebagai presiden.
"Kemudian yang kedua adalah tetap sesuai dengan aturan, tapi saya enggak bisa menjawab yang aturan, itu harus dikaji, aturan mana yang dilanggar misalnya dengan memasukkan ini kan uang negara, benturan kepentingan ini sudah tampak sekali," tuturnya.