Dugaan Kecurangan Pemilu 2024, Formappi Minta Audit Anggaran KPU dan Bawaslu

Jum'at, 23 Februari 2024 - 23:07 WIB
loading...
Dugaan Kecurangan Pemilu...
Peneliti Formappi, Lucius Karus, menilai anggaran Pemilu 2024 perlu diinvestigasi atau diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) menyoroti anggaran Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang disebut-sebut mencapai Rp71,3 triliun. Jumlah itu paling mahal atau tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Peneliti Formappi, Lucius Karus, menilai anggaran Pemilu 2024 perlu diinvestigasi atau diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Bahkan kata dia, Komisi II DPR juga perlu memanggil Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) untuk meminta pertanggungjawaban penggunaan anggaran bernilai fantastis tersebut.

Menurutnya, fungsi pengawasan Komisi II DPR harus dijalankan dalam konteks pelaksanaan pemilihan umum tahun ini. Tujuannya melihat apakah anggaran itu tepat sasaran atau justru sebaliknya.

Baca juga: Pakar Sebut Kecurangan Pemilu 2024 Jangan Dianggap Normal

"Saya kira anggaran itu sudah disetujui oleh DPR bersama dengan pemerintah gitu ya, dulu juga kita kritik anggaran mahal kan. Jadi, tapi DPR dan pemerintah kan menyetujuinya, ya sudah," ujar Lucius, Jumat (23/2/2024).

"Tinggal sekarang bagaimana KPU dan Bawaslu itu mempertanggungjawabkan anggaran itu, saya kira itu yang perlu diawasi, apakah itu tepat sasaran atau penyimpangan. Saya kira akan ada audit BPK kan untuk kepentingan pertanggungjawaban Bawaslu dan KPU," paparnya.

Kendati Komisi II, KPU, dan Bawaslu rutin melakukan rapat kerja, Lucius memandang ketiga lembaga tersebut hanya berkutat pada soal kebijakan atau aturan Pemilu saja. Sementara ihwal alokasi anggaran, minim pembahasan.

"Yang lebih banyak dibahas itu soal kebijakan gitu, soal aturan yang dibuat KPU dan Bawaslu, soal kegiatan-kegiatan tanpa secara khusus membahas pelaksanaan anggaran," kata dia.

Karena itu Lucius menyarankan, agar Komisi II memulai memanggil penyelenggara pemilu agar masa sidang berikutnya pembahasan anggaran sudah dapat dilakukan.

"Saya kira iya rutin, pasti DPR begitu memulai masa sidang nanti memanggil KPU dan Bawaslu minimal mempertanggungjawabkan pelaksanaan pemilu yang sudah berlangsung 14 Februari. Termasuk saya kira kita dorong, ya mungkin melakukan pengecekan terhadap penggunaan anggaran yang dilakukan KPU dan Bawaslu,” tutup Lucius.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terbukti Selingkuh dan...
Terbukti Selingkuh dan Pungli, Anggota KPU OKU Timur Dipecat
KPU Ingatkan PPP Tetap...
KPU Ingatkan PPP Tetap Mengacu UU Pemilu dan Parpol saat Daftar Peserta Pemilu
Roy Suryo Tuding Format...
Roy Suryo Tuding Format Ukuran Ijazah Jokowi Berbeda, Ketum Jokman: Ini Sesuatu Hal yang Enggak Masuk Akal
Bonatua Sebut KPU Bakal...
Bonatua Sebut KPU Bakal Buka Ijazah Jokowi ke Publik Pekan Depan
Sidang Bonjowi, KIP...
Sidang Bonjowi, KIP Periksa KPU hingga Polda Metro Jaya
KPU Gelar Rapat usai...
KPU Gelar Rapat usai KIP Kabulkan Gugatan Bonatua soal Ijazah Jokowi
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Akan Gugat KPU terkait Ijazah Jokowi
DPD Partai Perindo Jakarta...
DPD Partai Perindo Jakarta Timur dan KPU Bahas Verifikasi Faktual
KPU dan Bawaslu Bahas...
KPU dan Bawaslu Bahas Tantangan Digitalisasi Pemilu Menuju Indonesia Emas
Rekomendasi
Ini Tuntutan BEM SI...
Ini Tuntutan BEM SI Kerakyatan Jakarta saat Demo di Depan Gedung DPR
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Meroket 4,12% Tembus Level 6.254
Berita Terkini
BGN Stop Penyaluran...
BGN Stop Penyaluran MBG selama Libur Sekolah
Agustina Arumsari Ditunjuk...
Agustina Arumsari Ditunjuk Jadi Juru Bicara BGN
Fuad Hasan Absen karena...
Fuad Hasan Absen karena Kondisi Kesehatan, KPK Minta Bukti
Prabowo Ungkap Indonesia...
Prabowo Ungkap Indonesia Ingin Perluas Peluang WNI Kerja di Jerman
Tanggapi Aksi Mahasiswa,...
Tanggapi Aksi Mahasiswa, Eksponen 98 Nilai Pemerintah Sedang Jalankan Amanat Reformasi
Bos Maktour Mengaku...
Bos Maktour Mengaku Kelelahan, Kembali Absen dari Pemeriksaan KPK
Infografis
Pemilu Nasional dan...
Pemilu Nasional dan Lokal Dipisah, Apa Saja Dampaknya?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved