FAO Puji Gagasan soal Penguatan Regenerasi Petani di Asia Pasifik
Kamis, 22 Februari 2024 - 16:05 WIB
loading...
FAO mengapresiasi gagasan Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, terkait penguatan regenerasi petani kawasan Asia Pasifik, Kamis (22/2/2024). Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) mengapresiasi gagasan Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, terkait penguatan regenerasi petani di kawasan Asia Pasifik.
Hal ini disampaikan Ketua Dewan FAO, Hans Hoogeven, dalam Konferensi ke-37 FAO Asia Pasifik di Kolombo, Sri Lanka. Hoogeven menilai, Indonesia telah menunjukkan langkah nyata dalam menjawab ancaman krisis pangan global, terutama melalui transformasi sektor pertanian termasuk upaya regenerasi petani.
"Jika anak muda tidak tertarik ke bidang pertanian, ini akan menjadi bencana, FAO akan menindaklanjuti dan menegosiasikan pemikiran pemerintah Indonesia, khususnya terkait regenerasi petani," kata Hoogeven dalam keterangannya, Kamis (22/2/2024).
Pada konferensi yang dihadiri 34 delegasi negara anggota FAO Asia Pasifik tersebut, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memaparkan tiga prioritas transformasi pertanian dan pangan untuk menghadapi krisis pangan di Asia Pasifik.
Pertama, transformasi cara bertani. Moeldoko menekankan pentingnya mendorong pertanian yang lebih efisien dengan teknologi dan berkelanjutan. Kerjasama kawasan dalam pengembangan teknologi pertanian perlu diperkuat.
Kedua, transformasi produk pangan. Kawasan Asia Pasifik, yang kaya sumber daya hayati, harus membangun ketahanan pangan dengan diversifikasi pangan. Moeldoko mencontohkan Indonesia yang mengembangkan pangan nonberas seperti sagu dan sorgum.
"Kerja sama kawasan dalam pengembangan pangan nonberas perlu diperkuat," imbuhnya.
Hal ini disampaikan Ketua Dewan FAO, Hans Hoogeven, dalam Konferensi ke-37 FAO Asia Pasifik di Kolombo, Sri Lanka. Hoogeven menilai, Indonesia telah menunjukkan langkah nyata dalam menjawab ancaman krisis pangan global, terutama melalui transformasi sektor pertanian termasuk upaya regenerasi petani.
"Jika anak muda tidak tertarik ke bidang pertanian, ini akan menjadi bencana, FAO akan menindaklanjuti dan menegosiasikan pemikiran pemerintah Indonesia, khususnya terkait regenerasi petani," kata Hoogeven dalam keterangannya, Kamis (22/2/2024).
Pada konferensi yang dihadiri 34 delegasi negara anggota FAO Asia Pasifik tersebut, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memaparkan tiga prioritas transformasi pertanian dan pangan untuk menghadapi krisis pangan di Asia Pasifik.
Pertama, transformasi cara bertani. Moeldoko menekankan pentingnya mendorong pertanian yang lebih efisien dengan teknologi dan berkelanjutan. Kerjasama kawasan dalam pengembangan teknologi pertanian perlu diperkuat.
Kedua, transformasi produk pangan. Kawasan Asia Pasifik, yang kaya sumber daya hayati, harus membangun ketahanan pangan dengan diversifikasi pangan. Moeldoko mencontohkan Indonesia yang mengembangkan pangan nonberas seperti sagu dan sorgum.
"Kerja sama kawasan dalam pengembangan pangan nonberas perlu diperkuat," imbuhnya.
Lihat Juga :