Prabowo-Gibran Deklarasi Kemenangan di Istora Senayan, TPUA: Bikin Gaduh

Kamis, 15 Februari 2024 - 23:11 WIB
loading...
Prabowo-Gibran Deklarasi...
Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) menilai deklarasi kemenangan pasangan capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Istora Senayan, Jakarta, Rabu, 14 Februari 2024 bikin gaduh. Foto/Ari Sandita
A A A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Azam Khan menilai deklarasi kemenangan pasangan capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Istora Senayan, Jakarta, Rabu, 14 Februari 2024 bikin gaduh. Terlebih, hasil hitung cepat (quick count) lembaga survei yang dijadikan mereka mendeklarasikan kemenangan Pilpres 2024 tersebut.

“Dia mendeklarasikan, dengan merasa dia memiliki persentasenya di atas 50 persen dirinya mengklaim sudah mendeklarasikan, konteks inilah kegaduhannya ada,” ujarnya, Kamis (15/2/2024).

Ketua Umum TPUA Eggi Sudjana mengatakan, deklarasi yang dilakukan paslon nomor urut 2 itu patut dipertanyakan. Sebab, ada potensi paslon tersebut telah melakukan persiapan terlebih dahulu sebelum membuat deklarasi kemenangannya atas hasil quick count lembaga survei.

Baca juga: Prabowo Pidato di Istora, Sebut Jokowi Berjasa

"Dengan pesan tempat seperti Istora Sanayan, dan tata acara lainnya yang sudah dipersiapkan, sepertinya sudah terdesain atau direncanakan itu akan dilakukan. Arti dari logika itu (kubu 2) sudah tahu tentang maksud kemenangan," tuturnya.

Eggi menilai, kubu paslon urut 2 seolah telah tahu sudah memenangkan Pemilu 2024, padahal masih belum ada pengumuman resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Deklarasi itu dinilai bisa mengarah pada berbagai persoalan, tak terkecuali persoalan pidana.

Dia lantas menyoroti tentang Pemilu 2024 apakah bisa dilakukan secara jurdil ataukah tidak. Sebabnya, terdapat tanda-tanda demokrasi telah tercederai sebelum Pemilu 2024 berlangsung, salah satunya putusan MK nomor 90, yang sudah menjadi cacat hukum dan cacat etika.

"Putusan MK nomor 90 yang sangat dilanggar KPU, yaitu tak memenuhi syarat umur 40 tahun, peraturan PKPU belum berubah, masih 40 tahun, padahal Gibran masih umur mau masuk 36," jelasnya.

Eggi juga menyoroti persoalan Ketua KPU Hasyim Asy'ari lantaran diberikan peringatan terakhir oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Padahal, jauh sebelum Pemilu 2024 digelar, Hasyim juga telah diberikan peringatan terakhir pula oleh DKPP berkaitan perpesanan dengan Wanita Emas, Hasnaeni Moein.

Sementara itu, Pengamat Politik Muslim Arbi menambahkan, pihaknya pun mempertanyakan lembaga survei yang melakukan quick count dan deklarasi Prabowo-Gibran. Sebabnya, dua hal itu seperti sebuah penggiringan opini bahwa Pemilu 2024 telah dimenangkan oleh paslon nomor urut 2.

"Seperti dibangun opini 02 lah sebagai pemenangnya, KPU saja masih melakukan penghitungan (suara). Ini kan hanya diambil sampel 2 ribu atau 4 persen, sedangkan total TPS 800 ribu lebih, kenapa ini klaim sudah menang, jadi saya ingat film dokumenter, Dirty Vote itu artinya pemilu busuk," katanya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jokowi Minta PSI Dukung...
Jokowi Minta PSI Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode, AHY: Pemilu 2029 Masih Lama
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
Wapres Gibran Sosialisasikan...
Wapres Gibran Sosialisasikan Program Kampung Haji saat Hadiri Haul Pendiri NU
Eggi dan Rismon Kantongi...
Eggi dan Rismon Kantongi SP3, Kasus Ijazah Jokowi yang Menjerat Roy Suryo Seharusnya Sudah Selesai
Ubedilah Badrun dkk...
Ubedilah Badrun dkk Dirikan Barisan Oposisi Indonesia, Ini Tujuannya
Eggi Sudjana Kesal Dianggap...
Eggi Sudjana Kesal Dianggap Sudah Dibeli Jokowi: Berapa Besar Saya Dibeli?
480 Personel Polisi...
480 Personel Polisi Dikerahkan Amankan HUT GRIB Jaya di Istora Senayan
DPC Garda Satu se-Malang...
DPC Garda Satu se-Malang Raya Resmi Dikukuhkan, Tegaskan Dukung Program Prabowo-Gibran
Pengacara Eggi Sudjana...
Pengacara Eggi Sudjana Akui Inisiasi Pertemuan dengan Jokowi untuk Restorative Justice
Rekomendasi
Stimulus Jumbo Lintas...
Stimulus Jumbo Lintas Sektor Rp26,34 Triliun Resmi Meluncur, Berikut Rincian Alokasinya
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Berita Terkini
Bukan Sekadar Insinyur,...
Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Ade Darmawan Minta Jaksa...
Ade Darmawan Minta Jaksa Tolak Segala Intervensi di Kasus Ijazah Jokowi
Nostalgia dengan Fotografi...
Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved